
Keesokan harinya mereka bertiga terus menerus berlatih dengan bimbingan Wak Uke, dari persiapan pondasi keilmuan hingga beberapa praktek penerapan di ajarkan.
Hari berganti hari bulan pun berganti tak terasa hampir setahun pelatihan dijalani.
Berjarak setahun dari kematian ayah Yudhistira.. ayah Burhan juga meninggal dunia, dan dua tahun kemudian ayah Dodi pun menyusul... mereka bertiga sama sama mengalami ditinggal ayah, mereka menjadi anak yatim.
Disampaikan anak yatim adalah mereka yang ayahnya meninggal dengan kondisi masih belum baligh. Kondisi baligh bagi laki laki adalah telah mengalami mimpi basah, sedang perempuan dikatakan baligh bila sudah mengalami datang bulan, haid atau menstruasi.
"Keluarga kami akan pindah kembali ke Sumedang" .. kata Wak Uke disaat pelatihan hari ini berakhir. Burhan dan Yudhistira kaget merasa sedih dan kecewa... "terus bagaimana kelanjutan latihan kami Wak? tanya Burhan... Yudhistira yang akan bertanya menutup mulutnya... karena pertanyaan yang sama ingin dia tanyakan.
__ADS_1
"Tidak perlu khawatir, untuk selanjutnya saya akan ajarkan bagaimana kita terap bisa berkomunikasi meski berjauhan" jelas Wak Uke.
"Masih satu bulan lagi kami pindah" lanjut Wak Uke. Mulai besok kita akan praktek di luar...
Pagi itu mereka bertiga dipimpin Wak Uke berangkat ke Kebon Binatang, mengendarai mobil keluarga Dodi mereka menyusuri jalan.
Burhan dan Yudhistira dari keluarga sederhana, jangankan mobil motor pun keluarga mereka tidak punya hanya sepeda angin yg ada.
Tahun 1918 Kebun Binatang Surabaya pertama kali dibuka untuk umum dan mulai ditetapkan tarif masuk (ticket). Namun pada tahun 1920 sampai sekarang, Kebun Binatang Surabaya kembali pindah lokasi di Jalan Darmo atas jasa Oost-Java Stoomtram (OJS) atau maskapai kereta api yang telah memberikan lokasi seluas 32.000m2 .
__ADS_1
Sekitar dua jam an akhirnya mereka sampai tujuan, setelah membeli tiket untuk mereka berwmpat Wak Uke mengajak mereka bertiga masuk. Kebon Binatang masih sepi... belum banyak pengunjung.. Burhan dan Yudhistira yang belum pernah pergi jauh dari rumah sangat senang... melihat berbagai binatang yang belum pernah mereka lihat langsung, hanya bisa melihat dari buku. Beda dengan Burhan yang suka kegiatan fisik berbagai macam olahraga seperti sepakbola voley dana lain lain, Yudhistira lebih. condong lebih suka membaca dan ikut melihat ibunya memasak.
Didepan kandang harimau yang tampak sedang marah Wak Uke berhenti dan meminta Dodi, Burhan dan Yudhistira berjajar...
mereka melihat ada dua harimau didalam kandang saling berhadapan sambil mengeram.
Wak Uke meminta kami bertiga bersiap...
"Dodi gunakan pernapasan perut dan coba dorong perlahan salah satu harimau didalam.." perintah Wak Uke. Burhan dan Yudhistira kaget melihat salah satu harimau tiba tiba terjengkang...harimau satunya ikutan terkejut dan melompat. "Burhan lakukan pada harimau satunya dengan perlahan" perintah Wak Uke...
__ADS_1
Burhan yang sudah dari tadi bersiap segera menghembuskan nafas sambil alirkan ke tangan kearah harimau yang masih berdiri.. wuuus...harimau itu terdorong dan hampir terguling... aauuuum. harimau itu merasa marah, mengambil posisi dan ancang ancang mau melompat. Auuuuuuum. ..sambil mengaum harimau itu melompat mencoba menerkam