
Minggu pagi pun tiba, jam baru menunjukkan pukul 6.30 saat Celia kembali ke kamarnya setelah olahraga pagi dan sarapan dengan kedua orangtuanya. Ia pun memeriksa ponselnya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan di ponselnya.
Ia pun memeriksanya satu persatu. Ada panggilan dari Andra, Aufar dan juga Wisnu. Celia kaget karena Wisnu menelponnya sepagi ini. Tapi entah kenapa yang Celia rasakan hanya perasaan biasa saja.
Lalu ia pun mulai membuka pesan-pesan di ponselnya.
Dari Aufar :
"Pagi Celia, sudah bangun belum? nanti kita ketemuan jam berapa dan dimana?" "Aku jemput kamu dirumah ya"
Celia : "Siang aja ya, kita ketemu di Djournal Cafe Grand Indonesia, karena setelah itu aku harus pergi ke tempat lain".
Aufar : "Ok, sampai ketemu nanti siang ya".
Dari Wisnu :
"Morning Celia, apa kabar? aku tunggu kamu hubungin aku, tapi sepertinya kamu udah lupain aku ya?"
Celia ragu untuk membalas pesan itu. Ia memang benar-benar ingin menutup kisahnya yang lalu. Dan jika ia menanggapi Wisnu, ia khawatir Wisnu malah berharap padanya.
"Nanti ajalah balesnya, biar dia tunggu dulu" pikir Celia sambil melanjutkan memeriksa pesan lainnya.
Dari Andra :
"Assalamualaikum Cel, udah sarapan belum? mau sarapan bareng ga? aku ada langganan bubur ayam enak"
Celia yang memang penyuka bubur ayam jadi tertarik dengan tawaran Andra. Namun ia ragu karena belum pernah pergi bersama Andra sebelumnya.
"Waalaikumsalam.. Aku udah sarapan Mas, tadi abis jogging langsung makan roti"
Ponsel Celia berdering dan ternyata dari Andra. Celia pun segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum Cel"
"Waalaikumsalam Mas"
__ADS_1
"Kamu udah sarapan? pagi banget"
"Iya tadi abis Subuh aku jogging trus udah disiapin roti sama Mama"
"Roti doang emang kenyang Cel?" Andra berusaha membujuk Celia.
"Emang langganan bubur Mas Andra di daerah mana?"
"Rawamangun Cel, enak lho, tempatnya juga bersih walau hanya pakai tenda"
"Hmm.. boleh deh Mas, aku mau sarapan bareng Mas Andra". Akhirnya Celia pun menuruti ajakan Andra.
"Aku jemput kamu sebentar lagi ya"
"Iya Mas, hati-hati"
Jantung Celia berdegup kencang setelah mematikan ponselnya.
"Aduh ini kenapa deg-degan si? Mas Andra kan cuma ajak makan bubur, bukan mau kencan" kata Celia sambil memegang dadanya yang berdetak kencang.
"Mandi kilat dulu deh" lanjut Celia lagi.
Baru saja Celia memakai bajunya, pintu kamarnya di ketuk.
Tok..tok..tok
"Cel" suara sang Mama memanggil.
Celia pun membukakan pintu kamarnya.
"Ada Andra di bawah sayang"
"Iya Ma, aku mau sarapan bareng sama Mas Andra" ujar Celia sambil tersipu malu.
"Wow, gercep yaa" ledek sang Mama.
__ADS_1
"Iih Mama, ngga kok.. Mas Andra ada langganan bubur enak, Mama kan tau Celia doyan banget bubur ayam"
"Iya.. iya.. ya sudah sana turun, kasian Andra nunggu dari tadi"
"Hah, dari tadi ma?"
"Iya, kamu Mama panggilin dari tadi ga nyaut si"
Celia pun heran, karena dari ia tutup telpon Andra sampai ia selesai mandi dan berpakaian hanya sekitar 15 menit. Sementara jarak rumah Andra sekitar 30 menit dari rumah Celia.
Celia pun segera menghampiri Andra yang sedang mengobrol dengan Papanya di teras depan.
"Pagi Mas" sapa Celia pada tamunya.
"Pagi juga Cel" jawab Andra
"Pa, Celia mau keluar sebentar sama Mas Andra, boleh kan?"
"Iya boleh, Andra juga sudah minta ijin sama Papa"
"Makasi ya Pa" Celia pun mencium pipi ayahnya.
"Kami pamit ya om, tante.. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, hati-hati ya" jawab Papa Anton dan Mama Tia berbarengan.
Kedua orangtua Celia memandang kepergian anaknya dengan senyum di wajah mereka.
"Mereka gercep banget ya pa? baru kenal semalam sudah kencan" ucap Mama Tia pada suaminya sambil terkekeh.
"Biar aja Ma, Andra itu anaknya baik dan sopan, siapa tahu ada jodohnya dengan Celia" jawab si Papa dengan diselingi doa tulus untuk putrinya.
"Iya pa, Aamiin"
"Eh tapi nanti Celia ada janji juga sama anaknya jeng Mirna loh pa, Aufar, gimana ya?" sang mama terlihat cemas memikirkan.
__ADS_1
"Biar aja ma, biar Celia yang menentukan, dia kan anaknya bijak dan dewasa dalam bersikap, papa yakin Celia ga akan salah pilih lagi" jawab Papa Anton menenangkan istrinya.
\*\*\*\*\*\*