
Menyadari kemampuan diri yang kurang dalam hal pengetahuan beladiri memacu keinginan Yudhistira mencari informasi berbagai pelatihan dan perguruan silat, ada pelatihan Senam tenaga dalam yang mempromosikan diri untuk bekal diri kesembuhan dan penyembuhan menarik perhatiannya.. karena disampaikan ada metode hadiran... menghadirkan roh binatang kedalam diri agar bisa menggunakan kemampuan binatang tersebut gerakan dan perilaku dalam perkelahian. Belajar beladiri instan... pikir Yudhistira. Tapi sayangnya ketika pada akhir pelatihan tingkat satu syarat naik ke tingkat dua diminta nyembelih ayam, Yudhistira merasa pertentangan batin...akhirnya memutuskan tidak melanjutkan pelatihan.
Hari ini kakak Yudhistira mengajaknya dan Duwi ikut penghayatan di daerah mojoklanggru... suatu metode pendekatan diri dengan metode wiridan..
Satu orang memimpin didepan... Pak Eli.. sedang anggota lainnya duduk bersila didepannya. diawali dengan bacaan yang dimaksudkan untuk pagar diri, beliau mengarahkan dengan suara perlahan..."Jangan lupa pusar ditarik...pandangan sekarang arahkan ke atas.." instruksi nya.. "bila kepala terasa berat buntu... usap perlahan" lanjutnya.
Kita akan merasakan hawa dibandung.... kata beliau. Yudhistira yang belum faham apa yang dimaksud merasakan ada yang bergejolak didalam dirinya... wuuuuuus dia merasa terbang menjauh merasakan hawa dingin...suatu tempat.
__ADS_1
"Kembali... yang bepergian segera kembali.. ujar Pak Eli... Yudhistira terguncang seperti ada yang menarik dirinya... nafasnya terengah engah, didalam ruangan merasakan hawa dingin sama dengan tempat yang tanpa sengaja dia pergi.
" Cukup... kita akhiri sesi ini... tarik pandangan kedalam tubuh biaskan rasa yang ada pada rumah tempat kerja dan terakhir tubuh kita...
Yudhistira dan Duwi saling berpandangan... pertama kali datang sudah mengalami.. hal hal yang terasa aneh. Sebelum berangkat kakak Yudhistira sudah memberikan sedikit gambaran bagaimana proses meditasi dan apa saja yang dilakukan.. tetapi belum diberikan gambaran untuk lakukan hal sejauh ini... merasakan hawa.
Duwi memandang aneh Yudhistira..... bertanya gimana caranya... Yudhistira pun bingung menjelaskan karena itu dilakukan tanpa sengaja.
__ADS_1
Merasa penasaran Yudhistira berniat akan mencoba lagi dirumah, merasa tidak sabar dan penasaran. Acara selanjutnya pemberian nasihat kehidupan... dan ditutup doa bersama, hampir tengah malam mereka pulang kerumah.
Dalam perjalanan pulang Yudhistira banyak ajukan pertanyaan kepada kakaknya... mengenai hal yang terjadi pada dirinya tadi,... itu semacam proses pemisahan sukma seseorang untuk bepergian jauh... bukan fisik. Kakaknya memberikan peringatan agar berhati hati bila ingin lakukan lagi... minimal benteng diri harus dilakukan.
Keesokan malamnya pas tengah malam..Yudhistira bersiap mencoba.. setelah mengambil wudhu ambil posisi bersila, langkah langkah yang diajarkan diingat lagi dan dipraktekkan... setelah beberapa saattiba tiba dia merasa ada hawa seju pusarnya.... berbeda dengan hawa energi yang biasanya dia rasa dan salurkan.. Yudhistira coba arahkan hawa ini ke bagian tubuh.... bergerak sedikit tetapi kemudian menghilang... "ah belum cukup banyak" pikir Yudhistira. Dia kembali fokus hal yang ingin lakukan... bepergian tanpa tubuh...
Tiba tiba dia teringat teman SMAnya... wuuuuus.... merasa sukmanya berlari menerabas dedaunan...berhenti ketika melihat temannya yang tidur sambil memeluk gulingnya ... terlihat lucu... dia coba berpindah ketemuan lainnya... wuuuus.. kali ini tidak bisa masuk rumah temannya ada sinar putih menghalangi... Yudhistira ingat cerita kakaknya.. bila ada halangan coba buka dengan berikan salam... Yudhistira ucapkan salam... tetapi belum bisa juga... Yudhistira putuskan pindah ke teman yang lain... disini yang ada sinar hitam menghalangi... hmmm Yudhistira coba beri salam... sinar hitam itu menghilang.. digantikan pemandangan aneh seperti melihat kedalam akuarium kaca... tembus pandang terlihat semua orang...wuuuuus tiba tiba Yudhistira merasa sukmanya kembali dengan terpaksa...... kembali ke tubuh dengan kelelahan yang sangat... Yudhistira langsung merebahkan diri dan tertidur dilantai
__ADS_1