Mencoba Menembus Batasan

Mencoba Menembus Batasan
Lompatan kegunaan baru energi


__ADS_3

Sepulang sekolah hari ini Yudhistira berjanji mampir kerumah Arti, Arti sampaikan ingin melanjutkan tukar pengetahuan soal tenaga dalam. Arti menganggap Yudhistira berada dalam posisi lebih tinggi dalam hal memanfaatkan energi tenaga dalam.. meskipun belum memiliki cara efektif pengumpulan energi. Memang saat ini Yudhistira dalam upaya mengumpulkan energi tenaga dalam hanya dengan meditasi... seperti yang diajarkan Wak Uke padanya, meski sempat ikuti perguruan Senam pernapasan tenaga dalam baru tingkat dasar dia keluar karena persyaratan untuk naik tingkat yang mengganggu nuraninya. Dari perkenalan perkenalan berbagai macam seni beladiri tenaga dalam itu Yudhistira tahu bahwa selain dengan meditasi diperlukan olah fisik untuk memperbanyak pengumpulan energi tenaga dalam, dengan rutin melakukan gerakan gerakan ato jurus yang diajarkan berulang kali, setelah itu baru lakukan meditasi untuk mengunci energi yang telah terkumpul dititik tiga jari dibawah pusar.


Assalamualaikum.... teng teng teng... Yudhistira mengucap salam sambil memukul pagar besi rumah Arti... assalamualaikum.....!!!


Wa alaikum salam warohmah....! suara balasan salam terdengar dadi dalam rumah... seorang ibu2 masih menggunakan baju dinas Guru.

__ADS_1


"Maaf ibu... apa Arti ada saya Yudhistira temannya SMA.". ucap Yudhistira memperkenalkan diri sambil memberitahukan keperluannya. "Owh silahkan masuk... ada didalam saya panggilkan..." ibunya Arti menjawab sambil membuka pagar mempersilahkan masuk.


"Silahkan duduk nak...! Arti sedang menerima telepon ternyata... lanjut ibu Arti. Saat Yudhistira masuk memang melihat Arti sedang menerima telpon... Arti melambaikan tangan sambil beri isyarat untuk duduk dan minta waktu.


Yudhistira mengambil tisu dan mengusap cairan yang terasa keluar dari hidung nya.. terbelalak kaget ternyata darah... dia mimisan. Arti yang melihat Yudhistira mimisan juga kaget dan tergopoh gopoh mendekat ... mengambil kan tisu lagi... Yudhistira menghisap nafas perlahan kemudian dia arahkan pergerakan energinya menuju hidung...tak berapa lama terasa cairan darah mimisan berhenti... alhamdulillah ucapnya.

__ADS_1


Arti pun bernafas lega dari kekawatiran... Arti menjelaskan bahwa tadi yang telpon adalah pacarnya yang sedang kerja di Jakarta... dulu sama sama belajar Senam pernapasan dan pacar dia itu tingkatannya sudah tinggi...


Yudhistira pun menceritakan yang dia lihat bayangan laki-laki itu sedang dengan wanita lain.. sedang berboncengan... merasa kaget melihat bayangan..Yudhistira sampaikan dia kerahkan energi nya agar bisa melihat dengan jelas... tetapi tak lama kemudian ada sinar memukul nya... untungnya secara refleks tangan Yudhistira melindungi wajah... bila tidak entah bagaimana bila langsung ke wajah pukulan tadi.


Arti tidak mendengarkan cerita Yudhistira selengkapnya... dia terpaku dengan keterangan bahwa pacarnya sedang jalan keluar dengan wanita lain... tanpa menghiraukan Yudhistira.. Arti kembali menelpon.... ring ring ring.... ring ring ring... ring ring ring... tuut tuuut tuuut, telpon terputus tidak ada yang menerima, ring ring ring sekali lagi Arti mencoba menelepon.."halo" terdengar jawaban dari seberang suara cewek... "assalamualaikum... Miko ada dik..? ucap Arti mengenali bahwa yang menerima telpon adalah adik pacarnya... "owh mas miko keluar dengan temannya kak..!. jawabnya. "Owh dengan Santi ya..? lanjut Arti bertanya menegaskan... "iya kak"..jawab adik Miko. "Owh ya udah makasih... assalamualaikum". Arti menutup telpon dengan rasa sedih. Arti kembali duduk di depan Yudhistira... mengambil napas panjang mencoba menenangkan diri... "Kamu bisa lihat jarak jauh ya? tanya nya penasaran. Tidak sengaja jawab Yudhistira juga awal bingung melihat ada bayangan buram tepat didepan temannya Arti yang sedang menelepon. Mereka beralih membahas bagaimana proses Yudhistira berusaha melihat dan mencoba mencari tahu bagaimana tadi cara menggunakan energi untuk balas memukul...

__ADS_1


__ADS_2