
"Sayang" sapa Celia melihat sosok penyelamat di depannya. Sosok yang menyelamatkannya dari cowok yang menurut dia sombong seperti Aufar.
"Udah selesai meet upnya?" tanya Andra, sang sosok penyelamat yang juga memainkan perannya dengan baik.
"Kamu kok nyusul kesini, kan nanti kita juga ketemu" Celia berkata sambil merangkul lengan Andra.
"Aku pas lewat sini juga dari parkiran, yuk kesana, meetingnya juga udah mau dimulai"
"Okey.. oh iya mas, kenalin ini Aufar, anak temennya mama"
"Aufar, ini mas Andra, mmm.. pacar aku" Celia berkata lirih diujungnya karena malu pura-pura mengakui Andra.
"Kalandra"
"Aufar"
"Kami duluan ya Far, makasi kopi dan snacknya" ujar Celia sambil melambaikan tangannya.
"Kata mama dia baru putus, apa itu pacar barunya ya? gampangan juga tu cewek" gerutu Aufar kesal karena tingkah Celia.
Sementara itu Celia dan Andra yang bersandiwara tidak sadar mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"Eh maaf ya mas, aku tadi pura-pura bilang mas pacar aku"
"Hari ini aku udah dua kali jadi bemper lho Cel, harus minta bayaran ni kayanya" kata Andra sambil tertawa.
__ADS_1
"Bolehlah, nanti aku traktir bakso ya, eh btw kok mas Andra bisa ada disini juga? ada janji?"
"Eenng itu si" Andra mendadak gugup sambil menggaruk lehernya yang tentu saja tidak gatal.
"Aku ada yang mau dibeli disini, dasi.. yaa aku mau cari dasi"
"Ooh ya udah kalo gitu, aku pulang duluan ya mas" sahut Celia yang merasa sedikit kecewa, ia pikir Andra memang sengaja mencarinya.
"Eh temenin aku mau ga Cel, aku ga biasa belanja sendirian"
"Lah tadi kesini sendirian kan?"
"Iya si, ya udah pokoknya kamu temenin aku ya.. please.." rayu Andra.
"Oke, aku temenin deh, anggap aja sekalian bayaran ya karena aku pake mas Andra buat nolong aku hari ini"
"Ga pake digandeng nih pacarnya?" ledek Andra sambil tertawa
"Iih, ayo buruan" ajak Celia sambil menarik tangan Andra.
Andra pun menggenggam tangan Celia dengan erat. Celia memandang ke arah tangan mereka berdua sambil tersenyum. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Setelah menemani Andra belanja keperluannya, mereka berdua pun makan di resto favorit Celia.
"Dari sini kamu mau lanjut kemana Cel?" tanya Andra.
__ADS_1
"Aku mau langsung pulang mas, pegel juga nemenin kamu ngider-ngider belanja".
"Oh kamu capek ya? tadinya aku minta anterin pulang, hehe"
"Lho mas Andra ga bawa mobil?"
"Ngga, tadi aku naik ojek online, niatnya si pengen santai, ga ribet parkir, trus ketemu kamu disini mau minta anter, tapi kamu capek, aku pesen taxi online aja deh" jelas Andra panjang lebar.
Padahal ia naik ojek karena buru-buru, takut kehilangan jejak Celia di mall ini.
"Ya udah aku anterin aja mas, masih kuat kok kalo anterin mas Andra pulang, kita searah kan?"
"bener nih Cel? makasi ya" sahut Andra dengan hati yang bahagia karena memiliki waktu lebih lama untuk bersama Celia.
Merekapun menuju ke parkiran mobil sambil bergandengan tangan. Celia pun tersipu malu saat sadar tangannya masih dalam genggaman Andra.
"Rasanya seperti jatuh cinta, walau bukan cinta pertama, tapi terasa bahagia banget di hati ini" ucap Celia dalam hatinya.
Tanpa Celia tahu, jantung Andra berdegup kencang saat tangan mereka bertaut. Andra tidak bisa memungkiri, dirinya sudah jatuh cinta pada gadis manis disampingnya ini.
*******
Celia sudah move on nih.. gimana kisah mereka ya.. boleh di komen dan like dong readers tersayang.. biar aku makin semangat updateny.. makasi 😘
"
__ADS_1