
Dari kejauhan kak Anton telah berjalan memasuki gerbang sekolah yang terbuka lebar, karena memang sengaja di buka lebar oleh sang kepala sekolah untuk bersiaga agar bis yang mengatar study tour nanti langsung masuk area sekolah kita.
Sambil menunduk dan tudung jaketnya dipakai dikepala. Kedua tangannya dimasukan saku jaketnya. Kak Anton tak menyadari kedatangan Tia di depanya saat dia melangkah memasuki gerbang sekolah.
Dengan langkah kesal sampai lah Tia di depan kak Anton persis, sedang menghadang jalannya.
"Kak Anton" ucap Tia
Kak Anton seperti gelagapan karena kaget.
"eh, I-ya honey.. Udah mau pulang?" ucapnya sambil tersenyum kaku.
"iya! Kan udah Whatsapp kan tadi aku. Mana ponselnya?!" ucap Tia kesal sambil memanyunkan bibir kemudian menodong ponsel pacarnya dengan paksa.
"maaf sayang dari tadi kan sibuk nyiapin buat study tour kan sayang. Hape aku di charge juga." ucap Anton sambil mencoba merogoh ponselnya di saku celana.
Tia pun langsung merampasnya setelah ponselnya di depan mata, "motor kamu mana??" sambil memeriksa ponsel kak Anton
Tami yang tadi mengikuti langkah Tia yang tergesa-gesa pun tiba-tiba berhenti. Karena tidak ingin ikut terlibat pertengkaran rumah tangga mereka dan hanya mencoba menyimak dari kejauhan terlebih dahulu. Mungkin Tami hanya berjarak sepuluh langkah di belakang Tia. Keduanya pun juga tahu kedatangan Tami.
"aku dianterin temen sayang. Maaf gak bisa anterin kamu." ucap kak Anton memelas yang memang tidak tahu kalau Tia membawa motor sendiri.
"siapa yang mau minta dianterin. Nih bawa kunci sendiri." ucap Tia sambil menunjukkan kunci motornya.
"ohh ya udah sa-" belum selesai kak Anton berbicara.
"kok gak bales pesan aku kenapa??" tanya Tia lagi memastikan
__ADS_1
"kan tadi aku udah bilang honey-ku sayang ku, ponselnya aku matiin pas di charge, powerbank juga abis gantian di charge buat persiapan. Mendingan mana selama perjalanan gak ngabarin atau pas selama pelajaran kamu minta dikabarin terus??" ucap kak Anton mencoba meyakinkan.
"berangkat kesini sama temen namanya siapa??" ucap Tia masih dengan tangan utak-atik ponsel pacarnya.
"kan tadi udah jawab sama temen kan honey-ku, sayang-ku.." rayu kak Anton.
"temen siapa??" tanya Tia lagi
"namanya Yan--" ucap kak Anton terpotong
"Yani?? Loh kak Anton temennya Yani??" sahut Tami yang tiba-tiba ikut berdiri dekat pagar.
"kamu kenal Tam? Siapa Yani??" tanya Tia memandang teman dan Pacarnya bergantian.
"sayang..tadi itu cuma kebetulan Yani lewat, terus tau aku mau jalan kaki terus nawarin tumpangan, kebetulan dia mau ke rumah temennya yang alamatnya di gang belakang sekolah kita." jelas kak Anton sambil memegang tangan Tia meyakinkan.
"Iya, udah pulang dia. Kamu kenal juga Tam?" tanya kak Anton.
"Dia kan temen satu sekolah pacar aku kak. Kok udah pulang??" tanya Tami yang makin penasaran.
"Iya udah dari tadi jam 12 kayaknya, tadi sempet liat dia nongkrong sama temen-temennya di kedai es kopi deket rumahku, tahu kan??" ucap kak Anton.
Jelas saja Tami tahu rumah kak Anton, sebab Tami pernah mengantar Tia bermain ke rumah kak Anton. Karena saat itu Tia masih malu dengan keluarganya kak Anton. Berbeda dengan sekarang kapan saja Tia bisa mampir ke rumah kak Anton asal tahu batasan waktu.
Tami hanya mengangguk dan kemudian mengecek ponselnya kembali.
"nih hape mu! Awas kalau bohong dan sampai macem-macem!" ancam Tia dengan muka galaknya.
__ADS_1
"gak sayang-ku honey-ku.. Satu macem aja udah cukup buat aku." ucap kak Anton sambil mencubit pipi Tia.
Tia kemudian tersenyum kepada kak Anton. Dan sekarang beralih menatap Tami bingung.
"kamu nelpon siapa Tam??" tanya Tia penasaran.
"Doni! Perasaan ku kok gak enak ya. Kok gak ada balasan apa ngabarin juga. Padahal tadi Online loh dia di messanger baru aku lihat." ucap Tami yang tiba-tiba sewot.
Kak Anton dan Tia kemudian saling pandang, "wah gawat nih!" ucap mereka serentak.
Sekali, dua kali tak ada jawaban dari telepon Tami. Kemudian dia ber-inisiatif mengirim pesan kembali.
Β°πDoniπ
~kamu udah jam pulang belum Don? Pengen mampir ke sekolah kamu nih. Sekarang berangkat yah. Udah pulang aku. See U π
"mampir ke sekolah Doni sebentar yuk Tia. Udah kak sayangan2nya??" ucap Tami yang kemudian melepas pegangan tangan dua sejoli itu.
"yah..baru juga sebentar. Penggangu lu emang!" ucap Tia
"ya udah aku balik pulang kak, nanti kabarin beneran loh kak. Awas aja kalau enggak!" ancam Tia ke Anton kemudian.
Tami menarik tangan Tia menuju parkiran motor kembali.
"bye kak Anton" ucap Tia dengan melambaikan tangan kepada kak Anton
"bye sayang! Hati hati pulangnya ya.. " balas kak Anton kemudian memberikan senyuman.
__ADS_1
Tami dengan wajah gusar menyuruh temannya itu untuk segera menyalakan moror. "Iya.. Iya sabar ah, kamu kenapa sih Tam tiba-tiba gitu?" tanya Tia penasaran