Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh
6. Perpisahan yang manis


__ADS_3

"Mba Cel" panggilan Sasa menyadarkanku bahwa ada mereka masih menungguku. "Kita duluan balik ya mba, mba Celia sama mas Wisnu aja dulu" kata Sasa lagi sambil mengusap tanganku. Celia pun menatap para sahabatnya yang lain seolah meminta petunjuk. Sasa, Aldo, Diana dan Dicky pun kompak mengangguk. Celia pun menghela nafas dan mengangguk juga.


"Oke, aku balik sama Wisnu ya, kita perginya besok aja gapapa ya?" ucap Celia. "Siap mba" jawab Aldo disusul yang lainnya. "Mas Wisnu kita duluan ya" kata Dicky pada Wisnu yang masih terdiam melihat interaksi Celia dan yang lain. "Kalian ada acara?" tanya Wisnu. "Aku ganggu ya atau ikut kalian aja" tanyanya lagi.


"Engga kok mas, cuma mau makan bareng aja tadinya" Diana membantu menjelaskan. "Duluan ya mba Cel, hati2 ya mba" timpal Aldo. Lalu mereka berjalan menuju ke parkiran meninggalkan Celia dan Wisnu yang masih terdiam.


"Yuk yank" kata Wisnu sambil menggenggam tangan Celia. Celia pun balas menggenggam tangan Wisnu dan mereka keluar dari gedung kantor itu menuju ke tempat dimana mobil Celia diparkir. Celia mengambil kunci mobil dan menyerahkannya pada Wisnu. Wisnu mengambilnya dan membukakan pintu mobil untuk Celia lalu beralih menuju kemudi.


"Ayank mau makan dulu?" tanya Wisnu. "Aku belum lapar, tapi kalau kamu mau makan aku temani kamu" jawab Celia. Wisnu terdiam sambil menatap Celia yang melihat ke jendela luar. "Kita ngobrol di apartemen aja ya, nanti kalau lapar kita pesan dari sana aja, gimana?" tanya Wisnu. "Iya boleh" jawab Celia singkat.


Wisnu pun melajukan mobil menuju ke arah apartemennya. Sementara itu Celia terdiam dengan pikiran yang berkecamuk di kepalanya. Ia tidak menduga jika Wisnu akan datang menemuinya secepat ini. Ia pikir akan ada beberapa hari baginya untuk menenangkan diri setelah keputusannya tadi pagi. Tapi ternyata Wisnu sudah bergerak cepat dengan mendatanginya.


"Yank" panggil Wisnu sambil menarik tangan Celia dan menggenggamnya. Itu adalah sesuatu yang selalu dilakukan Wisnu saat menyetir. Ia selalu memegang tangan Celia setiap mereka pergi bersama. Inilah yang membuat Celia merasa berat untuk melepasnya. Wisnu selalu memperlakukannya dengan istimewa. Celia pun menoleh. "Ya" jawabnya singkat. Wisnu hanya mengecup tangan Celia dengan lama tanpa berkata-kata.

__ADS_1


30 menit perjalanan ditempuh Celia dan Wisnu dalam keheningan. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sampailah mereka di apartemen Wisnu dan Wisnu memarkirkan mobil Celia di parkiran apartemen. "Aku telepon Mama dulu ya, bilang kalo aku pulang terlambat" kata Celia.


"Halo Ma..


"Iya Cel"


"Celia pulang agak malam ya ma, ada Wisnu datang ke Jakarta, jadi Celia mau pergi dulu"


"Duh, senengnya yang disamperin"


"Ya sudah hati2 ya Cel, salam buat Wisnu, nanti Wisnu kerumah kan?"


"Liat nanti ya ma, takutnya dia sibuk"

__ADS_1


"Ok.. hati2 ya nak"


Celia mematikan ponselnya dan mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju unit apartemen Wisnu. Tiba di atas, Wisnu pun membuka pintu apartemennya. Apartemen itu nampak rapi dan bersih karena orangtua Wisnu memang selalu menyuruh orang untuk membersihkan apartemen itu.


Celia lalu masuk ke dalam dan menutup pintunya. Setelah itu ia bersandar di pintu apartemen itu sambil memandang Wisnu yang juga tengah menatapnya. Tanpa kata, pasangan itu kemudian berpelukan dan mereka menangis bersama.


Tangis sedih dari Celia dan Wisnu terdengar begitu memilukan, bahkan baju yang mereka pakai sudah basah oleh airmata kesedihan mereka. Sampai akhirnya Wisnu mengurai pelukannya dan menatap mata Celia lalu menyatukan kening mereka.


"Jangan tinggalin aku yank, aku ga bisa tanpa kamu" kata Wisnu. Celia pun hanya terdiam dan tidak menjawab permintaan dari Wisnu. Mereka pun duduk di sofa yang ada di sana sambil tetap berpegangan tangan. Celia masih terisak sambil menghapus airmata yang terus mengalir di pipinya.


"Harusnya kamu ga perlu dateng ke sini nu, kamu hanya mempersulit keadaan kita, tadi pagi aku kuat saat membuat keputusan ini, tapi sekarang aku malah begini" kata Celia sambil menatap Wisnu. "Kamu tau kita harus mengakhiri ini demi masa depan kita, demi keluarga kita juga" lanjutnya lagi. "Aku udah pernah bilang kalo aku ga akan pernah memaksa kamu untuk mengalah, dan aku juga ga akan pernah bisa melakukan itu" jelas Celia lagi. "Jadi aku mohon ikhlaskan aku dan hubungan kita" ucap Celia lagi dan diakhiri dengan tangisan yang begitu menyayat hati siapapun yang mendengarnya. Tangisan seorang gadis yang harus merelakan cintanya karena ada cinta lain yang lebih tinggi kedudukannya dihatinya.


Wisnu pun terdiam, ia tahu apa yang dijelaskan oleh Celia adalah kenyataan pahit yang harus dihadapinya. Andai ia tahu akhirnya begini, mungkin ia tak akan pernah mau menjalani hubungan dengan Celia. Hubungan yang sangat indah namun harus berakhir duka.

__ADS_1


Wisnu hanya terdiam, menyanggah ucapan Celia hanya akan menambah luka dihati mereka. Ia pun pasrah, namun jika memang harus berpisah, ia akan membuat ini menjadi perpisahan yang manis.


__ADS_2