
Hanna adalah anak tunggal dari kedua orang tuanya. Kini Hanna sedang dekat dengan seseorang yang bernama Farhan.
Hanna sudah mengenal Farhan dengan sangat dekat, bahkan ia tau apa kebiasaan dan kesukaan Farhan, sampai akhirnya dia mencintai Farhan dan begitu sebaliknya.
Setelah 3 bulan mengenal Hanna, Farhan langsung melamar Hanna di hari ulang tahunnya, yaa... walaupum Hanaa tidak merayakan ultah nya tapi Farhan tahu kapan Hanna ultah.
*Di halaman rumah Hanna*
"Han, aku rasa aku sudah sangat mengenalmu dan begitu kamu, kamu juga sudah sangat mengenalku.
Mungkin ini waktunya aku menyatakan perasaan ku. Aku ingin menjadi teman mu." (Farhan)
"Apaan sih Far, toh selama ini kita juga berteman." (Hanna berkata sambil mengembangkan tawanya)
"Maksud aku teman hidup"(Ucap Farhan sambil mengeluarkan cincin yang begitu indah)
"Maukah kamu menjadi istriku? "
"Sontak Hanna terkejut, entah apa yang Hanna rasakan saat ini antara senang( krena ia juga sangat mencintai Farhan) atau sedih(karena penyakit yang dideritanya).
"Jadi gimana?, aku tahu kamu juga cinta kan sama aku? "(Farhan)
Hanna: Iya, tapi...
"Yes(Farhan langsung melompat kegirangan tanpa mendengarkan penjelasan Hanna)
Farhan langsung memakaikan cincin yang di belinya ke jari manis Hanna.
"Baiklah besok aku akan segera melamar mu di depan orang tua mu"(Ucap Farhan,lalu pergi meninggalkan Hanna)
Farhan memang sudah dekat dengan orang tua Hanna, karena ia sering main ke rumah Hanna.
" _Tapi kamu tidak tahu kalo aku akan pergi meninggalkan mu selamanya_" (Ucap Hanna dengan mata yang sudah berkaca-kaca)
*Keesokan harinya*
Tepat jam 09.00 pagi Farhan beserta kedua orang tuanya datang ke rumah Hanna dengan tujuan hendak melamar Hanna.
*Sesampainya di rumah Hanna*
Assalamualaikum(Farhan mengcap salam ke tante Hija yang sedang menyiram tanaman)
Pengenalan tokoh
-Tante Hija(Mama Hanna)
-Om Rahman(Papa Hanna)
-Tante Nita(Mama Farhan)
-Om Rudi(Papa Farhan)
*Kembali ke cerita*
"Waalaikumsalam,ehh nak Farhan sama pak Rudi dan jeng Nita. Silahkan masuk"(tante Hija mempersilahkan Farhan dan orang tuanya masuk)
*Di Ruang Tamu*
"Tunggu sebentar ya saya buatin minuman dulu"(Langsung menuju kedapur)
__ADS_1
Sesampai nya di dapur bu Hija memampiri pak Rahman yang sedang membaca koran dan meminum kopi di meja makan.
"Pa, didepan ada nak Farhan dan kedua orang tuanya, papa kedepan gih"(bu Hija)
"Ada tamu? "(Pak Rahman)
"Iya pa"( bu Hija)
"Yasudah papa kedepan"(menuju ruang tamu)
"ehh...ada pak Rudi, buk Nita,dan nak Farhan"(pak Rahman)
"Iya pak, kedatangan kami kesini ingin melamar Hanna anak bapak"(pak Rudi)
"Emangnya nak Farhan sudah yakin? "(pak Rahman)
"Iya om,Farhan yakin"
"Tunggu sebentar ya, om panggilin Hanna nya dulu"
"baik om"(Farhan)
Pak Rahman pun pergi menuju kamar anaknya lalu mengetuk pintu kamar Hanna.
"Hanna, ini papa"
"Iya pa bentar"(sembari mengambil kerudungnya)
Hanna membukakan pintu kamarnya, lalu berkata"ada apa pa? "
Itu didepan ada nak Farhan,cepat kedepan nak Farhan menunggu" ucap pak Rahman berlalu meninggalkan Hanna.
Hanna pun langsung menuju ruang tamu.
Di ruang tamu sudah ada Farhan dengan kedua orang tuanya juga ada papa dan mamanya yang baru selesai membuatkan minuman di dapur.
Hanna langsung duduk di sofa yang kosong tanpa berkata.
"Nah ini anaknya udah datang"(pak Rahman)
"Jadi gini sayang, nak Farhan mau melamar kamu, apa kamu menerima lamaran nak farhan? " (bu Hija)
Hanna langsung menceritakan apa yang membuatnya tidak yakim dengan lamaran itu.
"Far, jika kamu mengetahui kondisi ku pasti kamu tidak akan melamar ku, sebelum semuanya terlambat aku mau kasih tau kamu, kalo aku mengidap kangker otak dan kata dokter umurku sudah tidak lama lagi(Hanna menjelaskan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sontak Fahri dan kedua orang tuanya kaget dengan apa yang di dengarnya barusan.
"Kamu pasti becanda kan Han"(Farhan)
"Ini faktanya Far,aku tidak mungkin bercanda jika terkait penyakit serius seperti ini,jika kamu tidak percaya kamu bisa tanya pada orang tua ku"(Hanna)
Farhan melihat ke arah kedua orang tua Hanna dan kedua orang tua Hanna hanya mengangguk dan mata mereka juga sudah berkaca-kaca dengan semua yang menimpa anaknya.
" Kenapa kamu tidak pernah mengatakan hal ini pada pada ku"(Farhan)
"Karna aku tak ingin setiap orang di sekeliling ku memperlakukan aku seperti orang sakit yang hanya bisa menanti ajal dan hanya diam di rumah tanpa aktivitas di luar sana"(Hanna menjelaskan dengan air mata yang semakin deras)
Melihat penjelasan Hanna, Farhan juga ikut merasakan kesedihan Hanna dan tanpa disadari kini mata nya juga berkaca-kaca.
__ADS_1
Orang tua Farhan yang menyaksikan semua itu turut merasakan kesedihan Hanna dan keluarganya. Dia tidak bisa membayangkan jika semua itu terjadi padanya.
"Sabar ya jeng"(Ucap bu Nita mendekati dan merangkul bahu bu Hija dan di sertai anggukan dari bu Hija)
"Jadi semua nya dudah jelas kan nak Farhan, sekarang semua keputusan kembali ke nak Farhan"(pak Rahman)
"Ma,pa apapun keputusan aku mama sama papa dukung aku kan? "(Farhan yang berbicara pada orang tua nya)
"Tentu nak"(bu Nita)
"Aku akan menikah secepatnya dengan Hanna minggu depan dan aku ingin membahagiakan Hanna di sisa umurnya,aku ingin waktu terakhir Hanna adalah waktu nya bersama ku"(Farhan)
"Kamu harus memikirkannya lebih matang lagi Far, kamu tidak boleh gegabah mengambil keputusan ini"(Hanna)
"Nggak han, aku yakin dengan keputusan ku"(Farhan)
"Baiklah nak kami akan mempersiapkan pernikahan mu"(pak Rudi)
Kedua belah pihak keluarga sudah merestui pernikahan Farhan dan Hanna dan juga sudah menentukan harinya yaitu akad pernikahan hari Kamis dan resepsi pernikahan hari jum'at.
Setelah mengambil kesepakatan Farhan dan Kedua oran tua nya pamit pulang.
Keluarga Hanna mengantar Farhan dan keluarganya kedepan rumah.
Sebelum pulang Farhan berbicara pada Hanna.
"Jaga diri mu baik-baik,dan satu hal yang harus kamu tau aku sangat mencintai mu"(Ucapan yang keluar dari mulut Farhan yang disertai anggukan dan senyuman dari Hanna)
"Setelah Farhan dan kedua orang tuanya pergi, Hanna langsung masuk ke rumah dan diiringi oleh orang tuanya".
"Ma, pa Hanna mau nanya"(Hanna)
"Apa sayang"(kedua orang tua Hanna)
"Apa mama sama papa benar-benar setuju dengan pernikahan ini? "(Hanna)
"Selagi kamu bahagia mama sama papa pasti dukung apapun keputusan kamu"(pak Rahman)
"Iya sayang"(bu Hija)
Makasih ya ma, apa Hanna beruntuung banget punya orang tua sebaik mama dan papa"(sambil memeluk Orang tuanya)
Hanna kekamar dulu ya ma,pa
Hanna mau desain baju-baju dan kerudung yang bagus dulu, biar orang-orang makin betah memakai kerudung(Hanna berkata dengan senyuman yang mengembang di bibirnya "(Hanna)
"iya sayang"(bu Hija dan pak Rahman)
Hanna memang seorang disainer,ia sangat senang dalam mendesain baju-baju seperti tunik, gamis, kerudung dll
Sedangkan Farhan adalah Seorang direktur di sebuah perusahaan ternama.
Mereka bertemu dan kenal saat mereka hendak lulus di sebuah Universitas tempat mereka kuliah, karna beda jurusan jadi mereka tidak bertemu di waktukuliah, namun takdir mempertemukan mereka, pada saat mereka hendak lulus.Dan saat pertama bertemu, entah kenapa mereka langsung nyambung satu sama lain sehingga mereka menjadi akrab dan saling menaruh rasa, namanya juga takdir:)
*Bersambung*
mau tau kelanjutan cerita nya?
Jangan lupa mampir lagi ke episode berikutnya yaa:)
__ADS_1