
*Di kamar*
Saat sampai di kamar Najwa terkejut ternyata Farhan mengikutinya dari belakang.
"Kenapa kau mengikuti ku? "(Najwa)
"Lalu jika tidak mengikuti mu, aku mau tidur dimana? . Kamu itu sudah menjadi istri ku,jadi tidak apa-apa kalau sekamar"(Farhan)
"Yaa....tidur dimana saja, tapi jangan di tempat tidurku dan jangan macam-macam"(Najwa)
"Kamu tenang saja aku tidak akan macam-macam pada mu. Lagian aku juga tidak tertarik padamu, tapi kalau kau melarang aku untuk tidur di tempat tidurmu itu,aku tak bisa menurutimu, karena aku sangat lelah dan ingin tidur di ranjang yang empuk"(Farhan)
"Issss... Sudahlah aku juga capek, aku akan tidur di kamar Hanna"(Ucap Najwa dengan geram)
"Yasudah, sana"(Farhan)
Najwa akhirnya tidur di kamar Hanna.Setelah sampai di kamar Hanna,Najwa pun menggerutu sendirinya.
"Dasar cowok dingin, pengen menang sendiri"(kesal Najwa)
Najwa pun segera mandi dan berganti pakaian, dia memakai piama Hanna yang ada dilemari.
Sedangkan Farhan, dia langsung tertidur karena sangat lelah.
*Keesokan harinya*
Farhan dan Najwa sarapan bersama bu Hija dan pak Rahman.
"Ma pa hari ini Farhan pulang yaa"
"Lho.. Kok cepat sekalai nak Farhan"(Bu Hija)
"Iya ma, kan Farhan harus memindahkan barang-barang dulu ke rumah baru Farhan"
"Kamu punya rumah baru? "(Bu Hija)
"Iya ma, saat sebelum menikah, Farhan memebeli rumah untuk tinggal bersama Hanna, yaa.. Karna Farhan nikahnya sama Najwa, jadinya buat Farhan sama Najwa tinggal ma.
"Haa.. Najwa ikut?"(Najwa)
"Iya Naj, kamu kan istri Farhan, masa kamu nggak serumah dengannya? "(Bu Hija mengingatkan)
"Hmm.... Iya deh ma"(Najwa)
*Selesai sarapan*
"Bereskan barang-barang mu setelah itu kita berangkat"(Ucap Farhan)
"Barang-barangku di kafe"(Najwa)
"Di kafe? "(Farhan kebingungan)
"Iya, aku punya kafe dan aku juga tinggal disana, jadi semua barang-barangku ada di sana"(Najwa)
__ADS_1
"Yah sudah lah,kan aku juga akan menceraikannya secepat mungkin(Batin Farhan)
"Ya sudah kita jemput besok saja, ada hal yang ingin ku bicarakan dengan mu, tapi di rumah saja"(Farhan)
"Di sini saja!"(Najwa)
"Nanti saja,sekarang ayo pergi"(Farhan)
"Tapi pakaian ku?, apa aku akan pergi dengan piama ini? "(Farhan)
"Aoa masalahnya, kan kita naik mobil,tidaj akan ada yang melihatmu. Cepatlah! aku akan menunggumu di mobil"(Farhan)
Akhirnya Farhan ke mobilnya dan menunggu Najwa. Sebelum berjalan ke luar rumah Farhan terlebih dahulu berpamitan kepada Bu Hija dan pak Rahman.
"Pa, ma Farhan pamit pulang dulu ya"(Ucap Farhan kepada bu Hija dan pak Rahman)
"Iyaa Far, kamu jaga Najwa baik-baik ya"(bu Hija)
"Baik ma"(Ucap Farhan dan menuju ke luar rumah dan menunggu Najwa di dalam mobil)
"Dari pada aku pakai piama gini mending aku pakai pakaian nya Hanna dulu, kan waktu aku kesini,aku juga sering pake baju Hanna, bahkan Hanna nyuruh aku menganggap bajunya itu bajuku, biar aku tidak merasa segan padanya"(Batin Najwa mengingat saar Hanna menturuhnya memakai pakaiannya saat Najwa berada di rumahnya)
Lalu Najwa memilih baju yang sangat anggun di tubuhnya.
Setelah itu Najwa berpamitan pada kedua orang tua angkatnya itu dan langsung menyusul Farhan ke mobil.
Sesampainya di mobil Najwa langsung masuk dan duduk di kursi depan sebelah Farhan.
Setelah masuk ke dalam mobil mata Farhan langsung tertuju pada pakaian yang di pakai Najwa.
"Apa itu baju Hanna? "(Ucap Farhan dengan dingin)
"Iya, dari mana kau tau? "(Najwa penasaran)
"Itu baju yang aku belikan untuk Hanna"(Farhan)
"Benarkah? Aku sama sekali tidak mengetahuinya, tunggu sebentar aku akan menggantinya"(Najwa merasa tidak enak, karena itu di belikan khusus untuk Hanna)
"Tidak usahl(ucap Farhan singkat lalu melajukan mobilnya)
Sesampainya di sebuah butik Farhan pun berhenti dan keluar.
"Kau mau kemana? "(Najwa)
"Tunggulah di sini sebentar"(Farhan pergi tanpa menjawab pertanyaan dari Najwa)
Najwa pun menunggu di dalam mobil.
Tak lama kemudian Farhan masuk ke dalam mobil dengan membawa sebuah kantong, entah apa isinya Najwa tidak tahu. Namun Farhan langsung memberikan kantong tersebut pada Najwa.
"Ini ambillah"(Mengulurkan kantong kepada Najwa)
"Apa ini? "(Najwa)
__ADS_1
"Itu beberapa pasang pakian untuk kau pakai di rumah"(Farhan)
"Kenapa kau tak menyuruh ku memilih pakaian yang ku suka sendiri? "(Najwa)
"karna jika aku membawa mu masuk,aku pasti menunggu dengan lama, karena perempuan itu sangat ribet. Fashion lah apa lah, bisa-bisa kita sampai malam di rumah(Ucap Farhan dengan lebay)
"Lebay amat sih, emang dia pikir semua perempuan sama"(Batin Najwa dengan kesal)
Sudah 15 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang ukurannya lumayan besar dengan cat putih yang disatukan dengan crem menambah keindahana rumah tersebut.
Farhan langsung membuka pintu rumah tersebut dan Najwa hanya mengikuti dari belakang.
"Ini rumahku, di atas ada ruang kerjaku dan kamarku.
Untuk kamarmu, ada disini"(Sambil menunjuk sebuah ruangan yang ada di bawah tangga)
"Ok"(Ucap Najwa senang karena mereka tidak sekamar)
"Oh iya untuk perceraian kita,aku akan urus secepatnya"(Farhan)
"Aku hanya mengikut saja"(Najwa tidak terlalu memikirkannya karena dia pun tidak menyukai Farhan)
"Oh iya,surat yang dititipkan Hanna untuk kita berdua itu belum kita baca"(Ucap Farhan seraya mengeluarkan kertas tersebut dari dalam saku celananya)
Setelah dibuka lipatan suratnya, lalu Farhan membaca isi dari surat itu.
"Haa? "(Farhan terkejut membaca surat tersebut)
"Ada apa? "(Najwa penasaran)
Farhan langsung memberikan surat yang baru saja di bacanya itu kepada Najwa. Dan Najwa pun membacanya.
*Isi surat*
Teruntuk Najwa dan Farhan.
Aku tau belum ada rasa yang tumbuh diantara kalian. Maaf aku meminta kalian menikah secara paksa, tapi asal kalian tau aku sangat menyayangi kalian. Jadi aku minta jalani lah pernikahan kalian dulu setahun dan saling menjaga satu sama lain. Jika kalian sama sekali tidak tertarik sama sekali satu sama lain dalam setahun tersebut, kalian boleh bercerai, tapi kalau kalian sudah saling mencintai lanjutkanlah pernikahan kalian sampai ajal menjemput. Aku berharap pernikahan kalian tetap bertahan, sampai roh berpisah dengan tubuh kalian masing-masing.
Dari ku
Hanna
"Jadi artinya.... "(Ucap Najwa menghentikan perkataannya)
_Huffhh.... Hann, kenapa kamu tidak meminta yang lain sih. Tapi apa yang bisa ku perbuat, aku juga sudah berjanji pada Hanna_ (Batin Farhan)
"Baiklah, kita jalani saja pernikahan ini selama setahun, tapi setelah itu kita akan bercerai. Tapi tidak ada yang mencampuri urusan satu sama lain, urus urusan masing-masing dan jangan memberi tahu orang lain kalau kita ini telah menikah"(Ucap Farhan,yang memang belum ada yang tahu kalau mereka telah menikah, kecuali keluarga nya masing-masing)
"Ok, berarti tidak ada yang mencampuri urusan masing-masing"(Ucap Najwa tanpa ambil pusing)
_Sebenarnya aku tidak mau terpikat dengan lelaki ini, apalagi setahun, tapi ini permintaan Hanna dan aku juga sudah berjanji padanya. Hufffh.... (Menghembuskan nafasnya dengan kasar) Tak apalah akan ku coba. (Batin Najwa)
"Tapi tugas masing-masing di rumah ini tetap dijalankan, kamu sudah menjadi istri ku, jadi kamu harus menyiapkan sarapan ku setiap pagi dan malam hari"(Sambung Farhan)
__ADS_1
"Kalau urusan itu, tak masalah bagi ku"(Ucap Najwa)
*Bersambung*