
Sepanjang jalan menuju tempat sarapan, Celia dan Andra terus mengobrol. Mereka cepat sekali akrab, padahal baru saja semalam dikenalkan.
"Nah disini Cel, kita makan didalem sana ya" jelas Andra saat mereka tiba di tempat yang dituju.
"Kamu gapapa kan makan di warung tenda gini?" tanyanya lagi, Andra takut Celia tidak nyaman makan di warung pinggir jalan.
"Gapapa dong, aku juga suka kok makan di warung tenda gini, justru enak ada sensasi gerah-gerahnya" jawab Celia sambil tertawa.
"Ooh kalo kamu suka gerah-gerahan nanti aku ajak kamu ke tempat lain deh, di hotel langgananku"
"Iih apaan sih, mesum juga ya kamu" Celia bersungut sambil memukul lengan Andra pelan.
"Dih, kamu aja yang mesum, aku kan mau ngajak sauna di gym yang ada di hotel.. hahaha" Andra pun mentertawakan Celia yang masih cemberut.
"Dah ah yuk makan, aku pesankan dulu ya, kamu mau apa?" tanya Andra.
"Bubur komplit ya, jangan lupa satenya sama tambahan kerupuk" jawab Celia.
Andra pun memanggil pelayan warung bubur itu dan memesan sarapan mereka berdua.
Saat sedang makan, ponsel Celia berdering.
📲 Wisnu Calling
Celia pun memilih mendiamkan ponselnya dan melanjutkan makannya.
"Kok ga diangkat?" tanya Andra
"Biarin, nanti aja aku telpon balik kalau sudah dirumah" jelas Celia.
"Hmm ok" sahut Andra, ia pun tak bertanya lebih jauh karena tak ingin mencampuri urusan pribadi Celia.
Mereka pun makan dalam diam, Celia seolah kehilangan selera makannya setelah ada telepon dari Wisnu tadi.
__ADS_1
Saat di perjalanan pulang, ponsel Celia pun berbunyi lagi, dan ternyata masih dari Wisnu.
"Angkat aja Cel, aku ga nguping kok" ledek Andra.
"Huhhh.. iya deh aku angkat"
"Halo"
"Halo Celi, apa kabar?"
"Aku baik Nu, ada apa?"
"Kamu kok dingin gini sama aku Cel, aku pikir kamu masih bisa memikirkan ulang tentang kita"
"Maaf ya Nu, tapi keputusan aku kemarin memang sudah final, ini buat kebaikan semua, terutama orangtua kita"
"Dan.. mmm.. maaf ya Nu, sekarang ini aku lagi dijalan sama Laki-laki pilihan orangtuaku"
Andra langsung batuk-batuk karen tersedak air liurnya sendiri mendengar Celia berkata seperti itu.
"Terserah kamu mau berpikir apa tentang aku, tapi ini juga keputusanku, aku harap kamu ngerti, bye Wisnu"
Celia pun memutuskan sambungannya dengan Wisnu. Ia lalu bersandar ke jok mobil sambil menutup wajahnya.
Andra lalu menepikan mobilnya di pinggir taman dekat rumah Celia. Ya mereka sudah hampir sampai, namun Andra tidak mungkin membiarkan Celia pulang dalam keadaan seperti ini.
"Cel.. are u ok?"
Celia pun membuka tangan yang menutupi wajahnya dan melihat ke arah Andra.
"Maaf ya Mas, aku tadi asal ngomong aja"
"Mantan?"
__ADS_1
"Iya Mas, kami baru beberapa hari putus, mungkin dia masih belum terima" Celia pun menghela nafas panjang.
"Kalo boleh tau alasannya apa?, maaf ya, karena aku liat kalian masih ingin sama-sama tapi kenapa malah bubar?" tanya Andra seolah ingin tahu mengenai masalah Celia, walau disatu sudut hatinya ada yg berdenyut nyeri melihat Celia seakan masih mencintai mantannya.
"Kami beda keyakinan mas" jawab Celia singkat.
"Ooh gitu, yah memang susah ya kalau sudah salah dari awal, akhirnya kalian juga harus terluka" ucap Andra memberi pendapatnya.
"Iya mas, udah ah aku ga mau sedih-sedihan lagi, ini buat pelajaran buat aku mas, dan sekarang aku lebih memilih keluargaku, dan nanti kalau aku punya anak, akan aku larang mereka berpacaran dengan yang berbeda keyakinan" lanjut Celia dengan bersemangat.
"Nah iya bener itu Cel, pokoknya nanti kita harus larang anak-anak kita pacaran beda keyakinan, kalo perlu ga usah pacar-pacaran" sahut Andra juga dengan menggebu.
"Anak kita?" Celia melihat ke arah Andra sambil menautkan alisnya.
"Loh tadi kan kamu bilang aku ini jodoh pilihan orangtua kamu"
ledek Andra sambil terkekeh.
"Iiiihhh mas Andra norak, itu kan cuma alibi aja, biar Wisnu ga ganggu aku lagi" kata Celia sambil merajuk.
"Hahaha" Andra malah semakin mentertawakan Celia.
"Udah ah anterin aku pulang, aku masih ada kencan lagi nanti siang" sahut Celia sambil mengangkat dagunya sombong.
"Widihhh, lagi buka biro jodoh ni bu, padat sekali jadwalnya" ledek Andra lagi.
"Iya dong, udah buruan, aku kan harus dandan cantik"
"Mau kencan di mana si emangnya?"
"Iihhh kepoooo"
******
__ADS_1
Celia dan Andra cepet akrab ya, tapi masih banyak calon lain nih, menurut readers gimana? jangan lupa komen, like dan giftnya ya.. biar aku makin semangat. Terima kasih