Mendua

Mendua
Minggu


__ADS_3

Minggu pagi. Awan yang nampak putih dan langit ketara berwarna biru. Terik matahari yang belum terpancar, membuat Tami malas beranjak dari kasur. Masih tergulung selimut rapat, diranjang yang empuk dan nyaman.


Sebenarnya dia sudah bangun dari subuh tadi, namun dia enggan bangun karena memang dia sedang tak wajib melakukan ibadah saat ini. Biasa halangannya seorang cewek datang. Kembali lah ia tidur, hingga kini dia terbangun mengingat jadwal tanding kekasihnya.


Buru-buru Tami mengirim pesan penyemangat untuk kekasihnya itu.


๐Ÿ’“Doni๐Ÿ’“


~kakak tersyayangku udah solat kan tadi? Semangat tandingnya ya. Berdoa biar sehat dan kuat. Hehe. Kalau sempet telpon aku sebentar yak??


Tentu saja Tami mengirimnya dengan wajah yang ceria dan penuh semangat. Berharap Doni segera merespon pesannya.


Bip..bip..


Tia my BF๐Ÿ’•


Tam, aku jogging sama kak Firdaus๐Ÿ˜… gak pengen ikut kamu?


"gila ini bocah, jadi ini kemarin kak Firdaus nyamperin mau ajak ketemuan, ya jogging ini. Kok mau ya dia" umpat Tami


Tia my BF๐Ÿ’•


~Sehat-sehat ya buk. Moga gak kena penyakit abis olahraga. Gak bisa liat temen jantungan gara-gara putus sama cowok soalnya.


Haha ๐Ÿ˜


"jadi takut jadinya aku diginiin sama Doni. Dia kok gak bales-bales pesan ku sih. Hah" ucap Tami mulai sebal. Di bantinglah hape-nya ke kasur empuknya itu.


Karena ini hari libur, entah kenapa Tami menjadi malas sekali kalau sudah badmood seperti ini. Dia akhirnya kembali tidur setelah marah dan banyak mengumpat. Bahkan lapar pun belum dirasakan padahal dia sudah biasa sarapan.


***

__ADS_1


"assalamualaikum, ya halo? Kenapa ya?


Tami masih setengah sadar karena dia memang baru bangun setelah telponnya berdering. Dan masih belum sadar kalau itu vidio call dari Doni.


"waalaikumsalam, sayang aku mau tanding nih. Kamu lagi ngapain sih? Baru bangun ya kok masih di kasur?"


Dengan cepat Tami membuka lebar matanya dan sadar sepenuhnya. Setelah mendengar suara vidio call dari sebrang adalah Doni.


"Hehe kasya.. Iya. Abis lagi boring ya tidur, ibuk juga udah ke pasar. Jadi sepi di rumah ya tidur gak temennya. Kamu mau tanding ya kak?"


"iya. Bangun mandi dulu gih cepet, sebentar lagi aku tanding. Ini mau pemanasan dulu. "


"oh. Oke bos. Entar vidio call lagi ya live-in pas tanding kamu, suruh temenmu sapa kek gitu kak. Ya kakak tersayang? Bye assalamualaikum." sambil tangannya memberi hormat dan mengedipkan matanya sebelah.


"iya nanti aku telpon lagi. Bye adik sayang. Waalaikumsalam. Muah"


Tut.. (terputuslah sambungan vidio call mereka)


"aaaaaa.. Baru kali Ini kak Doni kasih cium gitu. Biasanya dia kan jaim.. Uhh lumerr deh. Makin cintah akuuhh." ucap Tami kegirangan dengan gaya alay-nya setelah menutup telpon dari Doni.


...


"weehh udah jam 10 lebih 15 ya, pantes laper banget lah belum sarapan dari tadi. Haha" ucap tapi yang heboh kelaparan sendiri.


Berjalanlah dia menuju ruang makan untuk mengambil sarapan.


"ibuk aku mau sarapan, masak apa tadi?" teriak Tami yang baru keluar dari kamar.


Mengetahui di dapur dan sekeliling rumah sepi, jadi Tami membuka tudung saji sendiri. Dan dia tersenyum melihat nasi goreng kesukaannya yang dimasak ibunya tadi pagi.


"yah belum pulang ya. Yaudah deh bawa nasinya ke kamar aja."

__ADS_1


Sambil membawa sepiring nasi dan segelas air putih Tami kembali menuju kamarnya. Dia bisa saja makan di meja makan atau di ruang keluarga, tapi dia takut kalau saja ibu nya pulang melihatnya sedang vidio call dengan Doni.


Doni memang pernah bermain ke rumah Tami dan dikenalkan kepada kedua orang tuanya. Namun nampaknya ibu Tami kurang begitu setuju kalau anak bungsunya sibuk pacaran, takut kalau prestasi sekolahnya nanti menurun. Jadi dia tidak bilang kalau Doni itu pacarnya melainkan teman dekat yang terus mendekati Tami dengan maksud suka, namun Tami belum membalas rasa sukanya. Kedua orang tuanya percaya bahwa belum ada apa-apa diantara mereka, padahal mereka telah menjalani hubungan pacaran itu.


Masih menikmati makanan di kasur dan menunggu telpon kembali dari Doni. Tami sibuk meminkan ponselnya, membuka sosmednya satu persatu karena bosan menghampiri. Tami memang bukan anak hits, tapi dia hampir punya semua sosmed yang lagi hits. Mulai dari WhatsApp, Facebook, Line, Twitter, path, telegram, instagram, dan masih ada lagi yang belum sempat ia buka, mungkin saja ada hal penting yang disampaikan di akun sosmednya.


"aaaa.. Hai, kak Don. Semangat yak!"


Tanpa ia sadari saat scroll instagram sudah ada vidio call dari kekasihnya itu, otomatis terpencetlah tombol hijau.


Dengan semangatnya Tami meneriaki nama Doni, walaupun entah di dengar atau tidak di arena tanding yang terpenting Tami ada untuk Doni.


Pertandingan dimulai dan Doni hampir saja kalah dengan pukulan-pukulan lawan, hampir dua kali dia terjatuh. Dan saat ini kuku kakinya nampak berdarah karena tidak sengaja tadi terinjak dan terjegal lawan.


"aaa.. Kasihan kak Doni. Ayo kak semangat lawan lagi"


"ayo kak!!! Kak Doni semangat! Semangat!"


"yes! M**p*s tuh si item kalah kan mau maen curang kan tadi rasain kalah" gumam Tami kemudian.


Akhirnya pertandingan di menangkan oleh Doni, karena awalnya mereka sama dua kali menjatuhkan, tapi di menit terakhir Doni benar-benar bisa menjatuhkan lawan meringkusnya dengan gerakan kuciannya.


'Don sini ini minum kamu!' terdengar suara cewek dari seberang namun tak tampak dalam video, suara itu seperti ada di sekitar temannya yang merekam. Masih dalam mode aktif mungkin menggunakan tripott tongsis, ponselnya jadi otomatis merekam tanpa di pegang tangan temannya. Terlihat Doni berjalan ke samping vidio dan meminum air dari botol.


Tami hanya mengamati, mencoba mencerna apa yang sedang terjadi. Dia masih terdiam dan berharap Doni sadar akan video call itu.


'ngasih minum doang, mana jajannya laper nih ndut' suara Doni dari seberang telpon


'entar lah, kan di kasih nasi kotak sama panitia. Haha. Sini aku pijit aja' masih terdengar suara cewek yang tadi.


Tami yang sedari tadi yang belum menghabiskan makanan, mecacah-cacah nasinya dengan sendok. Tami merasa mulai geram, namun ia tampak mengamati dulu situasinya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit di awasi mereka yang sedang bercanda, dan posisi Doni yang seperti di pegang bahunya, tapi entah siapa wanita itu. Lama kelamaan Tami tak betah melihatnya dan mematikan ponselnya kemudian.


"cari gara-gara tuh cewek, godain pacar orang lagi!. Doni lagi gila udah tahu video call masih gitu aja, sadar gak sih dia! Temannya juga ngapain sih ikut diem aja! Padahal kan dia di pasrahin pegang hape Doni. Aaaargh! Bikin sebel aja ya! Minggu macam ini haaa hiks!" umpat Tami yang tanpa sadar matanya telah merah dan berkaca-kaca. Sambil meremas seprei nya ia lalu membanting ponselnya ke kasur.


__ADS_2