Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Pernikahan di percepat?


__ADS_3

Ya sudah besok mama sama papa ke sini lagi pagi-pagi"


"iya maa.. "(Hanna)


Mama Hija dan papa Rahman pun akhirnya memutuskan untuk pulang dan berpesan sama Najwa.


"Naj"(Mama Hija)


"Iya ma"


"Kamu jaga in Hanna ya, mama sama papa mau pulang, tapi kalau Najwa keberatan mama nggak jadi pulang. Ucap mama Hija dengan senyuman.


"Nggak kok ma, Najwa nggak keberatan sama sekali,malah Najwa senang bisa nemenin Hanna di sini"


"Makasih ya nak, kamu memang anak yang baik"


"Iya ma,sama-sama"


"Mama sama papa pulang dulu yaa"(papa Rahman)


"Iya pa ma, hati-hati di jalan yaa"


"Iya nak"


Mama Hija dan papa Rahman pun berangkat pulang.


Najwa segera masuk ke ruang rawat Hanna.


"Maaf ya Naj, gue jadi ngerepotin"


Nggak kok Han, malah gue seneng bisa jagain kamu(Najwa berkata sambil tersenyum)


"Udah kamu sekarang tidur yaa, dan nggak usah banyak pikiran"


"Iya, tapi kamu juga tidur"


"Aman"


Hanna pun memejamkan matanya, dan Najwa juga memejamkan matanya yang sudah mengantuk dari tadi karena menunggu di luar sendirian tanpa ada teman bicara nya"


*Farhan*


Sejak pulang dari mesjid tadi Farhan tidak bisa tidur. Entah kenapa, Farhan pun juga tidak tau.


Kini jarum jam sudah mengarah ke angka 1 tapi Farhan tetap belum bisa tertidur dan perasaannya juga tidak enak. Tapi dia tidak tau apa penyebab semua itu.


Saat jarum jam mengarah ke angka 2 baru Farhan bisa tidur dan terbawa ke alam mimpi.


Di mimpinya Farhan bertemu dengan Hanna, saat mereka main kejar -kejaran. Hanna yang lari dari Farhan terjatuh dan menangis. Farhan berusaha berlari mendekati Hanna dan ingin menolongnya, namun entah apa yang menghalanginya,dia hanya lari ditempat saja. Dia berusah sekencang mungkin tuk berlari, dan akhirnya sampai di tempat Hanna, namun saat ingin membantu Hanna,tiba-tiba Hanna menghilang ntah kemana.


Farhan berusaha mencari Hanna dengan tangisannya krena tidak menemukan Hanna sama sekali. Lalu ia terbangun dengan nafas yang sesak,sambil memanggil nama hanna.


"Hannaaaaaaa....... "


Ucapnya terbangun


"Haaa, ternyata hanya mimpi, syukurlah"(ucap Farhan sambil mengatur nafas nya).Semoga tidak terjadi apa-apa dengan Hanna. Oh iya beberapa hari ini aku tidak bertemu dengan Hanna, besok aku akan ke rumahnya(batin Farhan)


*Keesokan harinya*


Jarum jam mengarah di angka 07.00.

__ADS_1


Mama Hija dan papa Rahman sudah bersiap dan bergegas menuju rumah sakit, untuk menjenguk anaknya.


Kini mereka sudah menaiki mobilnya dan papa Rahman pun melajukan mobilnya dengan kecepatan stabil.


Sedangkan Farhan sudah rapi dengan jaz hitam yang di kenakanannya, yang menambah aura ketampanannya dan membuat setiap kaum hawa semakin tergila-gila padanya. Apalagi di kantornya,semua pegawai wanita yang bekerja di kantornya sangat mendambakan seorang Farhan, dan sering mengkhayalkan Farhan sebagai suaminya.


"Ma pa,Farhan pamit ya, mau ke rumah Hanna"(Ucap Farhan pada orangtuanya yang sedang sarapan)


"Kamu nggak sarapan dulu? "(bu Nita)


"Nggak ma, Farhan sarapannya nanti aja di luar"


"Ya udah kamu hati-hati ya"


"ok ma, pa"


Farhan pun melajukan mobil ke arah rumah Hanna.


Sesampainya Farhan di rumah Hanna, Farhan mengetuk pintu rumah Hanna, namun tak ada seorang pun yang membukakan pintu untuknya.


" _Sudah berkali-kali aku mengetuk pintu,kenapa tidak ada yang membukakannya_ "


Lalu Farhan mengeluarkan Hp dari dalam sakunya, dan ia pun menelfon Hanna. Namun Hp Hanna tidak aktif.


"Aduuhhh, Hann angkat dong"(Farhan mulai panik)


Setelah ber ulang-ulang menelfon Hanna namun hasilnya nihil, kini ia menelfon ayah Hanna.


Kedua orang tua Hanna yang sudah sampai di rumah sakit mendengar ada nya suara panggilan masuk. Lalu ayah Hanna mengambil Hp dari saku celana nya. Saat dilihat yang menelfon adalah Farhan, papa Rahman bingung antara meng angkat telfon atau tidak, kalau di angkatnya, Farhan pasti akan menanyakan keberadaan Hanna sedangkan semalam mereka sudah berjanji pada anaknya agar tidak memeberi tahu Farhan.


Orang tua Hanna bergegas ke ruang rawat Hanna.


*Di Ruangan Hanna*


Hanna yang terkejut melihat 13 panggilan tak terjawab dari Farhan pun melihat ke arah papanya, lalu papanya mengangguk memeberi code agar Hanna mengangkat telfon dari Farhan. Karena tak tega dengan Farhan Hanna akhirnya mengangkat telfon dari Farhan.


"Hallo om"ucap Farhan dengan cepatnya


"Hallo, ini Hanna"


"Hanna, syukurlah aku dari tadi khawatir tau sama kamu. Kamu dimanan? "


"Diii....... "


"Dimana Han? Soalnya aku sekarang di rumah kamu, tapi dari tadi aku ketok pintu nggak ada yang buka in, trus aku nelfon kamu nomor kamu nggak aktif".


"Aku di rumah sakit"


"Apa! Kamu di rumah sakit? "


"Iya kemaren malam kepala ku sakit, jadinya aku di bawa ke rumah sakit,maafin aku ya nggak kabari kamu"


"Iya, tapi kamu di rumah sakit mana? ,no berapa ruangannya? "berbagai pertanyaan langsung keluar dari mulut Farhan karena ia sangat cemas akan kesehtan Hanna.


"Aku di rumah sakit Media dan ruangannya no,no.....


"Ma ini ruang rawat aku no berapa sih? "


"No 17"


"no 17"Hanna melnjutkan perkataannya"

__ADS_1


"Ya sudah kamu istirahat lagi ya, aku bakal kesana"


"Assalamualaikum "(menutup telfonnya)


"Waalaikumsalam"(Hanna)


Farhan pun melajukan mobilnya ke rumah sakit. Sekitar 15 menit ia pun sampai di RS Media, Farhan pun langsung masuk dan menanyakan ruangan no.17 kepada suster.


"Sus kamar no. 17 di sebelah mana ya? "


"Masnya lurus aja kesana terus belok ke kanan, nah terus mentok di ujung"


"Oohh, ok sus terimakasih"


"Sama-sama"


Farhan mengikuti petujuk dari suster,lalu sampai lah ia di ruang rawat Hanna.


"Assalamualaikum "(Farhan)


"Waalaikumsalam"(Semua yang di dalam menjawab salam dari Farhan)


"Wah.. Nak Farhan sudah datang".


"Iya tan, om"


Karena mengerti bahwa Farhan ingin berbicara dengan Hanna berdua, lalu bu Hija, pak Rahman, dan Najwa pun keluar.


"Hann,apa kamu masih merasakan sakit? "(Ucap Farhan yang sangat khawatir dengan Hanna)


"Sudah, jangan berlebihan aku nggak apa-apa kok"


"Tapi pernikahan kita mungkin akan di tunda"(Hanna)


"Nggak, pernikahan kita tidak boleh di tunda. Kita akan menikah di rumah sakit ini besok!"(Farhan)


"Besok? "(Hanna terkejut)


"Iya besok, aku tidak mau pernikahan kita di tunda-tunda"(Ucap Farhan dengan tegas)


"Tapi.... "


"Ssttt, jari telunjuk Farhan menghentikan perkataan Hanna"


"Lebih cepat lebih baik dan kita hanya mengundang keluarga inti saja. Dan kamu tidak boleh membantah calon suami mu ini"


"Iya, iya semua terserah pada mu"(Ucap Hanna pasrah)


"Nah gitu dong"(Farhan pun mengedip kan mata nya sebelah ke arah Hanna )


"Apaan sih"(Hanna tersenyum malu-malu)


Farhan segera menghubungi penghulu untuk memberi tahu bahwa pernikahkannya dengan Hanna di percepat menjadi besok. Dan Farhan juga telah memberi tahu kepada kedua orang tuanya dan kedua calon mertuanya bahwa pernikahannya akan di percepat menjadi besok.


Farhan hanya acuh dengan keberadaan Najwa, dan sama sekali tidak menganggap Najwa ada, dia hanya melihat sekilas saja pada Najwa,tanpa ingin mengetahui Najwa itu siapa nya Hanna.


_Ternyata calon suami nya Hanna nyebelin juga yaa ,masa dia seperti tidak menganggap ku ada di sini. Dasarr_ (Batin Hanna)


_Tapi sudahlah, nggak penting juga_ (batinnya lagi)


*Bersambung*

__ADS_1


mau tau kelanjutan cerita nya?


Jangan lupa mampir lagi ke episode berikutnya yaa:)


__ADS_2