
Sesampai di kamarnya Farhan berbaring dan bergumam sendirinya.
"Ternyata dia baik, jujur(karena tadi Farhan memberinya uang lebih)
Lah, kok gue malah mikirin dia. Mending tidur (Farhan)
Farhan pun memejamkan matanya. Lalu tertidur pulas.
*Najwa*
Najwa yang sedari tadi di kamarnya masih belum tertidur.
"Ternyata kalo senyum tampan juga ya, ku fikir dia orang yang tak bisa tersenyum, ihh... Najwaa apa yang kau pikirkan(Najwa berkata dengan menampar pelan pipinya)
Najwa pun memejamkan matanya hingga tertidur.
*Pagi Hari*
Najwa bangun dari tidurnya di jam 04.30
Dia mencuci wajahnya di dalam kamar mandi dan juga menyikat giginya.
Tak lama kemudian, berkumandanglah suara adzan,Najwa ingin membangunkan Farhan, namun dia ingat kalo Farhan pernah melarangnya untuk mencampuri urusannya. Jadi Najwa tidak membangunkannya.
Najwa langsung saja mengambil wudu'dan menunaikan sholatnya.
Saat jam 05.30 Farhan terbangun.
"Haah?,sudah jam 05.30?. Duhh, aku kan harus sholat di masjid, kalau bangun jam segini kan terpaksa sholat di rumah"(Farhan)
Dengan segera Farhan ke kamar mandi dan mengambil air wudu'dan sholat.
Selesai sholat Farhan pun pergi ke dapur hendak membuat kopi.
"Kamu sudah bangun? "(Najwa)
"Pertanyaan yang tidak perlu di jawab"(Ucap Farhan dingin)
"Semalam sudah tersenyum, ehhh.. sekarang dingin lagi. Dasarr! "(Batin Najwa)
"Ya sudah kamu duduk saja aku akan membuatkan mu minuman"(Najwa)
"Aku tak suka buatan orang lain, karena hanya aku yg bisa membuat kopi yang enak bagi ku"(Farhan)
"Sombong, sudah duduk saja, jika nanti tidak enak baru kamu boleh mencaci buatan ku"(Tegas Najwa)
Najwa pun langsung membuatkannya kopi arabika ala nya, dengan ligat Najwa memberikan kopi buatannya pada Farhan.
"Ini kopinya sudah siap"(Najwa)
"Akan kucoba, tapi awas kalau tidak enak"(Ancam Farhan)
"Enak kok"(Ucap Najwa)
"Farhan pun langsung mencoba kopi buatan Najwa. Saat meminumnya Farhan yang awalnya minum sedikit karena takut tidak enak akhirnya meminumnya dengan agak banyak.
Karena saking keenakan Farhan jadi lupa kalau kopinya itu panas.
"Auu, panas-panas"(Erang nya)
Najwa pun hanya cekikikan tertawa.
"Orang kepanasan kamu ketawa, istri macam apa kamu"(Farhan)
__ADS_1
"Katanya tidak enak, minumnya sampai lupa diri gitu"(Ucap Najwa yang masih cekikikan)
"Iya enak, lebih enak dari buatan ku sendiri"(Farhan)
"Lebih enak dari buatan mu sendiri apa lebih enak dari semua penjual kopi terkenal di Indonesia? "(Najwa)
"Kalau soal itu,cobakan saja semua kopi di Indonesia jika kau ingin tahu"(Farhan)
"Aku sudah malas berdebat,oh ya aku hari ini mau ke kafe ya. Aku bosan di rumah selain itu aku juga ingin menjemput pakaian ku(Ucap Najwa)
"Terserah kamu"(Farhan singkat)
"Diihhh,nybelin banget sih ni orang"(Batin Najwa)
"Ya sudah"(Sambung Najwa kembali)
"Kafe mu dimana?"(Farhan)
"Di jalan C nomor 13"(Ucap Najwa)
"Ya sudah berangkat dengan ku, kebetulan searah dengan kantor ku"(Farhan)
"Baiklah"(Najwa)
Najwa pun ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke kafenya. Begitu juga dengan Farhan, dia juga bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Setelah selesai bersiap-siap Najwa pun keluar dan ia pun sudah melihat Farhan yang menunggunya di ruang tamu.
"Aku fikir akan menunggu 2 jam lagi lama sekali"(Kesal Farhan)
"Nama nya juga perempuan"(Bantah Najwa)
Saat di perjalanan tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Farhan maupun Najwa. Beberapa menit kemudian Najwa pun menghentikan mobil Farhan.
"Disini? ,dekat sekali dengan kantorku"(Farhan)
"oh ya?, bodo amat"(Najwa)
"Ya sudah turun sana"(Farhan)
"Ok"(Najwa)
"Terima kasih"(Najwa)
"Sama-sama,jangan lupa perjanjian kita, jangan bilang kalau kita sudah menikah"(Farhan berkata tanpa melihat ke Najwa)
"Iya bawel"(Najwa)
Najwa pun langsung menyeberangi jalan dan meninggalkan Farhan, yang masih belum melajukan mobilnya. Dan Farhan melihat ada seorang laki-laki yang nampak seperti menunggu Najwa.
"Haii Naj"(Sapa pria tersebut)
"Ehh, Yuda, hai juga. Kamu ngapain pagi-pagi sudah di sini"(Najwa)
Yaa nama laki-laki itu Yuda. Dia adalah laki-laki yang pernah di ceritakan Najwa pada Hanna. Dia juga seorang chief di restoran bintang lima, namun ntah mengapa dia ke kafe Najwa sepagi ini.
*Kembali ke Najwa dan Yuda*
"Nggak,aku kesini cuman pengen memastikan kamu buka hari ini apa nggak. Soalnya beberapa hari ini aku lihat, kafe kamu tutup"(Yuda)
"Iya Yud emang beberapa haru ini aku nggak buka"(Najwa)
"Kenapa?, hmm maaf bukannya mau tau urusan kamu, kan soalnya kamu juga tinggal di sini"(Yuda)
__ADS_1
"Iya, kemaren sahabat aku meninggal, jadi aku harus ke rumahnya. Dan aku juga tinggal di rumah sahabat ku"(Najwa)
"Aku turut berduka cita yaa, oh ya aku pamit dulu ya, mau ke restoran"(Ucap Yuda yang sudah panjang lebar mengobrol dengan Najwa)
"Iya, hati-hati di jalan"(Najwa)
"Baik,m"(Ucap Yuda lalu melajukan mobilnya)
*Kembali ke Farhan*
Karena kantor Farhan dengan kafe Najwa hanya berjarak dekat, mungkin kalau jalan kaki 2 menitan. Jadi Farhan karena dengan mobilnya jadi dia sampai lebih cepat.
Saat masuk ke dalam kantor, semua pegawai di kantor menundukan kepalanya tanda hormat pada atasannya.
Farhan hanya tersenyum pada semua pegawainya di sepanjang jalan. Yaa karena bagaimanapun Farhan harus ramah kepada pegawai-pegawainya itu.
*Di ruangan Farhan*
Ntah kenapa Farhan masih merasa kesal dengan Najwa. Dan ia masih memikirkan tentang laki-laki yang ada di kafe Najwa tadi.
"Siapa dia? . Apa dia kekasihnya Najwa. Tapi bagaimanapun aku ini suaminya.(Batin Farhan)
"Awas saja kamu,kalau ketahuan selingkuh"(Farhan)
"Selamat pagi tuan Farhan"(Ucap sekretaris Farhan yang membuyarkan lamunan Farhan)
"Selamat pagi juga"(Ucap Farhan)
Sekretaris Farhan itu laki-laki(sahabatnya sedari SD)
Namun karena ini di kantor. Jadi sahabatnya yang bernama Gilang itupun memanggilnya tuan.Karena di kantor dia merupakan bawahannya Farhan, bukan sebagai sahabat Farhan.
"Oh ya tuan Farhan,apa kita jadi melakukan hubungan kerja dengan perusahaan Hansol?"(Gilang)
"Ya, kita akan melakukan kerja sama dengan perusahaan itu, kamu urus saja semuanya ya"(Farhan)
"Baik tuan, saya pamit ke ruangan saya"(Gilang pun pergi ke ruangannya untuk mengerjakan tugasnya di kantor)
Farhan pun juga mulai mungutak atik laptop nya.
*Makan Siang*
Gilang mengajak Farhan makan siang di sebuah kafe. Yang katanya makanan di kafe itu enak-enak. Dan banyak pegawai kantor yang juga makan siang di kafe tersebut.
*Di kafe*
"Ternyata Gilang membawaku ke kafe Najwa."(Farhan)
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kita makan di kafe ini? "(Farhan)
"Ya memangnya kenapa tuan"(Gilang)
"Jangan panggil aku tuan, ini di luar jam kantor"(Ucap Farhan)
"Iyaa...gue lupa. Emang kenapa sih,kalau gue nggak bilang kita makan siang di kafe ini"(Gilang)
"Ceritanya panjang, entar aja gue ceritain. Lagian gue lapar"(Ucap Farhan)
Farhan dan Gilang pun duduk di meja yang masih kosong.
Najwa yang melihat adanya Farhan,hanya acuh dan seoerti orang yang tidak kenal satu sama lain.
*Bersambung*
__ADS_1
Maaf ya semua. Aku baru Up,soalnya kemaren lagi banyak tugas:)