
"Mulai...!" aba aba wasit lapangan menandai dimulainya lagi pertandingan. Yudhistira yang sudah ambil ancang ancang langsung menyerang... hiaaat ..buk bak buk saling memukul menangkis dan menendang. Setelah memahami aturan penilaian Yudhistira tahu celah mana yang akan diambil untuk segera mendapat nilai. Menangkis pukulan Rio... nama lawannya yang Yudhistira ketahui dari informasi Agus, dia memasukkan tendangan kedadanya..buuk Rio terdorong mundur.. Maju menyerang lagi...Yudhistira dapat lagi mengambil kesempatan. Pertandingan berakhir dengan menangis angka untuk Yudhistira.
Agus bertanding di gelanggang sebelah, Yudhistira memandang dari jauh... mengamati pertandingan Agus. Bak .... buk pertandingan berjalan lambat... setelah memukul dan menendang mereka saling mundur mengambil jarak terlihat mereka saling menjaga kekuatan dan stamina. Agus memenangkan pertandingan meski dengan selisih angka tipis.
Agus sampaikan seringnya pertandingan gelar seperti ini berbeda dengan perkelahian bebas diluar... tujuan untuk mengasah kemampuan juga untuk memperkenalkan silat kepada umum,
dilakukan berdasarkan rasa persaudaraan dan jiwa kesatria dengan menggunakan unsur-unsur beladiri , seni dan olahraga Pencak Silat dan menjunjung tinggi IKRAR PERSILAT.
__ADS_1
Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pencak Silat yaitu menangkis/mengelak, mengenakan sasaran dan menjatuhkan lawan, menerapkan kaedah Pencak Silat serta mematuhi aturan-aturan yang ditentukan. Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang/ancang ancang, langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang.
Yudhistira merasa malu mendengar uraian Agus... yang dia lakukan jauh dari kaidah atau norma yang ditetapkan dalam peraturan pertandingan. Pertandingan berlanjut... Yudhistira bertanding sambil mengamati jurus jurus yang dipakai para peserta.. aneka ragam gerakan pukulan, tendangan, tangkisan dan tolakan. "ciaaat... pak...buk jedaaar"... pukulan masuk lagi setelah lakukan tangkisan hingga lawannya mundur hingga pembatas. Meski bisa menangkis dan menolak kadang tendangan yang tidak diduga sempet hampir bersarang di badan Yudhistira. Untungnya insting gerakan otomatis dari Pak Kan bisa memblokir karna kecepatan masih dalam taraf yang sama... tingkatan tenaga masih sama. Yudhistira dan Agus masuk ke babak selanjutnya.
Tingkat pertandingan selanjutnya menjadi lebih tinggi... peserta pada babak ini tinggal dua puluh orang. Selain menguasai berbagai teknik terbaik dari masing-masing perguruan mereka juga sudah sering kali alami sabung.
"Mulai...! aba aba dimulainya pertandingan... ciat .. pak...buk ...pak... Yudhistira berusaha menjaga jarak dan menahan tendangan lawan yang datang bertubi tubi. Lawannya kali ini andalkan kaki untuk terus menyerang... dengan perbedaan tinggi badan dan tingkatan dalam tenaga... Yudhistira berusaha menahan diri dalam mencari celah membalas. Buuuuk...srooot..buk.. Tiba-tiba tendangan keras diluncurkan lawannya membuat Yudhistira mundur dan terjatuh. Tiga kali ...hal ini terjadi.. akhirnya pertandingan selesai dengan kekalahan Yudhistira.
__ADS_1
Saling memberi hormat... dan kembali ke tempat masing-masing...
Yudhistira berjalan lemas .. melihat Agus sudah duluan duduk sambil nyengir.. ternyata telah kalah duluan. Tidak apa apa katanya.. pengalaman dan ilmu baru banyak yang kita dapat disini... lanjutnya.
Digelanggang pertandingan berjalan dengan keras... masing-masing peserta ingin masuk sepuluh besar.. karena bila masuk sepuluh besar mereka akan mendapat dana pembinaan yang lumayan. Bak buk pak dug.... bunyi tendangan pukulan dan tangkisan masih terdengar dengar keras... tapi Yudhistira dan Agus memutuskan untuk meninggalkan gelanggang Remaja untuk pulang karena merasa sudah cukup pengalaman yang diraih... menyadarkan diri bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dalam beladiri.
Dipintu keluar gelanggang.. Yudhistira dan Agus dihentikan seseorang.. lelaki baya dengan baju pendekar.. Diawali basa basi orang tersebut menawarkan untuk bergabung dengan perguruannya.. karena melihat potensi dari pertandingan Yudhistira dan Agus yang ada. Saling berpandangan ... mereka berdua hanya bisa sampaikan akan berpikir dulu.. dan melanjutkan pulang
__ADS_1