Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh
10. Menantu buat Mama


__ADS_3

Sabtu pagi, Celia sengaja berlama-lama di dalam kamarnya. Ia ingin menikmati hari liburnya. Walaupun semalam ia pulang sudah larut sekali namun tak menghalanginya untuk bangun pagi dengan segar. Sedang asiknya memainkan game di ponselnya, pintu kamarnya terdengar di ketuk.


Tok..tok..tok..


"Cel.. udah bangun belum nak?" terdengar Mamanya memanggil. "Ayo sarapan dulu cel, Mama beliin kamu lontong sayur padang ni".


Celia pun langsung beranjak dari kasur dan membuka pintu kamarnya. "Iya Ma, aku udah bangun kok, hoammm" kata Celia sambil menguap.


"Ih anak gadis ga boleh lebar-lebar buka mulut"


"Biarin aja ah mam, mumpung masih jomblo" sahut Celia pada Mamanya sambil tertawa.


"Ntar lagi juga ga jomblo dong, kan udah ada calon bebeb baru" ledek Mama Celia lagi.


"Duh belom kepikir deh Ma, masih menikmati kebebasan juga, yuk ah makan, Celia udah laper"


Tiba di meja makan, sudah ada Papa Anton, papa Celia yang menunggu anak gadisnya untuk sarapan. Sang Papa menyambutnya dengan hangat, seakan masih merasakan sedih atas apa yang di alami anaknya.


"Duduk sini sayang".


Celia pun mendekat ke Papa Anton dan duduk di kursi sebelahnya.

__ADS_1


"Ada rencana kemana hari ini sayang?"


"Nanti siang mau ke Plasa Senayan Pa, janjian sama Linda"


"Oh gitu, tadinya mau Papa kenalin sama temen Papa"


"Hmm.. ada aroma perjodohan ni kayanya" timpal sang Mama.


"Ngga kok Ma, ada project besar ni, siapa tau Celia bisa ikutan gabung di project ini"


"Wah kalo urusan project si ga bisa dilewatkan Pa" sahut Celia dengan semangat.


"Kalo kamu ada janji siang, nanti Papa undang mereka untuk makan malam saja, gimana?"


"Mereka? emang teman Papa banyak?"


"Ngga, hanya Pak Wijaya dengan istri dan anaknya saja, gimana Ma, bisa kan siapkan makan malam istimewa buat tamu kita?"


"Siap dong Pa, nanti Mama siapkan menu istimewa buat tamu kita". "Ayo kita sarapan dulu sekarang, keburu dingin makanannya".


"Siap Ma" sahut Celia dan Papa Anton berbarengan.

__ADS_1


Mereka pun sarapan dengan santai sambil berbincang ringan. Setelah itu Celia keluar ke taman belakang dan bersantai di gazebo samping kolam renang. Tak lama sang Mama, Mama Tia muncul sambil membawa buah mangga yang sudah dikupas.


"Makan mangga dulu ni Cel, udah Mama kupasin, manis banget deh".


"Iya Ma, makasi ya.. duduk sini yuk Ma, temenin Celia"


"Kenapa, kamu masih galau? atau masih kangen Wisnu" tebak Mama sambil menatap wajah anaknya yang tampak sendu.


"Jujur Celia udah ikhlas Ma, cuma ada rasa yang masih ga nyaman di hati Celia, Celia kasian sama Wisnu Ma, Celia putusin dia secara tiba-tiba begini".


"Maaf ya Cel, mungkin dari awal Mama harusnya melarang kamu untuk serius berhubungan sama Wisnu, jadi kalian ga perlu sakit seperti ini". Mama berkata penuh penyesalan.


"Bukan Ma, ini bukan salah Mama, Celia kan juga sudah dewasa saat memutuskan untuk serius, mungkin hanya berharap lebih aja dari hubungan kemarin". Jelas Celia, ia juga tak tega melihat sang bunda merasa bersalah.


Lalu Celia pun memeluk Mamanya dan berkata "Celia akan kasih Mama menantu yang baik dan sayang sama Mama dan Papa".


"Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu sayang".


******


Terima kasih untuk yang sudah membaca karya perdanaku ini. Jangan lupa di bantu komentar dan like nya ya supaya aku juga semangat nulisnya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2