
"**Takkan pernah terlintas
Tuk tinggalkan kamu
Jauh dariku, kasihku
Karena aku milikmu
Kamu milikku
Separuh nyawaku
Hidup bersamamu**"
"Hape mu bunyi tuh" ucap Tia yang baru akan mengendarai motornya.
๐Doni๐
*telepon*
"Assalamualaikum, Halo desya??"
"waalaikumsalam kasya."
"ade mau ke sini? Katanya mau ke toko accessories?"
"iya. kenapa gak boleh??"
"ya bukannya gak boleh. Aku abis ini mau latihan desya"
"dari tadi ngapain?? Hah??"
"iya sekolah lah tadi. Ini baru mau ganti."
"bukannya udah pulang dari sejam yang lalu ya?? Cek hape doang lima menit emang gak bisa ya??"
"loh kamu kok ngomong gitu? Ya gak gitu sayaang. Kamu gak percaya sama aku??"
"udah deh jangan bohong. Ya udah aku mau pulang. Terserah kamu."
__ADS_1
Tut..tut..
"Doni ya? Bilang apa dia?" tanya Tia
"bilangnya baru pulang. Aku mau mampir ke sana gak boleh katanya. Heran aku jelas-jelas temen sekelasnya Yani aja udah pulang." ucap Tami yang lalu duduk di belakang Tia.
"jadi mampir dulu ke sekolah Doni gak ini?" tanya Tia memastikan.
"iya. Bodo amat mau bilang apa dia!" ucap Tami kesal
"udah ayok jalan. Aku pengen liat langsung dia jujur apa enggak."
Tia pun hanya bergeleng-geleng lalu menuruti kemauan temannya itu.
...
_SMK WIJAYA KUSUMA_
Tia memberhentikan motor depan gerbang sekolah. Melepaskan helm INK ping-nya.
"yakin mau masuk??" tanya Tia
Tami lalu mencoba menelepon, namun tak diangkat juga. Tami pun tak sabar, dia langsung jalan menuju pintu gerbang tepat dekat kantor satpam sekolah.
"pak boleh nanya gak?" ucap Tami pada seseorang yang memakai seragam putih hitam itu.
Tia pun memarkirkan motornya, lalu menghampiri Tami.
"iya ada apa neng??" ucap seorang satpam itu.
"pak kalau boleh tanya kelas sepuluh jurusan TKJ udah pulang apa belum ya?" tanya Tami
"udah neng, dari tadi siang setelah istirahat kedua di pulangin." jelas pak satpam yang namanya tetera Udin Purnomo
"loh udah pulang ya pak, pulang pagi kenapa pak? Padahal ada yang mau dititipin loh.." tanya Tami
"iya neng, sebagian murid dikelas itu pada ikut lomba macem-macem jadi dikosongkan sekalian kelasnya. Katanya sih yang gak ikut lomba tetep ada tugas, tapi boleh pulang. Tapi ada juga anak TKJ yang masih latihan karate neng."
...
__ADS_1
"mau nitip barang apa pesen ke siapa neng biar saya sampaikan nanti??" tanya pak Udin
Tiba-tiba Tami melihat gerombolan anak memakai seragam bela diri berwarna putih-putih.
"emm..gak usah pak. Saya coba ke rumahnya aja pak. Saya kira masih sekolah. Ya sudah terimakasih. Permisi ya pak." ucap Tami dengan senyuman semanis mungkin.
Pak Udin Purnomo yang diketahui namanya tanpa berkenalan itu pun mengangguk dan memberi senyuman kepada Tami.
"gimana? Gimana?" tanya Tia penasaran.
"udah yuk cepatan balik. Nanti aku ceritain di toko accessories." jawab Tami tergesa-gesa.
Buru-buru Tami mengajak Tia pergi dari sekolah Doni. Karena tahu tadi Doni yang telah memakai seragam karate dan beberapa temannya sedang menuju parkiran motor.
_toko accessories_
Sambil memilih-milih accessories mereka mengobrol lagi.
"bingung sekarang ngadepin Doni kayak apa. Kok ngerasa ada yang beda ya." ucap Tami
"lah gimana? Tumben banget ragu. Biasanya kok menggebu-gebu positif Tam." ucap Tia sambil tersenyum sebelah.
"lah masalah dia makin kesini jarang hubungi, terus gak jujur lagi." ucap Tami
"positif aja. Kali aja sibuk dia. Biasanya gitu kan.." ucap Tia terkekeh
"tau ah. Kamu gitu. Nambahi emosi aja sih!" ucap Tami kemudian lebih memilih utak atik ponselnya.
"ini nih pake bando dulu terus selfie biar gak manyun melulu." Hibur Tia kemudian sambil memasang bando kelinci berwarna merah muda ke kepala Tami.
"senyum dong ah" ucap Tia lagi yang sekarang mengajak selfie.
"hahaha" akhirnya mereka tertawa bersama melihat hasil potretan wajah absurd mereka.
"tadi aku tanya satpam disitu sejak kapan kelas TKJ pulang. Terus bilang, bener sejak jam dua belas tadi kelasnya sudah kosong karena sebagian anak di kelas itu pada ikut lomba. Lah tadi aku buru-buru pamit gara-gara liat Doni jalan ke parkiran motor." ucap Tami yang akhirnya buka suara.
"emm.. Ya udah. Tunggu aja sebentar sampai dia bener-bener luang. Terus tanya lagi dia untuk mastiin. Aku tahu kok temenku ini baik pasti dapet yang baik juga. Kan sekarang ada aku gak usah sedih lagi." ucap Tia tersenyum menenangkan.
Tia pun akhirnya memeluk Tami. Tami pun membalas pelukan itu dan merasakan sebuah rasa syukur tak terkira mempunyai sahabat seperti Tia.
__ADS_1
*Terima kasih atas waktunya. Jangan lupa like ya:) *