
Siang hari, Celia sudah meluncur ke salah satu cafe di Mall besar di Jakarta. Ia sengaja memilih mall itu, agar jika merasa tidak nyaman dengan Aufar nanti bisa mencari alasan ada janji di perkantoran daerah sana.
Sementara itu Andra sedang merayu Mamanya agar mau menanyakan kemana Celia pergi kepada Mama Tia.
"Tolong dong ma, Celia tu kencan buta, Andra takut kalau cowok itu nanti ga bener. Mama tau sendiri kan Celia itu gampang akrab dan percaya sama orang lain" rayu Andra meyakinkan mamanya.
"Iya, buktinya dia mau ya langsung kamu ajak sarapan bareng" goda sang mama sambil tertawa.
"Iya mama telpon jeng Tia dulu ni" sambung mama Andra lagi.
"Celia ke GI Ndra, tapi ga tau ke cafe mana" info dari mama Andra kepada anak semata wayangnya itu.
"Haduh, GI kan luas ya, aku coba liatin cafe-cafe yang biasa buat janjian deh" Andra bermonolog pada dirinya sendiri.
Ia pun segera meluncur menyusul Celia ke mall.
Sementara itu di mall..
"Celiaaa" panggil seorang cowok di meja dekat kaca.
Celia pun menghampirinya.
"Mas Aufar ya?" tanya Celia
__ADS_1
"Iya, aku Aufar, jangan panggil mas ah, berasa tua deh" ujarnya sambil tersenyum.
"Hmm.. manis juga ni cowok, tapi cakepan mas Andra deh" Celia berkata dalam hati.
"Eh kok bandingin sama mas Andra ya" lanjut Celia lagi dalam hati.
"Duduk Cel, mau minum apa?" tanya Aufar.
"Hazelnut latte aja deh" jawab Aufar.
Lalu ia pun memesankan minuman dan cake untuk Celia.
Tak lama pesanan mereka pun datang.
"Kok kurang manis ya minumannya" kata Celia setelah mencoba minumannya.
Jlebbb.. Seketika Celia merasa tidak nyaman dengan ucapan Aufar.
"Gila ni cowok, komennya pedes juga, ga kebayang jadi pasangannya, bisa minum teh herbal terus deh" kata Celia dalam hati.
"Ooh iya, aku si memang suka makan yang manis-manis, apalagi cake gini ni, wow aku bisa makan 2 potong sendiri" kata Celia sambil memotonh cake dihadapannya dan langsung melahapnya.
Aufar hanya memandangnya dengan pandangan heran.
__ADS_1
"Kata mama, Celia ini wanita karir, dan anak orang berada juga, tapi kaya ga pernah makan cake gitu ya" ujar Aufar dalam hatinya.
Celia pun memperhatikan raut wajah Aufar saat dia memakan Cakenya dengan lahap. Ia sengaja ingin mengetahui reaksi Aufar saat melihatnya yang tidak jaga image saat pertemuan pertama ini.
"Maaf ya Aufar, aku lahap banget ni, lagi laper soalnya" kata Celia.
Lalu mereka pun mengobrol sambil mengorek informasi masing-masing.
"Abis ini kita nonton yuk Cel" ajak Aufar.
"Oh ada film apa ya? aku ga gitu ngikutin film baru ni" tanya Celia.
"Yang drama aja, kita kan baru kencan pertama, jadi biar ada suasana romantisnya" ucap Aufar.
"Duh aku ga suka film drama, soalnya aku cengeng, jadi sering nangis kalo nonton film drama" kata Celia. Padahal ia sangat hobi menonton film drama. "Film horor aja gimana? apalagi kalo ada yang lokal, aku suka banget tuh" lanjut Celia.
"Hmm, aku ga suka film lokal Cel, suka ga jelas ceritanya, dan pemainnya juga aku ga ada yang tau" ujar Aufar.
"Shombongg amat" ucap Celia dalam hati.
"Ya udah lain kali aja deh ya nontonnya, aku juga ada janji lain ni, ke gedung bank yang di depan" Celia yang sudah tidak nyaman dengan Aufar akhirnya memutuskan.
"Ya sudah aku antar yuk, kebetulan aku juga ada perlu ke bank situ, aku mau ada pembayaran buat pembelian mobil baru" kata Aufar.
__ADS_1
Tepat saat Celia sedang bingung menolak ajakan Aufar, ada sosok yang berjalan ke arahnya.
"My super hero" kata Celia dalam hati.