
"Good morning guys" sapa Celia pada para sahabat di kantornya dengan nada riang khas seorang Celia. Pagi ini dikantor Celia sudah berkumpul para sahabatnya. Mereka melihat ke arah Celia sambil terheran-heran. Celia yang kemarin berderai airmata, pagi ini nampak riang gembira.
"Cieee.. ada yang ga jadi putus ni kayanya" tebak Diana melihat sikap Celia yang nampak bahagia. "Jangan-jangan udah mau dilamar ya mba" sambungnya lagi.
"Hahaha, anda salah" ucap Celia sambil tertawa lepas. "Dih mba Cel ga jelas, gw jadi takut" kata Diana lagi. "Gw cuma mencoba bahagia guys.. kan abis dapet status baru" kata Celia. "Status apaan mba? tanya Sasa heran. Celia pun bersandar pada meja dan berkata "Status aku jomblo".
Tingkah Celia membuat teman-temannya menepuk jidat mereka. Mereka tak menyangka kedatangan Wisnu malah mempertegas perpisahannya dengan Celia. Tapi mereka pun tidak berani berkomentar banyak, karena yang mereka harapkan Celia bisa menjalani kehidupannya dengan lebih bahagia.
"Nanti malam kita jadi ga ni mba?" tanya Aldo menanyakan rencana mereka yang tertunda kemarin. "Jadi dong, kan gw masih masa berkabung, jadi butuh hiburan" jawab Celia sambil terkekeh. "Eh buseh ni orang kayanya bahagia bener jadi jomblowati" kata Dicky sambil terheran-heran.
"Dari pada gw nangis, ntar kalian yang repot, udah sekarang back to work ya.. target..target.. target" ucap Celia lagi. "Yah.. kirain masih gabut (gaji buta) kita hari ini mba" kata Sasa sambil bersungut-sungut. Celia pun tersenyum dan berlalu menuju ke ruangannya. Lalu ia membuka laptopnya dan mulai bekerja.
Setelah memeriksa beberapa dokumen penawaran untuk para klien, Celia mengambil ponselnya dan mengecek beberapa pesan yang masuk. "Ternyata Wisnu benar-benar menuruti permintaanku" ujar Celia lirih. Ia teringat permintaannya pada Wisnu saat pria itu berpamitan kepadanya malam tadi.
Flashback on
__ADS_1
"Aku pamit ya Cel, besok aku juga harus kembali ke Denpasar dengan penerbangan pagi-pagi sekali. Semoga kamu akan menemukan kebahagian kamu dan bisa cepat melupakan aku" ucap Wisnu saat berpamitan setelah mengantarkan Celia ke rumahnya. "Kamu juga ya Nu, sehat-sehat ya disana, dan semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan kamu walau tanpa aku".
"Aku ga janji Cel, tapi aku mohon aku masih boleh hubungin kamu kan?"
"Sebaiknya untuk sementara jangan dulu ya Nu, kita tata hati kita dulu, karena mungkin ini ga mudah buat aku juga, kalau nanti aku sudah benar-benar merelakan ini, aku akan hubungin kamu duluan ya".
"Baiklah Cel, aku akan berusaha kuat menerima ini, selamat malam Cel, mimpi indah ya" ujar Wisnu sambil berbalik dan melangkah keluar dari rumah Celia.
Flashback off
Hari ini Celia menyibukkan dirinya dengan menghubungi para kliennya. Berharap dia akan mendapatkan banyak project yang akan di kerjakan, dan membuatnya melupakan kisah sedihnya.
Ponsel Celia berbunyi, ada panggilan telepon dari salah satu sahabatnya saat kuliah yang bernama Linda dan sedang ikut suaminya yang bekerja di London.
"Halo Lin"
__ADS_1
"Celiaaa.. apa kabar?"
"Gw baik, lo gimana? sekarang dimana ni?"
"Gw juga baik, sekarang baru sampe Jakarta, ketemuan yuk, ajakin yang lain"
"Boleh boleh.. nanti gw ajakin Indah sama Nita ya, weekend ini gimana?"
"Ok gw bisa Cel, berkabar lagi ya, kangen banget ni pengen cerita dan bergibah ria".
"Hahaha dasar lo, udah tinggal di luar negeri masih hobi gosip aja".
"Yah namanya juga wanita, jangan lupa kabarin ya Cel, udah dulu ya, gw beberes apartemen dulu ni"
"Ok Lin, see u soon ya, bye"
__ADS_1
"Bye Cel"
"Saatnya menata hidup" kata Celia sambil tersenyum.