Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh
19. Ketahuan


__ADS_3

"Assalamualaikum"


Suara orang yang mengucapkan salam membuat semua yang ada diruang tamu itu menoleh serempak ke arah pintu.


Celia yang paling terlihat bahagia saat melihat tamu tersebut.


"Waalaikumsalam" jawab semuanya dengan kompak.


"Eh Andra dateng, ga jadi mendung deh nih" ucap Mama Tia sambil melirik Celia.


"Iya ya jeng, tadi mendung banget sampai kaya mo hujan deras" lanjut Mama Rani lagi


Celia hanya tersenyum malu mendengar ledekan dari mamanya itu.


"Ayo kita lanjut ke ruang makan" ajak Papa Anton pada tamunya tersebut.


"Ayo-ayo mari jeng, pak Wijaya, nak Andra" lanjut Mama Tia.


"Iya tante, emmm kalo boleh Andra mau bicara sebentar sama Celia"


"Oh iya iya.. silahkan.. tapi jangan lupa nyusul makan ya, nanti keasikan ngobrol malah laper" jawab Mama Tia dengan nada meledek putrinya.


Kemudian para orangtua berlalu menuju ruang makan untuk makan siang. Sementara Andra berjalan mendekati Celia yang masih berdiri di ruang itu.


"Hai Cel.. apa kabar?"


"Alhamdulillah aku baik mas"


"Aku denger kamu sudah memutuskan untuk pindah ke perusahaanku ya?"


"Iya mas, maaf aku belum info ke mas Andra, soalnya aku masih nunggu kepastian dari Sasa apa dia bisa ikut aku ke Bali atau engga"


"Loh jadi temen kamu itu belum pasti?"


"Iya, dia belum dapet ijin dari orangtuanya mas"


"Tapi aku butuh kamu untuk mulai kerja di minggu depan Cel, karena sudah memasuki tahap design interior"

__ADS_1


"Nanti aku pastikan lagi deh mas"


"Atau kamu duluan aja Cel, kebetulan sabtu besok aku akan ke Bali, jadi kamu bisa berangkat bareng aku"


"Aku ngomong sama Mama dan Papa dulu ya mas"


"Ok deh, semoga diijinkan ya Cel"


"Iya mas, yuk kita ke ruang makan mas, ga enak udah kelamaan ngobrolnya"


Mereka pun makan siang dengan tenang dan santai. Setelahnya mereka berkumpul di gazebo taman belakang rumah Celia.


Mama Tia pun menyiapkan hidangan pencuci mulut yang dibuat Celia tadi kepada para tamunya.


"Wah enak banget ni pudingnya, seger ya dimakan siang-siang gini" puji Pak Wijaya.


"Celia serba bisa ya, calon menantu idaman banget si kamu Cel" lanjut Mama Rani


Celia pun hanya tersenyum mendengar pujian dari kedua orangtua Andra.


"Cel, kata Andra kamu diminta segera ke Bali ya untuk urus project kita?"


"Nanti rumah kita sebelahan kok Cel, jadi kalau ada apa-apa kamu bisa bilang sama aku" Andra berusaha membujuk Celia.


"Gimana kalau kamu halalin Celia aja Ndra, biar semua disini jadi tenang" saran dari Mama Rani yang sukses membuat Andra dan Celia tersedak salivanya sendiri.


"Gimana jeng Tia, setuju kan?" lanjut Mama Rani lagi.


"Duh gimana ya jeng, tapi anak kita kan baru kenal, masa udah mau di halalin aja" jawab Mama Tia yang merasa kaget juga dengan ucapan Mama Rani.


"Baru kenal kalo sudah cocok ya gapapa dong jeng"


Semua orangtua langsung melihat ke arah Celia dan Andra.


"Gimana Ndra?" tanya Pak Wijaya pada putra semata wayangnya itu.


"Boleh Andra bicara sama Celia dulu om, tante?"

__ADS_1


"Silahkan Ndra, kalian ngobrol aja disini, biar kami yang tua-tua ini masuk ke dalam" jawab Papa Anton yang membiarkan anaknya bicara dengan Andra mengenai ucapan Mama Rani tadi.


Setelah kedua orangtua mereka meninggalkan taman belakang itu, Andra pun mendekati Celia.


"Emm.. Cel.. maaf ya mamaku tadi asal bicara kaya gitu"


"Iya gapapa mas, namanya juga lagi bercanda" jawab Celia sambil menatap ke arah Andra yang terus melihat wajahnya.


Celia pun memutus tatapan itu lalu menundukkan kepalanya. Entah kenapa di hatinya sangat berharap jika Andra menyetujui permintaan Mamanya.


"Tapi aku mau anggap ucapan mama jadi serius Cel"


"Hah" Celia langsung mengucap sambil membuka mulutnya.


"Awas lalat masuk" ledek Andra.


"Cel, jujur aja aku sudah suka sama kamu sejak pertemuan pertama kita, aku juga sudah bilang orangtuaku untuk menjadikanmu istriku dan mereka setuju Cel" jelas Andra dengan gamblang.


"Apa itu ga terlalu cepat mas? kita kan baru kenal? maaf ya mas, aku juga sebenernya kan baru putus juga, aku ga mau nantinya ada yang nilai ga baik tentang hubungan kita"


"Kamu masih cinta sama mantan kamu?"


"Jujur ya mas Andra.. aku juga sebenernya bingung sama perasaanku, di satu sisi aku juga merasa nyaman kalo deket kamu, dan aku memang seneng kalo kamu suka sama aku, tapi disisi lain aku berpikir apakah secepat itu aku melupakan mantan aku?" Celia pun menghela nafasnya sambil menatap ke langit yang nampak mendung.


"Cel, itu tandanya kamu juga punya perasaan yang sama denganku, kita coba yuk jalanin hubungan ini, kamu mau kan?" ajak Andra dengan penuh harap.


"Bismillah.. iya mas.. aku mau jalanin hubungan dengan kamu" jawab Celia dengan tersipu.


"Yes.. kita jadian dong nih.. makasi ya Cel" Andra pun memeluk Celia dengan erat.


Celia pun mematung di dalam pelukan Andra. Jantungnya berdetak dengan kencang seolah ingin lepas dari pusatnya.


Tiba-tiba


"Eehh.. kalian ngapain?"


*****

__ADS_1


Ayo lho.. ketauan deh mereka..


Dear readers.. terima kasih sudah membaca ya.. jangan lupa like dan komen dong.. biar aku makin semangat update.. terima kasih


__ADS_2