Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Farhan mencemaskan Najwa


__ADS_3

Najwa dan Farhan masuk ke dalam rumah, dan pergi ke kamarnya masing-masing.


*Dikamar Najwa*


"Huffhh.. hari yang melelahkan"(Ucap Najwa sambil membaringkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk dan memejamkan matanya lalu tertidur.


Keesokan harinya Farhan terbangun dan mandi.


Pukul 07.00 pagi Farhan sudah siap dengan jaz abu-abunya sehingga dia terlihat sangat tampan. Begitupun dengan Najwa.


Selesai sarapan mereka langsung berangkat bersama. Sesampainya di kafe, Farhan memberhentikan mobilnya dan Najwa pun turun.


"Nanti jangan menunggu ku, aku ada meeting dan mungkin nanti juga lembur, jadi pulang lah dahulu"(Ucap Farhan pada Najwa)


"Baiklah"(Ucap Najwa lalu pergi ke kafe)


Seharian Najwa melayani pelanggan. Karena hari sudah pukul 05.00 jadi Najwa memutuskan untuk pulang.


Saat Najwa ingin mengorder taxi via online, namun baterai Hp Najwa ternyata habis dan mati. Mau tidaj mau Najwa harus pulang dengan menunggu bus atau taxi di halte. Dan jarak halte lumayan jauh dari kafenya.


Saat di perjalanan menuju halte, tiba-tiba hujan deras turun sehingga membasahi tubuh Najwa.


"Aduuhh, hari hujan lagi, aku harus cepat-cepat sampai di halte"(Ucap Najwa)


Lalu Najwa berlari menuju halte dan sesampainya di halte ternyata atap di halte tersebut bocor ditambah lagi hujan badai menambah guyuran pada Najwa.


Najwa sudah sangat kedinginan namun taxi ataupun bus tak kunjung lewat. Ntah kenapa,mungkin karena hujan badai.


Hari sudah menunjukkan pukul 07.00 jadi Bajwa sudah menunggu bus kurang lebih 2 jam.


Tubuh Najwa sudah bergetar karena kedinginan.


*Farhan*


Farhan yang sudah menyelesaikan tugasnya langsung pulang. Saat dijalan tiba-tiba Farhan melihat sekilas seorang perempuan seperti Najwa. Namun mobilnya sudah melintas dengan cepat.


"Apakah yang tadi itu Najwa? "(Gumam Farhan)


"Tapi tidak mungkin juga, kan Najwa sudah pulang dari tadi"(Gumamnya lagi).


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh Fahri akhirnya sampai di rumah pukul 07:30. Saat masuk ke dalam rumah Farhan langsung mandi dan mengganti pakaiannya.


Pada pukul 08:00 Farhan merasa sangat lapar lalu ia menuruni anak tangga. Namun sesampainya di meja makan Farhan tidak menemukan makanan untuk di makan. Lalu Farhan ingin meminta Najwa memasakkannya makan malam. Namun saat di cek ke kamarnya Najwa tidak ada.

__ADS_1


"Kok Najwa tidak ada"(Farhan)


"Apa dia masih di kafe?"(gumamnya kembali)


"Aku coba telfon deh"(Farhan)


Farhanpun menelfon Najwa,namun no Najwa tidak aktif.


"Apa jangan-jangan yang aku lihat tadu beneran Najwa"(Ucap Farhan mulai panik)


Farhan langsung memakai jaketnya dan melajukan mobilnya ke kafe Najwa, tapi hasilnya nihil. Farhan kembali melajukan mobilnya ke kafe yang mana dia sempat melihat Najwa, namun ragu itu beneran Najwa apa tidak.


Saat sampai di halte,Farhan melihat seorang perempuan yang membelakang dari jalan. Farhan langsung menghampiri perempuan itu.


"Permisi, mbak... mbak.. "(Panggil Farhan berkali-kali, namun tidak ada sahutan daru perempuan tersebut).


Karena tidak ada sahutan, jadi Farhan membalikan wajah perempuan tersebut dan ternyata benar perempuan itu adalah Najwa yang sudah pucat dan pingsan.


"Astagfirullah Najwa"(Farhan mulai panik)


Farhan menggendong Najwa lalu memasukkannya ke dalam mobil. Farhan yang cemas melajukan mobilnya yang mengarah pulang dengan cepat.


Saat sampai di rumah Najwa pun teebangun dari pingsannya.


"Naj, kamu sudah sadar"(Farhan)


"Kamu sudah di rumah"(Farhan)


"Aku ganti baju dulu ya"(Ucap Najwa yang masih kedinginan)


"Iya, sini aku antar ke kamar"(Farhan)


Lalu Farhan membopong Najwa ke kamarnya lalu Najwa menutup pintu dan mengganti pakaiannya.


"Apa dia sudah tidak pusing?"(Batin Farhan)


"Tapi kenapa dia tidak keluar-keluar dari tadi, perasaan dia pamit ganti baju udah dari tadi"(Batin Farhanp, lalu membuka pintu kamar Najwa untuk melihat keadaan Najwa)


Namun pintu kamar Najwa ternyata sudah di kunci. Farhan mengetuk pintu Najwa, tapi tidak ada jawaban.


"Naj... Naj.. buka pintunya"(Farhan)


Namun tetap tidak ada sahutan. Akhirnya Farhan mengambil kunci cadangan kamar Najwa yang terletak di ruang kerja nya dan membuka pintu kamar Najwa.

__ADS_1


Saat masuk ternyata Najwa pingsan dilantai untuk yang kedua kalinya setelah mengganti pakaiannya.


"Najwa!"(Farhan mulai cemas kembali)


Farhan menggendong Najwa dan meletakkannya di atas kasur. Lalu Farhan meletakkan telapak tangan nya di jidat Najwa.


"Badannya panas sekali"(Farhan)


Farhan pun mengambil air dan sepotong kain untuk mengompres Najwa. Karena sudah pukul 12 malam jadi Farhan tidur di samping Najwa. Juga untuk berjaga-jaga jika Najwa bangun dan membutuhkan sesuatu.


Saat Farhan tidur agak berjauhan dengan Najwa, tiba-tiba Najwa memeluk Farhan, mungkin ia masih kedinginan.


Karena tidak tega dengan Najwa,Farhan pun membalas pelukan Najwa agar ia tidak kedinginan lagi. Tak lama kemudian Farhan pun tertidur disamping Najwa.


Pagi harinya Najwa terbangun dan dia sangat kaget karena Farhan ada di sampingnya.


"Aaaa...." (Teriak Najwa)


Farhan yang mendengar teriakan Najwa langsung terbangun.


"Ada apa? "(Ucap Farhan pada Najwa)


"Kenapa kamu tidur di sini? dan kenapa kamu memelukku"(Najwa)


"Kenapa kau bertanya padaku, bukannya kamu semalam yang memelukku karena kedinginan"(Ucap Farhan kembali).


"Haa? aku memelukmu, tidak mungkin"(Ucap Najwa kembali).


"Sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu, lagian aku ini suami mu. Jadi tak akan jadi masalah jika aku tidur denganmu. Ih iya kamu tidak boleh ke kafe hari ini, yanh ada kamu akab pingsanb lagi dan merpotkan ku"(Ucap Farhan lalu pergi meninggalkan Najwa di kamarnya)


"Memangnya siapa dia melarang-larangku. Tapi kepalaku memang masih sakit sih"(Ucap Najwa)


Lalu Najwa mengingat-ingat kejadian kemaren. Ia ingat kalau dia kemaren berhujan-hujan menunggu taxi di halte sampai malam. Lalu dia pingsan dan pas bangun, dia sudah di mobil Farhan dan sampai di rumah. Lalu dia mengganti pakaiannya. Dan.... hanya sampai disitu yang ia ingat.


Lalu Najwa meraba jidatnya yang masih ada kain kompresan di kepalanya. Lalu dia tersenyum seraya berkata"Terima kasih sudah merawat ku semalam"(Ucap Najwa karena Farhan sudah merawatnya)


Yaa... walaupun saat ia berterimakasih Farhan tidak ada di situ.Tapi dia berniat akan berterima kasih langsung pada Farhan nanti.


*Bersambung*


mau tau kelanjutan cerita nya?


Jangan lupa mampir lagi ke episode berikutnya yaa:)

__ADS_1


Untuk yang udah baca, jika suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak, boleh like,comment atau support author dengan vote nya ya. Tapi author juga tidak memaksa,dan semoga kalian suka dan sabar nunggu episode berikutnya:)


Terimakasih atas perhatiannya:)


__ADS_2