Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Hanna masuk Rumah Sakit


__ADS_3

*Sesampai nya di rumah Hanna*


Setelah membayar ongkosnya Hanna dan Najwa langsung turun dari taxi tersebut.


Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam rumah sambil menyapa mama dan papa Hanna yang sedang menonton tv.


" Hai ma, pa aku ajak Najwa kesini lho"(Hanna)


"Ehh, sayang, nak Najwa"(bu Hija dan pak Rahman)


"Hai om,tante"(ucap Najwa dengan senyum yang mengembang di pipi nya)


"ehhh, Najwa jangan panggil om sama tante lagi dong, Najwa sudah kami anggap seperti anak sendiri, jadi panggil mama sama papa aja ya nak"(pak Rahman)


"Iya Naj panggil mama aja"(bu Hija)


"Iya nih Naj,emangnya kamu nggak mau jadi saudara aku"(Hanna)


" Hehe.. Iya tan, eh.. Ma, pa


Najwa nggak biasa ja,jadi lebih sering manggil tante. Kamu lagi Hanna siapa sih nggak mau jadi saudara dari Hanna yang manis dan nyebelin ini"(Ucap Najwa diikuti senyuman dari Hanna)


"Makanya dibiasa in"(bu Hija)


"Iya tan, upss.. Mama"(bu Hija, pak Rahman, dan Hanna pun tertawa dengan tingkah Najwa)


"Sudah-sudah kalian mandilah dan ber istirahat"(ucap bu Hija yang menghentikan tawa nya)


"Iya mandi sana, kalian bau tau"(ucap pak Rahman meledek Hanna dan Najwa)


"Ihh...papa mentang-mentang udah mandi"(Hanna)


"Iya dong"(ucap pak Rahman)


"Yaudah kita mandi dulu pa, ma"(sambil pamit ke kamar yang diiringi Najwa)


Kini mereka berdua sudah berada di kamar Hanna.


"Naj gue yang mandi duluan ya"(Hanna)


"Iya,mandi sono,tapi jangan lama-lama"(Najwa)


"Iya aku nggak lama kok, palingan satu jam"(Ucap Hanna melangkah ke kamar mandi)


_Satu jam?, emang dikira satu jam bentar apa?_ (bati Najwa)


Setelah Hanna selesai mandi,Najwa langsung ke kamar mandi untuk membeesihkan tubuhnya yang sudah lengket.


Setelah selesai mandi,Najwa meminjam pakaian Hanna dan memakainya. Krena tadi Najwa lupa membawa baju gantinya.


Karna jam sudah menunjukan jam 06.30 mereka pun melaksanakan sholat terlebih dahulu.


*Farhan*


Kini farhan terbangun dari tidurnya karna mendengar suara adzan, ia segera mengambil wudu'dan bersegera ke masjid dengan papanya.


Setelah selesai sholat Farhan dan papanya tetap di masjid dan menunggu waktu isya datang. Sampai akhirnya adzan sholat isya pun di kumandangkan. Farhan dan jama'ah yang lain pun melaksanakan sholat isya.


Setelah selesai sholat Farhan dan ayah nya pulang, mereka pulang jalan kaki, karena jarak masjid dari rumahnya tidak terlalu jauh.


"Apa semua yang berkaitan dengan pernikahan mu sudah di persiapkan? "(pak Rudi)

__ADS_1


"Sudah pa, besok kita tinggal nyebar undangan"(Farhan)


"Oohh... Berarti semua udah aman? "(pak Rudi)


"Papa tenang aja,semua aman terkendali"(Farhan)


"Nahh.. Itu baru abak papa (Ucap pak Rudi pada anak nya)


Oh iya Farhan mempunyai seorang kakak,tapi kakaknya tinggal di luar negeri bersama suaminya, karna pernikahan Farhan mendadak jadi kakaknya tidak bisa menghadiri pernikahannya.


*Kembali ke Hanna dan Najwa*


Kini Hanna dan Najwa juga telah selesai sholat isya.


Saat Hanna berdiri selesai sholat,tiba-tiba kepalanya sakit,dia merasakan sakit yang teramat sampai ia jatuh ke lantai. Najwa yang baru membuka mukena langsung menghampiri Hanna dengan perasaan tak dapat lagi dibendung.


"Han, kamu kenapa han" (ucap Najwa dengan mata yang sudah berkaca_kaca)


"Aduuhhh.... sakit Naj,sakit"(ucap najwa sambil memegang kepalanya)


Karna panik Najwa langsung turun tangga dan memanggil kedua orang tua Hanna.


"Maaaa, paaaaa......... "


(Ucap Najwa sambil menuruni tangga)


Bu Hija dan pak Rahman yang mendengar teriakan Najwa langsung keluar dari kamarnya.


"Ada apa Naj" ( pak Rahman)


"Hanna ma, pa, Hanna.."(Najwa)


"Hanna kenapa Naj"(bu Hija)


*Di kamar Hanna*


Bu Hija langsung berlari ke arah Hanna begitupun Najwa.


Pak Rahman yang baru sampai di kamar Hanna langsung mengambil hp yang ada di sakunya, kemudian langsung menelfon ambulans, agar segera ke rumahnya.


Mobil ambulans pun sudah berada di depan rumah Hanna dengan perjalanan sekitar 15 menit.


Pak Rahman langsung menggendong putrinya dengan hati-hati menuruni anak tangga.


Dan segera memasukkan anaknya ke dalam ambulans.


"Ma Najwa ikut naik ambulans nya ya sambil jagain Hanna"(Najwa)


"Mama juga ikut"(Bu Hija)


"Ya sudah kalian naik ambulans saja, biar papa sendiri yang naik mobil"(pak Rahman)


Mobil ambulans pun sudah melaju dengan cepat.


"Tahan ya sayang"(ucap bu Hija pada Hanna sambil menangis sejadi-jadiinya)


"Iya han, kamu tahan yaa, bentar lagi kita nyampe kok"(Najwa berkata sambil mengelus kepala sahabatnya)


*Di Rumah Sakit*


Sesampainya dirumah sakit,Hanna langsung dibawa ke ruang ICU.

__ADS_1


Dan keluarga Hanna tidak dioerbolehkan masuk seorang pun.


Saat sedang menunggu di depan ruang ICU, papa Hanna pun datang dan menghampiri bu Hija dan Najwa yang sedang menangis dan sangat khawatir dengan keadaan Najwa.


"Han, lho jangan tinggalin gue sekarang yaa, gue belum siap kehilangan lho. Tapi kalau Hanna ninggalin gue gimana? "(pikiran Najwa yang sudah kemana-mana).


"Mama tenang yaa"(Pak Rahman menenangkan istrinya)


Bu Hija, pak Rahman,dan Najwa sangat panik sehingga mereka lupa untuk mengabari Farhan tentang keadaan Hanna sekarang.


Beberapa saat dokter pun keluar dari ruang rawat Hanna. Dan dengan segera bu Hija menghampiri dokter tersebut.


"Gimana keadaan anak saya dok? "(Bu Hija bertanya ke dokter dengan raut wajah khawatir)


"Untung Hanna segera di bawa ke sini, jadi Hanna bisa diselamatkan, namun untuk saat ini Hanna belum sadar. "(ucap dokter yang memang sudah kenal dengan Hanna,karena Hanna sering berobat dengan dokter tersebut).


"Syukurlah(pak Rahman)


"Apa kami sudah boleh masuk dok?"


"Silahkan tapi maksimal 2 orang ya pak, karena kondisi Hanna belum stabil"(Dokter)


"Baik dok"(pak Rahman)


Pak Rahman dan bu Hija langsung masuk ke dalam ruang rawat Hanna. Sementara Najwa tetap di luar karena hanya 2 orang yang di perbolehkan masuk oleh dokter.


Beberapa menit kemudian, Hanna terbangun dari pingsannya.


"Mmmaa, pa"(ucap Hanna singkat dan pelan)


"Pa,Hanna sudah bangun pa"(Bu Hija)


"Apa kamu masih merasakan sakit nak?"(bu Hija)


"Masih sih ma, tapi udah mendingan kok,udah nggak sakit kayak tadi"(Hanna menjawab pertanyaan ibunya dengan suara pelan)


"Oh iya papa lupa ngabari Farhan"(pak Rahman)


"Nggak usah pa"(Hanna)


"Lho... Kan dia harus tau keadaan kamu nak". (bu Hija)


"Ma,pa Hanna mohon,mama sama papa nggak usah ngasih tau Hanna,kan Hanna udah sadar, nih Hanna udah nggak ngerasa sakit lagi, lagian hari juga udah malam,mungkin Farhan udah tidur"(Hanna)


"Ya sudah,papa nggak akan ngasih kabar ke Farhan"(pak Rahman)


"Mama sama papa janji ya nggak bakal kasih tau Farhan walaupun besok, ini permintaan Hanna".


"Iya, mama sama papa janji"(bu Hija)


"Mama sama papa pulang aja,biar Hanna ditemanin Najwa disini".


"Tapi.."(bu Hija)


"Maaaa, mama nggak usah khawatir, kan ada Najwa yang nemenin Hanna".


"Ya sudah besok mama sama papa ke sini lagi pagi-pagi"


"iya maa.. "(Hanna)


*Bersambung*

__ADS_1


mau tau kelanjutan cerita nya?


Jangan lupa mampir lagi ke episode berikutnya yaa:)


__ADS_2