
*Pukul 8 Malam*
Saat Farhan dan kedua orang tuanya masih sholat isya di mesjid RS. Hanna meminta Najwa yang baru selesai sholat untuk membelikannya buku dan pena.
"Naj,aku boleh minta tolong nggak"
"Boleh, apa yang bisa ku bantu Han? "
"Tolong beliin aku buku dengan pena ya.Pliiisss....."
"Memang nya kamu mau nulis apa?"
"Yaa..... nulis apa ajalah, kamu kepo deh"(sambil tersenyum)
"Idihhh... Main rahasia-rahasiaan nih ceritanya "
"Untuk saat ini iya, tapi nanti kamu juga bakal tau, heheh.. "
"Tukan, dia yang duluan bikin aku kepo"
"Hahahah, makanya jangan terlalu kepo, kan jadi penasaran sendiri"(Ucap Hanna sambil cengir-cengir ke arah Najwa)
"Jadi nggak ni bantuin nya? "
"Iya-iya bawel"
"Bawel-bawel gini, tapi sayang kan? "
"Iyalahhhh"(Najwa tersenyum)
"Ya sudah, aku beli buku tulisnya dulu"
"Kamu hati-hati yaa"(Hanna)
"Ok"( sambil melambaikan tangannya ke Hanna)
Najwa langsung mencari toko yang menjual buku tulis di depan rumah sakit.
"Akhirnya ketemu juga,tokonya"(Ucap Najwa yang sudah celingak celinguk dari tadi)
Dengan segera Najwa menuju ke toko tersebut lalu membeli buku tulis untuk Hanna.
Kini Najwa kembali menuju ke rumah sakit sambil berkata di dalam hati "Hannaaaa hanna,ada-ada saja sih permintaan mu, memangnya kamu mau kuis, pake beli buku segala"
"Ya udahlah yang penting Hanna senang"
Najwa kembali ke ruang rawat Hanna.
"Hann, ini buku dan pena yang kamu minta"(mengulurkan buku kepada Hanna)
"Terimakasih"(Ucap Hanna bahagia)
"Iya sama-sama"
Kedua orang tua Hanna dan Farhan pun sudah selesai sholat dan kembali ke ruangan Hanna.
Hanna segera menyembunyikan buku yang di beli Najwa di bawah bantalnya.
"Lho kok malah di sembunyiin? "
"Usttt, mama,papa,dan Farhan datang"
Najwa pun diam tanpa bertanya memangnya kenapa kalau ada mama, papa, dan Farhan.
"Hai ma,pa(Najwa)
"Hai sayang"(Mama Hija dan papa Rahman)
Farhan kaget,karena Najwa memanggil kedua orang tua Hanna dengan sebutan mama dan papa, sedangkan dia tahu kalau Hanna adalah anak tunggal.
"Kenapa kamu memanggil kedua orang tua Hanna dengan panggilan mama dan papa?"(Farhan penasaran)
"Dia sahabat Hanna, dan sudah kami anggap sebagai anak sendiri"(Mama Hija menjawab pertanyaan Farhan)
__ADS_1
"Oohh.. gitu ya tan"
"Iya nak Farhan"(Papa Rahman)
"Nak Farhan juga manggil mama papa dong, jangan tante om terus"
"Iya, Farhan bakal biasain manggil mama sama papa"(Farhan tersenyum pada Camernya)
"Maa, paa kalian pulanglah dan beristirahat,biar aku yang menjaga Hanna"(Najwa)
"Iya ma, pa biar Hanna di sini dengan Najwa"
"Nggak hari ini mama sama papa yang akan jaga kamu, Najwa pulanglah je rumah, kan Najwa belum mandi dan ganti baju"
"Ohh iya,Hanna nggk kepikiran ke situ"
"Naj kamu pulanglah ke rumah, kamu pake baju aku aja dulu. Kalo kamu pulang ke kafe kan agak jauh, jadi ke rumah ku saja dan beristirahat lah"
"Baiklah, Najwa pulang ke rumah, tapi pangkalan ojek disini dimana ma pa? "
"Eeeehhhh, nggak baik anak perempuan pulang sendiri malam-malam gini, nak Farhan tolong antarin Najwa ke rumah yaa"
"Tapi ma, Farhan kan mau disini jaga in Hanna"
"Nggak usah, biar mama sama papa saja, kan besok kalian mau menikah, jadi pulanglah dan juga beristirahat"
"Yahhh...."(Farhan)
"Far, benar kata mama"(Hanna berkata dengan pelan)
"Baiklah, aku akan pulang"(Farhan menuruti Camernya dan Hanna)
Farhan pamit pada mama papa mertuanya untuk pulang, begitupun Najwa.
*Di parkiran*
"Ayo, kamu aku antar pulang"(Ucap Farhan dingin)
"Gue punya nama kali"(Najwa kesal)
"Kalo nggak mau ngantarin, bilang dari tadi dong. Gue juga bisa pulang sendiri"(Najwa)
Najwa pun melangkahkan kakinya ke halte RS dengan kesal. Farhan membiarkannya pergi terlebih dahulu. Sesampainya Najwa di halte, Farhan menyusul Najwa ke halte, bagaimanapun Camernya memintanya agar mengantar Najwa pulang"
*Di Halte*
Farhan memberhentikan mobilnya di depan Najwa.
"Ayo cepat masuk, tidak akan ada taxi malam-malam begini"(Farhan masih bersikap dingin)
"Aku nggak mau jika ada orang yang mengantar ku dengan terpaksa"(Najwa)
"Ini tawaran ku yang terakhir yaa, jika kamu masih menolak aku akan benar-benar akan meninggalkan mu. Aku hitung sampe 5. 1... 2...
"Jika aku tak menerima tawarannya,bisa-bisa besok pagi baru aku dapat taxi, aduhhhh...
Tak apalah kali ini aku akan menerima bantuan orang dingin ini"(Batin Najwa)
"Tiga, Empat, Li.. "(Farhan)
"Iya iya, aku mau"(Najwa pun masuk ke dalam mobil Farhan)
Farhan melajukan mobilnya ke rumah Hanna untuk mengantar Najwa. Tak ada satu kata pun keluar dari mulut mereka masing-masing . Mereka hanya diam menambah keheningan di malam itu.
Sesampainya di rumah Hanna, Farhan menghentikan mobil nya.
"Turunlah, dan jangan mencuri di rumah ini atau kau akan berurusan dengan ku"
"Apa kau tak punya hati, Kamu tenanglah aku tak akan mengambil satu barang pun di rumah ini"(Najwa membanting pintu mobil Farhan karena sangat marah dengan tuduhan Farhan)
"Bukannya berterima kasih, kamu malah membanting pintu mobil ku"
"Pintu mobilmu tidak rusak,dan segera lah pergi dari sini"
__ADS_1
"Kamu mengusirku? "
"Menurutmu?"(Najwa berlalu pergi meninggalkan Farhan)
"Dasar, gadis aneh"
Farhan melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di rumah Orang tua Farhan langsung bertanya-tanya tentang keadaan Hanna saat ini.
"Ma pa, besok aja yah, kan besok kita juga akan ke rumah sakit. Farhan sangat lelah"
"Ya sudah istirahatlah"(Ucap bu Nita,yang tak tega pada anaknya)
"Baik ma, Farhan ke kamar dulu ma pa"
Farhan pun ke kamarnya dan segera mandi, lalu berganti pakaian. Setelah itu ia langsung tidur dengan nyenyak di ranjangnya.
Dilain sisi Najwa sudah selesai mandi, dan sudah rapi dengan piama yang ia pakai. Dan karena badannya juga pegal sebaba tidur di kursi semalam, jadinya dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai tertidur.
*Kembali ke Hanna*
Hanna tau jika dia belum tidur, mama dan papanya juga tidak akan tidur.
Jadi, dia memutuskan untuk memejamkan matanya dulu.
Setelah memejamkan matanya, seperti dugaannya mama dan papa Hanna langsung ikut memejamkan matanya dan tertidur.
Hanna yang membuka matanya segera meraih buku yang ada di bawah bantalny. Ia seperti menulis sesuatu. Setelah menulis kira" 2 jam an, Hanna menyembunyikan bukunya itu di bawah bantalnya kembali.
Lalu tiba-tiba kepala Hanna sakit kembali, kini Hanna hanya bisa berkata sakiiit....dengan suara yang lemah.
"Auu... Sakiiitt, sakiit....
Sakitt..."(Air mata Najwa mengalir dengan deras)
"Papa Najwa yang tidur di sebelahnya terbangun, karena merasakan ada benda yang menghimpit tangannya. Saat bangun pak Rahman terkejut karena melihat anaknya yang kesakitan,dan hanya bisa menangis dan berkata sakit dengan suara yang parau.
Pak Rahman segera membangunkan Bu Hija dan segera memanggil dokter.
"Dokterr, dokterr sambil memencet tombol, agar dokter segera ke ruangan anaknya.
Tak lama kemudian dokter datang dan menyuntikan sesuatu pada Hanna agar dokter lebih leluasa dalam menangani pasien. Saat di periksa,tumor di kepala Hanna ternyata sudah sangat membesar. Dokter pun terkejut karena dalam waktu dua hari, tumor di kepala Hanna berkembang dengan sangat cepat.
"Pak buk,Silahkan tunggu di luar, kami akan menangani pasien"(Dokter)
"Baik dok"(Ucap papa Hanna)
"Tapi pa... "(Mama Hanna)
"Sudah ma, kita serahkan semuanya pada yang kuasa"(Pak Rahman, meyakinkan bu Hija)
Dokter sebenarnya ingin melakukan operasi segera kepada Hanna, namun ada cairan tertentu yang harus diminum Hanna sebelum operasi, dan setelah meminum cairan tersebut dokter juga harus menunggu sikitar dua jam bahkan sampai empat jam baru melakukan operasi. Namun karena Hanna belum meminum cairan tersebut, dan persiapan operasi belum dipersiapkan. Dokter pun memutuskan untuk mengobati Hanna dengan menyuntikkan sesuatu ke tubuh Hanna. Dan jika operasi di perdetujui oleh Keluarga Hanna. Dokter berencana melakukan operasi besok pagi.
Mengapa Hanna tidak operasi dari sebelumnya?. Mungkin itu yang kita pertanyakan saat ini.
Hanna belum melakukan operasi pengangkatan tumor dari sebelumnya, karena Hanna baru mengetahui kalau ia menderita kanker saat 2 bulan yang lalu dan ternyata tumor di kepalanya sudah tergolong tumor yang ganas. Karena itu Hanna tidak mau operasi, dan jika Hanna operasi sekali pun hanya kecil kemungkinannya Hanna akan selamat. Karena tumor sudah berbaur dengan otak Hanna yang masih berfungsi di kepalanya dan memang agak susah untuk melakukan operasi pengangkatan tumor di kepalanya itu. Jadi, Hanna ingin fokus dengan kegiatan sehari-hari nya dan menghabiskan waktu dengan orang yang di sayanginya sebelum ia pergi.
Sebenarnya Hanna memang sudah merasakan sakit kepala sebelumnya. Namun, ia tidak memberi tahu kedua orang tuanya karena beranggapan itu sakit kepala yang biasa.
*Kembali ke dokter yang menangani Hanna*
Setelah menangani Hanna dokter keluar dari ruang rawat Hanna.
"Bagaiman keadaan anak saya dok?"(Kedua orang tua Hanna bertanya dengan raut wajah yang sangat cemas)
"Untuk saat ini keadaannya masih sangat lemah, dan saran saya,sebaiknya kita melakukan operasi. Meski kemungkinannya kecil, namun apasalah nya kita mencobanya." (Dokter)
"Lakukan saja apapun yang terbaik untuk anak kami dok"(Papa Hanna)
"Iya dok"(Mama Hanna mendukung keputusan suaminya)
"Baiklah silahkan urus administrasi nya dan tanda tangani surat persetujuan operasi terhadap Hanna besok"(Dokter)
"Baik dok, kami akan mememenuhi persyaratannya besok"(Papa Hanna)
__ADS_1
*Bersambung*