Mencoba Menembus Batasan

Mencoba Menembus Batasan
Latihan berlanjut


__ADS_3

"Yudi lakukan!" perintah Wak Uke ... Yudhistira yang sudah gatal ingin ikut praktek dengan ancang ancang badan segera mengembuskan napas dan mengalirkan kekedua telapak tangan energinya. ... wuuus siiiish harimau itupun terpental braaaak menabrak kandang nya, berdiri kembali dan mengeram. .. haeeeerm...


Dua harimau yang tadi bermusuhan kini terlihat berdiri berdampingan... haerrrrrm. Tiba-tiba terasa tekanan kuat dari atas membuat Dodi Burhan dan Yudhistira merasa sedikit sesak napas... begitu juga kedua harimau itu.. mereka terlihat ketakutan mengambil posisi duduk.


Suasana tiba tiba hening... tekanan pun hilang, terdengar Wak Uke.. halus menghembuskan napas... ah ternyata Wak Uke dalam hati Yudhistira membatin. Wak Uke mengajak kami berkeliling melanjutkan melihat lihat hewan yang ada di Kebon Binatang. Terdengar adzan.. kami segera menuju mushola kebon binatang yang berada didalam komplek KBS, Wak Uke selalu menekankan untuk bersegera menunaikan sholat ketika adzan datang dan berjamaah. Ini semua akan berpengaruh didalam perkembangan ilmu kalian... begitu terus menerus beliau sampaikan.


Menuju kantin KBS Wak Uke memberikan wejangan cara agar masing-masing dapat belajar mengendalikan lontaran energi yang dikeluarkan, agar sesuai kebutuhan.


Seorang pelayan datang melayani, memberi tahu masakan yang tersedia... Nasi pecel, gado gado, semanggi, rawon dan lontong balap. Wak Uke dan Dodi sama-sama memesan gado gado karena merasa lebih dekat dengan makanan khas daerah jawa barat, Burhan memesan Nasi rawon dan Yudhistira memesan Nasi pecel... untuk minuman Wak Uke sarankan hangat jangan minum es saat makan nasi, akhirnya pesan jeruk hangat empat. Pesanan segera datang dan segera dinikmati. Setelah membaya makan Wak Uke menanyakan apakah mereka mau keliling lagi atau melanjutkan tujuan... Dodi Burhan dan Yudhistira sepakat melanjutkan saja...


Mengendarai mobil Wak Uke sampaikan tujuan selanjutnya adalah Siola tempat belanja di jalan tunjungan.


Gedung Siola dibangun ada tahun 1877 oleh investor kebangsaan Inggris bernama Robert Laidlaw,  pemilik Whiteaway Laidlaw & Co, perusahaan ritel besar dunia saat itu. Dibangun sebagai pusat jual beli grosir dengan nama "Het Engelsche Warenhuis" atau Toko Serba Ada Inggris

__ADS_1


Tahun 1935, saat Jepang masuk ke Surabaya,  diganti namanya menjadi Toko Chiyoda.


Toko Chiyoda adalah toko Tahun 1935, saat Jepang masuk ke Surabaya, gedung tersebut diambil alih oleh pengusaha Jepang dan diganti namanya menjadi Toko Chiyoda, Tahun 1935, saat Jepang masuk ke Surabaya, gedung tersebut diambil alih oleh pengusaha Jepang dan diganti namanya menjadi Toko Chiyoda. Toko tas dan koper terbesar di Surabaya kala itu. Sebagai saksi masa perjuangan


Hingga pada tahun 1950, Presiden Soekarno mengambil ali gedung tersebut menjadi aset Pemkot Surabaya.


Pada tahun 1960, lima orang pengusaha, Soemitro, Ing Wibisono, Ong, Liem dan Aang mengontrak gedung tersebut dari Pemkot Surabaya.


Siola sempat akan berubah nama menjadi Tunjungan City karena akan dibuka department store lain, namun gagal.


Akhirnya gedung tersebut dikembalikan pada Pemkot Surabaya.


Hingga akhirnya tahun 2015, Wali Kota Surabaya yang saat itu dipimpin Tri Rismaharini menjadikan gedung itu menjadi Museum Surabaya. Dan kantor pelayanan Terpadu hingga sekarang.

__ADS_1


Setelah memarkir mobil Wak Uke membeli es cream di toko sariagung sebelah Siola... Burhan dan Yudhistira sangat menikmati.. itulah saat pertama mereka mengenal es cream... hmmm enak kata mereka..Hahahaha Dodi tertawa lebar melihat Burhan dan Yudhistira belepotan mulutnya karena pertama kali makan es cream.


Sebagai anak daerah yang hanya mengenal jajanan pasar Burhan dan Yudhistira memang belum pernah makan es cream...jadi tersipu malu dan mengusap mulut mereka dengan tisu rang diberikan Wak Uke kepada mereka ...yang terlihat menahan senyum.


Wak Uke mengajak mereka naik ke lantai 2 ... kemudian meminta mereka berjajar mendekat ke pembatas lantai sambil melihat ke bawah.


"Awas hati hati dijaga anaknya pak!" terdengar seruan satpam mengingatkan. "Iya pak terima kasih" jawab Wak Uke sambil tersenyum dan mengganguk kepada satpam yang memperingatkan..


"Coba perhatikan orang-orang yang keluar masuk dibawah!" Wak Uke berkata sambil menoleh kepada 3 anak disebelahnya. "Baik Wak"... jawab mereka serempak sambil bingung memikirkan ada apa. "Salurkan energi kekepala... dan bersiap" ujar Wak Uke lagi.. tiga bocah lelaki itu bersiap san mengambil sikap...


"Tidak berdiri biasa saja...tidak perlu tegang" Wak Uke menambahkan melihat Burhan yang kaku.


"Lihat dibawah orang berbaju merah dengan topi hitam. ... Dodi suruh dia melompat kekanan!" perintah Wak Uke kepada Dodi. Terlihat dibawah seorang laki laki berbaju merah dan bertopi hitam tiba melompat kekanan. . mengejutkan banyak orang. Seorang wanita yang tadi berada didepan lelaki itu ikut tersentqk kaget... melihat dompetnya berada ditangan orang lain sontak dia berteriak...copet copet copet. Laki laki itu mencoba berlari tapi sayangnya banyak orang yang bersegera memukul dan berusaha menangkapnya... Akhirnya laki laki itu tertangkap dan dibawa satpam pertokoan kedalam menunggu polisi yang akan memprosesnya.

__ADS_1


__ADS_2