
"Iya, tadi lo ngomong gitu"(Gilang)
"Oh iya kemaren lho jadi nikah nggak sama Hanna di rumah sakit"(Gilang)
Gilang memang mengenal Hanna karena Farhan sering bercerita padanya, selain itu Gilang juga pernah bertemu dengan Hanna beberapa kali.
"Nah itu dia ceritanya panjang"(Farhan)
"Klo lo nganggap gue sahabat lo harus cerita dari A sampai Z"(Gilang)
"Iya...tapi entar pulang kantor"(Jawab Farhan malas)
Najwa pun datang membawakan pesanan Farhan dengan Gilang ke mejanya.
"Ini silahkan dinikmati"(Ucap Najwa dengan senyum yang ramah)
"Lama sekali"(Omel Farhan)
"Stt! (Ucap Gilang pada Farhan) .Maaf ya mbak teman saya suka orangnya emang kayak gitu, suka becanda(Ucap Gilang pada Najwa)
"Iya...saya faham kok,soalnya selama beberapa hari ini disekitar saya ada orang yang kayak gitu, suka ngomel-ngomel sendiri. Trus yang paling keselnya dia tu diamm aja(Sindir Najwa)
"Berani sekali dia menyindir ku"(Farhan)
"Ya sudah,saya balik kerja lagi ya mas yang berdua"(Ucap Najwa pada Gilang dan Farhan)
"Oh iya mbak silahkan"(Gilang)
Najwa pun meninggalkan Farhan dan Gilang, lalu melayani pelanggan yang lain.
"Cantik sekali ya dia, selain itu ramah lagi. Senyumnya maniisss. Aku akan mendekatinya"(Ucap Gilang pada Farhan)
"Lho nggak boleh ngedekatin dia"(Ujar Farhan pada Gilang)
"Kenapa? "(Farhan)
"Dia sudah menikah"(Farhan)
"Far, far sotoi lho. Bilang aja lho juga pengen ngedekatin dia, karna lho takut kalah saing sama gue makanya lho bilang gitu kan"(Gilang)
"Beneran Lang, lho udah gue kasih tau juga,masihh aja nggak percaya"(Gilang)
"Emangnya suami nya siapa,kalo emang lho tau"(Tantang Gilang).
"Gue! "(Ucap Farhan)
"Hahahhaha, lucu lho Far"(Gumam Gilang cekikikan)
"Aduuhhh...susah amat sih ngasih tau lho. Lho ntar ke rumah gue deh"(Farhan)
"Ngapain"(Gilang)
"Ntar aja gue mau kasih tau sesuatu"(Farhan)
"Terserah deh, lagian ntar gue juga nggak ada acara"(Gilang)
Oh iya Gilang itu orangnya putih ya, terus ada lesung pipi nya,tinggi juga, dan tak kalah tampan dengan Farhan.
__ADS_1
Saat selesai makan Farhan membayar makan siangnya.
"Berapa semuanya?"(Farhan berkata tanpa menatap mata Najwa)
"Biar aku yang bayar"(Ucap Gilang pada Farhan)
"Gue aja"(Farhan)
Najwa pun menyebutkan harganya dan Farhan membayarnya.
Farhan dan Gilang segera kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya.
*Sepulang dari kantor*
"Lho jadi kan ke rumah gue"(Farhan)
"Iya...tapi kita nggak semobil, soalnya gue juga bawa mobil"(Gilang)
"Tak masalah, ikuti saja aku dari belakang"(Farhan).
"Ok"(Gilang)
Farhan melajukan mobilnya begitu juga Gilang yang mengikuti mobil Farhan dari belakang.
Namun tiba-tiba Farhan berhebti di depan kafe Najwa.
Gilang terkejut lalu bergumam sendirinya.
"Apa mbak Najwa itu memang istri Farhan?. Ahhh nggak mungkinlah, kan Farhan nikahnya sama Hanna"
Berbagai pertanyaan keluar dari mulut Gilang.
"Ahh, gue pusing ntar aja deh gue nanya sama Farhan"(Gumam Gilang kembali)
Sedangkan Farhan yang mengingat Najwa menyindirnya tadi sangat kesal pada Najwa lalu berkata.
"Kenapa kau berani menyindir ku tadi"(ucap Farhan dengan tatapan tajam ke jalan)
"Yaa, aku ingin kamu merubah sifat mu itu,karena kamu yang dingin dan pendiam, aku merasa tinggal sendiri saja. Jika rumahnya kecil seperti di kafe ku,aku sudah biasa. Tapi degan rumah yang sebesar ini rasanya ini tu kayak kuburan. Sunyi"(Tukas Najwa)
"Besok akan ku coba"(Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Farhan)
*Sesampainya di Rumah Farhan*
Najwa,Farhan,dan Gilang masuk ke dalam rumah, lalu duduk di sofa.
Karena Najwa sangat lelah Najwa pamit pada Farhan ke kamarnya untuk mandi, biar segar dan rasa lelahnya bisa berkurang.
"Aku ke kamar dulu ya, mau mandi"(Najwa)
"Ya sudah mandi saja sana"(Ucap Farhan pada Najwa).
Karena Farhan tau kalo Najwa sangat lelah, karena banyaknya pelannggan tadi di kafe, akhirnya Farhan memesan makanan lewat APK Grab.
Lalu Gilang langsung mengeluarkan berbagai pertanyaan yang masih belum terjawab pada Farhan.
"Jadi Najwa beneran istri lho?"(Gilang)
__ADS_1
"Iya"(Ucap Farhan singkat)
"Lalu Hanna? "(Gilang terus bertanya krena masih kebingungan)
Lalu Farhan menceritakan semuanya pada Gilang dengan singkat,padat,dan jelas.
"Jadi Najwa itu sahabatnya Hanna yang di suruh nikah sama lho? "(Farhan)
"Iya lang"(Ucap Farhan)
"Beruntung banget suh lo Far"(Ucap Gilang pada Farhan).
"Beruntung apaan? "(Farhan).
"Iya beruntung, saat Hanna pergi ninggalin lho,ada Najwa yang ngegantiin Hanna. Lha gue, udah sayang-sayangnya, ehh malah nggak di restuin sama orang tuanya. Dan sampai sekarang gue masih suka kenangan-kenangan sama dia. Tapi gue heran, dia udah pindah rumah, gue juga tapu kenapa belum ada yang bisa gantiin posisi dia di hati gue. Padahal dia mungkin udah bahagia sama yang lain, atau mungkin sudah bahagia sama orang yang di jodohin orang tuanya sama dia"(Gilang).
"Kan gue udah pernah bilang, lho lupain dia. Lagian lho susah amat sih move on nya, udah 2 tahun pisah juga"(Farhan).
"Emang lho udah move on dari Hanna? "(Gilang)
"Yaa, jujur gue masih suka jepikiran, dan kangen sama Hanna. Tapi mau gimana, sekarang dia udah tenang di alamnya"(Ucap Farhan)
Ting tong, suara bel rumah Farhan berbunyi.
"Itu kayaknya pesanan gue deh, gue kedepan dulu yaa"(Farhan)
"Iya"(Gilang)
Farhan pun membuka pintu dan ternyata benar dugaannya,makanan yang ia pesan tadi sudah sampai. Farhan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya lalu membayarnya kepada pak Grab tersebut.
"Terimakasih pak"(Farhan).
"Sama-sama nak"(Tukang Grab)
Saat masuk Farhan membawa dan meletakkan makanan tersebut du atas meja makannya di dapur. Lalu kembali lagi ke ruang tamu.
Najwa pun selesai mandi dab bergantu pakaian,kini ia berniat untuk memasakkan suami dan tamunya makanan,namun ternyata Farhan sudah memesan makanan melalui jasa Grab.
"Oh iya, aku masak dulu ya"(Najwa)
"Nggak usah, kamu pasti capek kan. Aku sudah memesan makanan di Grab,jadi kita tinggal makan saja"(Ucap Farhan pada Najwa)
"Tumben dia baik"(Batin Najwa).
Mereka bertiga langsung duduk di meja makan dan Najwa menyiapkan piring untuk makan malamnya.
Selesai makan malam Gilang pamit pulang, Farhan sudah menyuruhnya untuk menginap di situ namun karena takut merepotkan jadinya Gilang memilih untuk pulang ke rumahnya.
"Aku pulang dulu yaa"(Gilang).
"Hati-hatilah"(Farhan).
"Iya, berhati-hatilah"(Sambung Bahwa)
"Iya,sampai jumpa besok"(Gilang).
Farhan hanya mengeluarkan senyumnya pada Gilang. Setelah Gilang pergi Farhan dan Najwa masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
*Bersambung*