Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh
12. Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

Celia dan Andra pun bersalaman sambil memperkenalkan diri. Keduanya saling memandang dan tampak mengagumi satu sama lain.


"Cantik banget" ucap Andra dalam hati. Penilaian awalnya pada Celia pastilah pada fisik Celia yang jelita.


"Aduh ganteng banget si, mana badannya keren, pelukable sekali kayanya" Celia juga berkata dalam hati.


Andra memang sosok ideal, tinggi badan 185 cm dan bentuk tubuh yang atletis ditambah wajah tampan dengan kulit putihnya membuat Celia terpana seolah lupa dengan kisah sedihnya.


"Wah, kayanya ada yang terpesona ni" ledek Tante Rani pada Andra.


"Iya Ma, Celia cantik banget" balas Andra sambil tersenyum.


Yang lain pun hanya tertawa menyaksikan keadaan itu.


"Yuk kita makan malam dulu, hidangannya sudah siap" ajak Mama Tia.


"Iya, mari semua kita ke ruang makan" ajak Papa Anton juga.


Merekapun masuk ke ruang makan besar di rumah Celia yang berada dekat pintu ke arah taman belakang.

__ADS_1


"Nyaman sekali ya jeng rumahnya, adem juga" kata Tante Rani.


"Iya ni mba, hasil karya Celia berkolaborasi dengan Papanya, saya sih terima beres aja"


"Enak ya kalau punya Arsitek dan Interior Designer di rumah, pasti rumahnya nyaman, serasa hotel bintang lima" sahut Pak Wijaya.


"Mari silahkan Pak, Bu dan nak Andra" Papa Anton mengarahkan tamunya untuk duduk di meja makan.


"Selamat menikmati ya mba, mas, nak Andra.. maaf hanya ala kadarnya" jelas Mama.


"Wah ini istimewa loh jeng menunya, ada kesukaan Andra juga ni, ikan asam manis"


"Eh sama dong kesukaannya dengan Celia" jelas Mama lagi.


Celia dan Andra tak sengaja bersitatap mendengar candaan Pak Wijaya. Celia pun tersipu malu dan membuang pandangannya.


"Haduh, jadi salting gini si gw, masa iya gw udah naksir dia, kemaren kan baru nangis-nangis putus sama Wisnu" Celia berkata dalam hati.


Setelah selesai makan malam, mereka pun pindah ke ruang keluarga dan melanjutkan obrolan disana.

__ADS_1


Para ayah dan juga Celia dan Andra membicarakan project yang sedang di garap Andra. Project berupa pembangunan hotel dan mall tersebut melibatkan Papa Anton sebagai arsiteknya.


Andra pun menawarkan Celia untuk ikut serta dalam project tersebut.


"Nantinya kita akan butuh Interior Designer loh Cel, kalau memang kamu mau bergabung, kamu bisa pindah ke perusahaanku aja, jadi posisi kamu nantinya akan kuat sebagai "In House Designer". Andra memberikan tawaran untuk Celia.


"Memang kalau ga gabung di kantor kamu ga bisa ya?, jadi aku tetap kerja di kantorku sekarang, kan aku sekalian bisa supply untuk barang-barangnya".


"Wah jiwa sales dan marketing kamu kuat sekali ya Cel, langsung bisa melihat peluang" ujar Om Wijaya.


"Hehe.. namanya juga usaha om" jawab Celia sambil tertawa.


"Kalau untuk supplier nantinya kita akan adakan tender juga, karena kan project ini melibatkan banyak investor, jadi memang harus tender sesuai dengan peraturan yang ada, tapi pastinya perusahaan tempat kamu bisa di prioritaskan" jelas Andra.


"Aku boleh pertimbangkan dulu kan ya?" tanya Celia


"Iya, silahkan.. tapi jangan terlalu lama ya, karena project ini sudah berjalan, oh iya satu lagi yang harus kamu tahu kalau project ini kan lokasinya di Bali, tepatnya di daerah Nusa Dua, jadi nanti mungkin kamu akan tinggal disana untuk sementara agar memudahkan pekerjaan kamu juga" jelas Andra lagi.


\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Wow.. tinggal di Bali, bisa ketemu Wisnu dong Cel.. hmm Celia terima atau tolak ya?


Jangan lupa komen dan like nya para readers.. biar aku makin semangat nulisnya. Terima kasih.


__ADS_2