Mengejar Jodoh

Mengejar Jodoh
20. Menuju Halal


__ADS_3

"Eeh.. kalian ngapain?" teriakan Mama Tia terdengar saat melihat Celia dan Andra bepelukan erat.


Sontak merekapun melepaskan pelukan mereka.


"Maaf tante, kami merayakan hubungan kami sampai kelewatan seperti ini" jelas Andra yang merasa takut dengan tatapan para orangtuanya.


"Memang kalian ada hubungan apa?" tanya Pak Wijaya.


"Kami baru saja jadian pah, Celia nerima aku jadi pacarnya"


"Waaahhh.. kita jadi besanan dong jeng Tia" sorak Mama Rani dengan riangnya.


"Iyaa, Alhamdulillah" sahut Mama Tia.


"Emm Ma.. aku sama mas Andra kan baru mulai hubungan, jangan mikir macem-macem dulu ah" jelas Celia yang merasa tak nyaman dengan ucapan mamanya yang terlalu berharap terhadap hubungannya dengan Andra.


"Yah namanya juga kami berharap yang terbaik untuk kamu sayang" lanjut Mama Tia.


"Gimana kalau kita lanjutkan obrolan di dalam?" ajak Papa Anton


Merekapun berkumpul kembali diruang keluarga untuk membicarakan hubungan Celia dan Andra.


"Nak Andra, apakah benar serius dengan Celia?"


"Papa.." protes Celia terhadap ayahnya.


"Ga apa Cel, memang sudah sewajarnya Papa kamu menanyakan ini" jelas Andra.


"Iya om, Andra serius dengan Celia, jika memang diijinkan, Andra ingin segera menjadikan Celia sebagai pendamping hidup Andra, itupun jika Celia bersedia dan juga om dan tante memberi restu" lanjut Andra panjang lebar menjawab papa Anton.


Jawaban Andra sukses membuat semua yang ada disana tampak bahagia, kecuali Celia tentunya.


Celia seolah masih ragu dengan keputusan Andra yang sangat tiba-tiba.

__ADS_1


"Om dan tante sangat setuju dengan keinginan kamu Ndra, karena kami merasa cocok dengan kamu, apalagi keluarga kita sudah kenal baik, tapi keputusan final tetap berada di tangan Celia, gimana Cel?"


"Celia minta waktu untuk berpikir dulu ya mas, karena inikan sesuatu yang penting dan Celia ga mau terburu-buru memutuskan" jawab Celia


"Iya ga apa Cel, aku akan tunggu kamu kasih jawabannya" sahut Andra.


"Kalian jalan-jalan keluar gih, mumpung masih siang ni, biar kalian lebih mengenal lagi" usul Mama Rani pada Celia dan Andra.


"Iya, yuk Cel kita jalan-jalan sambil jajan-jajan" ajak Andra


Celia pun mengiyakan ajakan Andra dan ijin untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.


Mereka pun pergi ke sebuah cafe tidak jauh dari rumah Celia. Disana, lagi-lagi Andra mengutarakan keinginannya untuk menjadi pendamping Celia.


"Cel, aku tau ini terlalu cepat buat kamu, tapi aku ga pernah seyakin ini untuk memutuskan kalau aku mau kamu jadi pendampingku selamanya" ucap Andra sambil memegang tangan Celia dan menatap mata indahnya.


"Aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia bersamaku, kamu mau kan jadi istriku" lanjut Andra sambil mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya yang berisi cincin bermata berlian yang sangat indah.


Celia pun kaget sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Aku ga bisa menahan perasaanku lagi Cel, tadi itu aku belakangan datang kerumah kamu karena membeli cincin ini dulu, sekarang kamu jawab ya" pinta Andra dengan tatapan memohon pada Celia


Celia pun menatap wajah Andra, dia mencari sesuatu disana, mencari cinta dan ketulusan Andra, lalu ia pun mengulurkan jari manisnya pada Andra dan berkata "Aku bersedia jadi istri kamu Mas" ucap Celia sambil tersenyum.


Andra pun tersenyum bahagia menerima jawaban Celia dan tanpa sadar dia berteriak sambil berkata "Yesss".


Sontak saja tingkahnya menarik perhatian orang-orang di sekeliling mereka. Namun ia tak peduli.


Andra lalu memasangkan cincin itu di jari manis Celia lalu mengecupnya sambil berkata "Terima kasih sayang".


Celia hanya bisa mengangguk dan tiba-tiba air matanya menetes karena bahagia.


Andra pun pindah ke samping Celia, lalu menggenggam tangan Celia dengan erat.

__ADS_1


"Kita telpon orangtua kita ya" ucap Andra. Celia pun hanya mengangguk.


Tuuttt.. tuttt..


"Assalamualaikum Ma"


"Waalaikumsalam, ada apa Ndra, baru pergi kok sudah nelpon aja?"


"Mama dan Papa masih dirumah Om Anton?"


"Iya ni, lagi makan brownies buatan Celia, enak banget lho Ndra, kenapa nak?"


"Boleh di loudspeaker ma?"


"Ok Ok"


Mama Rani pun me-loudspeaker ponselnya dan meletakkannya di atas meja.


"Ayo bicara Ndra, semua sudah bisa mendengar kamu nih"


"Mmm.. Ma, Pa, Om, Tante.. barusan saja Andra melamar Celia untuk jadi istri Andra"


"Wahhh.. trus gimana Ndraaa?" tanya Mama Rani tak sabar


"Alhamdulillah diterima Ma, Celia bersedia jadi istri Andra"


"Alhamdulillah" seluruh orang tua menjawab dengan kompak.


"Kapan rencana kalian menikah Ndra?" tanya Papa Wijaya


"Andra ingin secepatnya Pa, tapi Andra serahkan semua kepada Om Anton dan keluarga juga"


"Ok, mumpung Papa dan Mama disini kami akan bicarakan, kalian terima beres aja ya" lanjut Papa Wijaya.

__ADS_1


******


Alhamdulillah Celia mau nikah.. Alhamdulillah juga sudah 20 episode nih author menulis.. mohon dukungannya yaa para readers tersayang.. Terima kasih.


__ADS_2