Mendua

Mendua
Rindu


__ADS_3

Pagi yang cerah, matahari terang dengan sinarnya. Awan putih bergerak bebas namun pasti tak menutupi terangnya matahari. Secercah harapan pagi yang lebih baik dari kemarin selalu tertorehkan.


"Yeah, you got that yummy, yum


That yummy, yum


That yummy, yummy


Yeah, you got that yummy, yum


That yummy, yum


That yummy, yummy"


"selamat pagiiii" ucap Tia penuh keceriaan memasuki ruangan.


"semangat bener buk. Pagi-pagi udah berdendang." ucap Rafli yang sedang piket.


"abis dapet lotre ya Tia? Bagi-bagi dong" ucap Tami yang baru datang dan nimbrung obrolan.


"gak dong aku kan selalu happy. Lala..lala.lala.." ucap Tia dan melanjutkan senandungnya yang terhenti dan melangkah ke bangku tempat duduknya.


Tia pun kini telah duduk meletakkan tas di atas meja dan masih saja bernyanyi sambil memainkan ponselnya.


"kamu kenapa sih Tia bahagia banget. Abis dapet apa dari Kak Anton??" tanya Tami


"dihh kak Anton, boro-boro ngasih. Semalem aja cuma WhatsApp-an bentar doang. Nyampai pagi ini gak ada kabar. Ya udah lah ya." ucap Tia datar


"Lah terus kenapa itu nyanyi-nyanyi kayak seneng banget gitu?" ucap Tami


"ya mending nyanyi lah, daripada stres terus nangis-nangis gara kangen gak jelas." ucap Tia


"terus,terus kak Firdaus gimana semalem udah dibales?" tanya Tami penasaran


"udah"


"kamu jawab apa?"

__ADS_1


"aku tolak lah, kan masih pacaran sama kak Anton. Walau pun suka lirik sana sini, tapi aku ya tau diri lah Tam." ucap Tia tegas


Kini Tami dan Tia duduk dan tidur dilipatan tangan mereka yang ditaruh di atas meja dan saling berhadapan.


"semalem telepon-an sama kak Anton kan tapi??" tanya Tami


"ihh lemot banget sih. Kan tadi aku udah bilang aku cuma di chat WA doang. Dan pagi ini belum ada kabar dari dia." jawab Tia mulai kesal


"iya,iya maap. Besok Doni tanding nonton yuk?" pinta Tami


"gimana ya, besok sore kayaknya kak Anton udah pulang. Doni tanding kapan emang? Pagi?" ucap Tia


"belum tahu jadwalnya juga. Semalem aku udah tidur dia chat selamat tidur doang. Ya nggak aku bales lah." ucap Tami


"ah, apa aku coba telepon sebentar sekarang ya, mana mungkin pagi-pagi gini latihan kan.." ucap Tami lagi yang kini bangkit dengan senyum mengembang.


Tami pun merogoh saku roknya mengambil ponselnya yang full gambar dan nuansa doraemon itu. Segera Tami mencari kontak Doni untuk diteleponnya.


Sekali , dua kali, tiga kali tak ada jawaban diterimanya telepon Tami. Tersungkur lagi lah Tami di atas mejanya.


"udah lah. Baru siap-siap berangkat latihan mungkin. Aku juga rindu kak Anton. Huaaaa" ujar Tia yang di ucapkan seperti dibuat-buat akan menangis.


Drt..drrrrttt.....drrrrrttt...


"itu tuh getar terus--" ucap Tia terpotong


*telepon*


Tami: "halo, assalamualaikum kasya? Apa kabar?? Kamu lagi apa??? Aku udah di sekolah kasya."


Tia pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah temannya itu. Dan kembali memainkan ponselnya.


Doni: "halo, waalaikumsalam ade tersayangku. Aku baik-baik saja, ini mau berangkat tadi lagi sarapan makanya belum bisa angkat telepon. Semangat banget tanyanya. Udah gak punya stok spasi ya. Hhaha"


Tami: " iih kangen tahu kasya, khawatir besok yang mau tanding. Bercanda mulu nih. Jadi gak jadi marah nih kan. Huh"


Doni: "haha. Biarin wekk. Lagian marah-marah terus di ajak temenan iblis ntar loh."

__ADS_1


Tami: " apa? Maksudnya temenku Tia gitu?"


Tia yang mendengar namanya di bawa-bawa pun bangkit dan mengangkat alisnya penasaran.


Doni: "iihh nggak lah, desya ntar aku di unyel-unyel dia nanti kalau dia denger. Ada dia gak itu. Awas loh. Kamu yah jangan bikin maut dekat sayang."


Tami: " haha.. Iya.. Iya maap kakak syayang. Iya ada Tia. Mau nitip salam? Ya nanti aku sampaiin. Oh iya, besok kamu tanding jam berapa?"


Doni: "oh besok kayaknya siang. Kamu mau nonton??"


Tami: "iya, tapi Tia kayaknya gak bisa, pacarnya pulang abis study tour. Palingan milih nganter pacarnya pulang. Ya aku live aja ya. Minta temen mu kek live in gitu sayang"


Doni: "iya nanti aku bilangin live di hape ku ya sayang. Eh, udah ya aku mau berangkat. Assalamualaikum desya"


Tami: "waalaikumsalam kasya. Semangat ya!"


"dia bilang apa kok bawa-bawa namaku?" tanya Tia selidik


"haha.. Santai aja bos. Tadi dia nanya aku sama siapa dikelas. Ya siapa lagi kalau bukan temen ku yang cantik ini." ucap Tami meyakinkan dan mencibirnya kemudian.


"beneran?? Dosa loh boong" ucap Tia.


"hehehe..kamu cantik deh kalau gitu" ucap Tami dengan cengengesan. Berharap temannya itu tidak tahu kalau Dia berbohong.


"jadi iri deh, aku jadi kangen sama kak Anton. Syedih lagi kan aku. Huu" ucap Tia kini dengan manyun.


"utututu.. Sabar aja sayang. Nanti pas istirahat coba telepon lagi dia. Sini peyuuk." ucap Tami sambil mencubit pipi Tia.


Tami pun mengulurkan tangan kepada Tia. Tia pun menerimanya. Lagi-lagi mereka berpelukan dengan hangat.


Tok..tok..tok.. "permisi"


Tami dan Tia pun melepas pelukan dan menoleh siapa yang mengetuk pintu kelas yang jelas-jelas telah terbuka. Setelah mereka menyadari kedatangan seseorang pun keduanya pun kini saling pandang. "kak Firdaus" ucap mereka kompak dan suara yang dipelankan.


"mau apa dia ke sini Tia?? " ucap Tami khawatir.


Tia mengabaikan ucapan Tami dan memilih pergi menemui kak Firdaus di depan pintu kelas.

__ADS_1


__ADS_2