Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Gengsian


__ADS_3

Jam menunjuk ke angka setengah satu,


"Aku ke kamar dulu mau mandi"(Farhan)


Farhan berlalu pergi meninggalkan Najwa.


Najwa pun pergi ke kamarnya mandi dan sholat, selesai sholat dia membuka buku yang diberikan Hanna padanya. Ternyata isinya adalah semua makanan kesukaan Farhan dan kopi yang ia sukai. Di buku itu juga ada bahan-bahannya.


"Ohhh, jadi Hanna membuat semua makanan dan minuman kesukaan Farhan di buku ini"(Najwa)


Setelah selesai sholat Najwa pun keluar dan memasak di dapur.


"Haa? Belum ada bahan makanan yaa,ya sudahlah aku akan membelinya"(Najwa)


Najwa lebih suka berbelanja di pasar dari pada di supermarket,karena di pasar ia bisa memilih bahan makanan yang masih segar untuk di masak. Jadi Najwa pun mencari pasar terdekat dengan Google Maps.


Stelah mendapatkan lokasinya, Najwa langsung memesan ojek online dan mencantumkan lokasinya di apk pemesanan ojek online tersebut.


Beberapa menit Najwa menunggu di depan rumahnya, akhirnya Ojek online yang ia pesan datang.


"Dengan mbak Najwa?"(Pak ojek online)


"Iya pak"(Najwa)


Najwa langsung memakai helm yang di berikan pak ojek online tersebut dan mengantar Najwa ke lokasi tujuan.


Sesampainya di pasar, Najwa langsung membeli semua bahan makanan.


*Kembali ke Farhan*


Saat Najwa pergi, ternyata Farhan sholat di mesjid yang tak jauh dari rumahnya.


Sesampainya di rumah Farhan tak menemukan Najwa, bahkan di kamarnya yang terbuka juga tidak ada.


"Kemana dia? Baru ditinggal sebentar sudah pergi saja, jangan-jangan ada barang yang di curinya lalu kabur"(Fikiran Negatif Farhan)


"Tapi barang apa?, sepertinya semuanya masih lengkap, jangan-jangan dia ke kamar/ke ruang kerja ku(gumamnya kembali)


"Aku harus mencek nya, awas saja kau, aku akan memergoki mu"(Ucap Farhan menaiki tangga dengan langkah pelan)


*Najwa*


Setelah membeli semua bahan makanan Najwa langsung pulang,karena ada pangkalan ojek di pasar tersebut jadi Najwa tak perlu memesan ojek online.


"Ojek! (panggil Najwa dari kejauhan karena barang bawaanya yang agak banyak)


Karna mendengar Najwa memanggil dari seberang jalan, akhirnya salah satu dari bapak ojek menghampirinya.


"Mau kemana mbak"(Tukas pak ojek dengan sopan)


"Ke jalan Cempaka no 7 pak"(Ucap Najwa)


Pak ojek pun mengantar Najwa ke jalan cempaka no 7 tersebut.


"Sudah sampai mbak"(Menghentikan motornya)


"Iya pak, makasih(sambil memberikan ongkos ojeknya)


"Iya mbak, sama-sama"(Tukang ojek)


Najwa langsung masuk ke rumahnya, sambil membaca salam. Sedangakan Farhan diatas tidak menemukan siapapun.


Farhan balik ke bawah, dan ditemukannya Najwa yang membawa banyak bahan makanan.


Farhan malu pada dirinya yang sudah berfikiran yang tidak-tidak pada Najwa.

__ADS_1


"Yah,, malah bengong, bantuin napa"( Tukas Najwa)


Tanpa bicara Farhan mengangkat belanjaan Najwa ke dapur.


"Duduklah sana, aku akan membuatkan mu makan siang"


Farhan pun duduk dan meraih ponsel di saku celananya, dan memainkannya.


"Hmm... harum juga(Batin Farhan)


Setelah selesai masak Najwa pun menyajikan makanan yang dibuatnya dan itu makanan kesukaan Farhan(Nasi goreng yang banyak bawang dengan telur mata sapi dan juga ada rawon.


"Dari mana dia tau makanan kesukaan ku, ahh mungkin hanya kebetulan"


"Silahkan di coba"( Ucap Najwa mempersilahkan)


Farhan langsung mengambil sendok dan memakan nasi goreng dan rawon yang dimasak Najwa.


"Dasar, sudah dimasakin juga, masih saja diam begitu"(Kesal Najwa)


Najwa pun duduk dan menyantap makan siangnya.


Farhan yang baru memasukkan nasi goreng yang di campur rawon kedalam mulutnya pun langsung membesar kan matanya.


"Bagaimana dia bisa masak seenak ini, ini bahkan lebih enak dari restoran-restoran mewah yang pernah aku kunjungi"(Farhan)


"Gimana enak kan? (Ucap Najwa)


"Lumayan"(Ucap Farhan yang gengsi mengakuinya)


"Haa? bary kali ini ada orang yang mengatakan masakan ku lumayan, tidak tau saja dia kalau aku jago dalam memasak" (Batin Najwa dengan kesal).


Hari ini Farhan makan siang yang sangat enak sampai-sampai dia keselek.


"Uhuk.. Uhuk... "(Farhan)


"Makan itu pelan-pelan"(Sindir Najwa lagi)


Farhan hanya malu dengan kata-kata nya tadi.karena terlalu lahap makannya,jadi yaa gitu deh kejadiannya.


"Dasar! dari tadi diemm aja, huffh... rasanya pengen di kafe saja. Jadi aku bisa lebih rileks"(Batin Najwa dengan kesal)


Setelah selesai makan,Farhan memberikan uang kepada Najwa.


"Ini uang sebagai pengganti uang kamu yang kepakai tadi buat beli bahan masakan di dapur"(Ucap Farhan sambil mengulurkan uang)


"Ini terlalu banyak, aku tadi cuman belanja kira-kira lima ratus ribu"(Ucap Najwa karena Farhan mengulurkan lebih dari lima lembar uang seratus)


"Ya sudah ambil saja,setiap bulan aku akan kasih uang bulanan padamu"(Farhan)


"Oh.. ok kalau kamu memaksa"(Ucap Najwa lalu mengambil uang yang diberikan Farhan)


"Aku ke kamar dulu"(Farhan )


"Pergilah"(Najwa)


Saat Farhan ingin menaiki tangga, tiba-tiba ia jatuh sehingga kakinya terkilir.


"Auu,aduhhh"(Rintih Farhan)


Najwa yang mendengar suara Farhan saat sedang membereskan piring-piring kotor,lalu dengan segera menghampiri Farhan.


"Farhan! sini aku bantu berdiri"(Najwa)


"Nggak usah,aku bisa sendiri"(Tolak Farhan)

__ADS_1


"Ya sudah kalo bisa sendiri"(Najwa meninggalkan Farhan lalu kembali ke dapur untuk mencuci piring-piring kotor)


Saat mencoba berdiri,ternyat Farhan terjatuh lagi.


"Auuu"(Farhan)


Najwa hanya diam,karena Farhan tadi sudah menolak bantuannya.


"Aduuhh, ini sangat sakit, aku memang butuh bantuan dari Najwa"(Batin Farhan)


Karena gengsi Farhan hanya diam duduk di tangga dan hanya pasrah dengan keadaan kakinya.


Selesai mencuci piring Najwa ingin kembali ke kamarnya,namun karena melihat Farhan masih di dekat tangga Najwa akhirnya menghampirinya.


Tanpa menawari Najwa langsung menarik lengan Farhan dan membopongnya ke sofa ruang tamu dan Farhan pun hanya diam tanpa bantahan.


"Makanya lain kali kalo butuh bantuan orang lain jangan sok"(Ucap Najwa menyindir Farhan)


"Gadis ini menyebalkan,beraninya dia menyindirku, dia tidak tau saja aku siapa"(Batin Farhan)


"Tunggu disini sebentar,aku membeli minyak urut dulu di gang depan"(Ucap Najwa berlalu meninggalkan Farhan)


*Sesampainya di apotik*


"Buk, ada minyak urut? "(Najwa bertanya pada pemilik apotik)


"Ada nak, tunggu sebentar ya"(Mengambil minyak urut lalu memasukkannya ke dalam kantong)


"Adalagi?"(Pemilik apotik)


"Itu aja dulu buk"(Najwa)


Ibu pemilik apotik pun memberikan obat urut tersesebut kepada Najwa. Najwa menerimanya lalu kembali pulang.


*Di rumah*


"Sini kaki mu"(Sambil meletakkan kaki Farhan yang terkilir ke atas sofa lalu Najwa pun mulai mengurut kaki Farhan)


"Aduuhhhh"(Rintih Farhan kesakitan)


"Dia ternyata baik juga"(Batin Farhan)


"Apa liat-liat(Ucap Najwa yang tau Farhan melihatnya dengan agak lama)


"Siapa yang ngeliat ke situ, gr"(Farhan)


"Nama aku bukan situ tapi Najwa. N A. J. W. A(Ucap Najwa)


"Iya-iya, Najwa"(Ucap Farhan yang mengalah karena sudah malas berdebat)


"Ini sudah selesai,bentar lagi juga udah sembuh"(Najwa)


Farhan pun menggerak-gerakan kakinya.


"Jangan terlalu banyak gerak dulu kakinya"(Najwa)


"Iya-iya bawel"(Farhan)


"Udah dibantuin juga, eh malah dibilang bawel"(Ucap Najwa)


"Makasih ya Najwa"(Ucap Farhan dengan senyumannya yang begitu manis)


Karena ini pertama kalinya Farhan tersenyum pada Najwa , jadi Najwa agak salting karena senyuman Farhan.


"Sama-sama"(Najwa langsung berlari ke kamarnya, karena dia tiba-tiba gugup, karena senyuman Farhan)

__ADS_1


"Dasar gadis aneh"(Gumam Farhan lalu pergi ke kamarnya dengan langkah yang pelan-pelan)


*Bersambung*


__ADS_2