Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Kepergian Hanna


__ADS_3

Setelah Najwa dan Farhan menikah. Kedua orang tua Hanna langsung mengurus semua yang berkaitan dengan persyaratan operasi Hanna.


Sedangkan Mama papa Farhan menunggu di luar ruangan Hanna. Di lain sisi Najwa dan Farhan yang berada di dalam ruang rawat Hanna hanya diam dan seperti memikirkan sesuatu.


"Oh iya, kenapa aku bawa pusing juga ya, toh aku nanti bisa merceraikan Najwa "(Batin Farhan)


Namun tak lama kemudian Hanna memanggil Najwa dengan Farhan. Lalu Hanna memberikan buku kepada Najwa yang ternyata itu adalah buku yang pernah di belikan oleh Najwa untuk Hanna.


"Naj... Ini buat kamu, di dalamnya ada sesuatu yang akan berguna untuk mu nanti"(Hanna)


Najwa menerima buku tersebut lalu berkata


"Ini bukannya buku yang aku belikan semalam untuk mu? "(Najwa)


"Iya, kamu baca aja nanti"(Ucap Hanna pelan)


Lalu Hanna juga memberikan selembar kertas yang dilipat ke Farhan.


"Far,aku titip Najwa, jangan biarkan dia sedih. Dan ini untuk kalian berdua, ini juga termasuk permintaan terakhir ku kepada kalian berdua. Bacalah dan......."


Perkataan Hanna terhenti karena kepala nya kembali sakit dan ini lebih sakit dari sebelumnya.


"Auuu.... Sakiiitt, sakittt..... "(Hanna berteriak dengan suara yang parau)


"Hann, kamu kenapa Han.. Hannaaaa"(Najwa panik dengan kondisi Hanna)


Farhan yang juga panik langsung memencet tombol yang ada di sisi kanan kepala Hanna pertanda agar dokter segera menuju ke ruangan Hanna.


"Kamu tahan ya Hann, dokter akan segera datang untuk mengobati mu"(Farhan)


"Tanpa pamit Hanna langsung berlari ke luar ruangan dan mencari kedua orang tua Hanna"


Saat Najwa sampai di tempat kedua orang tua Hanna berada. Najwa langsung memberi tahu kedua orang tua angkat nya itu tentang keadaan Hanna.


"Maa paaaa... "(Berlari ke arah bu Hija dan pak Rahman)


"Iya ada apa Naj"(Bu Hija)


"Ma pa gawat, Hanna... Hanna kepala nya sakit lagi maa"(Ucap Najwa sambil menangis)


Mendengar hal tersebut Bu Hija langsung berlari ke ruang rawat Hanna, lalu pak Rahman dan Najwa mengikuti bu Hija dari belakang.


Sesampainya di depan ruang rawat Ternyata dokter tengah memeriksa Hanna di dalam dan tidak ada seorang pun yang boleh masuk kecuali tim medis.


Bu Hija duduk dengan sangat gelisah. Lalu bu Nita menghampirinya dan memeluk bu Hija.


Adapun Farhan, ia berjalan hilir mudik dengan pikiran yang sudah melayang entah kemana.


Beberapa menit kemudian dokter keluar dan meminta Najwa dan Farhan masuk.

__ADS_1


"Yang bernama Farhan dan Najwa silahkan masuk, ada hal yang ingin di sampaikan pasien"(Dokter)


"Baik dok"(Najwa dan Farhan).


Farhan dan Najwa langsung masuk ke ruangan dan menghampiri Hanna.


" Ada apa Hann... "(Najwa)


"Naj...Far... aku ingin mulai malam ini kalian tinggal bersama. Dan kertas yang aku kasih tadi di baca ya dan lakukanlah Walaupun aku sudah tiada."(Hanna berkata dengan sangat terbata-bata dan sesak nafas. Hampir setiap ucapannya, hanya huruf demi huruf yang terlontar dari mulutnya)


"Han.. kamu nggak boleh ngomong begitu"(Najwa kembali menangis)


"Iya Han kamu pasti sembuh"(Farhan)


Namun tiba-tiba Nafas Hanna semakin sesak. Tak lama kemudian kepala dan tangan Hanna tiba-tiba terkulai, detak jantungnya terhenti. Yang menandakan bahwa Hanna telah tiada.


"Han.... Hann.. Hanaa........... " (Tangis Najwa semakin deras)


Farhan yang menyaksikan kepergian kekasih tercintanya pun tampak sedang memukul-mukul dinding sambil memegangi kepalanya.


Semua orang yang berada di luar langsung masuk ke dalam ruangan Hanna karena mendengar suara tangisan di dalam ruang rawat tersebut.


"Apa yang terjadi pada Hanna Naj"(Bu Hija)


"Hiks... hikss... hikss.. Hanna... sudah meninggalkan kita semua maa"(Ucap Najwa sambil tersedu-sedu)


"Apa... Kamu bercanda kan Naj"(Bu Hija pun juga menangis dengan air mata yang deras)


"Pa anak kita pa"(Bu Hija berkata pada suaminya)


"Iya ma". (Pak Rahman juga sangat merasa sedih)


_Maafin papa ya sayang, papa belum bisa jadi papa yang baik buat kamu. Selama ini papa terlalu sibuk dengan pekerjaan papap, sampai-sampai kamu sakit saja papa nggak tau nak_ (Batin pak Rahman)


_Tapi papa janji bakal jadi suami yang baik buat mama kamu_ (Batin pak Rahman kembali)


"Sabar ya jeng.. "(Bu Nita menenangkan bu Hija)


"Kami sekeluarga turut berduka cita ya pak Rahman"(Pak Rudi)


"Iya pak Rudi"(Ucap pak Rahman)


Semua alat bantu Hanna sudah di lepaskan. Kini Hanna dibawa pulang ke rumah dan segera dimandikan, di sholatkan, dan di kemukabumikan.


*Di Makam*


"Han, kenapa lo ninggalin kita semua sih..


Kan gue kesepian nggak ada yang bakal nelfon ke gue sambil curhat, main bareng sama gue( Batin Najwa)

__ADS_1


Farhan yang berdiri di samping makam Hanna pun ternyata juga sedang memikirkan sesuatu.


"Han.. kenapa kamu meninggalkan ku, seharusnya hari ini adalah hari bahagia kita han... "(Farhan)


Beberapa menit setelah Hanna di makamkan semua yang ada di makam pun pulang.


*Di rumah Hanna*


"Nak Farhan sama Najwa tidur disini saja dulu yaa"(Ucap Bu Hija)


"Tapi ma, kan Farhan nggak jadi nikah sama anak mama"(Farhan)


"Siapa bilang nak Farhan tidak jadi menikah dengan anak mama, Najwa kan juga anak mama. Jadi Najwa sama Farhan boleh kesini kapanpun. Dan rumah ini juga rumah Najwa, jadi kalo kangen sama mama kesini saja. Kalau Najwa dan Farhan disini selamanya juga tidak apa-apa, malahan mama sama papa akan sangat senang"(Bu Hija)


"Iya nak Farhan"(pak Rahman membenarkan ucapan istrinya)


"Pokonya Farhan sama Najwa nginap disini untuk malam ini, kalo besok terserah nak Farhan sama Najwa saja"(Bu Hija)


"Baiklah ma, kalau mama memaksa"(Farhan)


"Nah gitu dong"(Pak Rahman)


"Maa paa, Farhan nginap disini untuk malam ini ya pa ma"(Farhan)


"Iya Far, kalo gitu kami pamit dulu ya jeng, pak Rahman"(Bu Nita pamit pulang kepada bu Hija dan pak Rahman)


"Iya jeng, hati-hati dijalan"(Bu Hija)


"Iya jeng"(Bu Nita)


"Kami pamit pak Rahman. Sekali lagi kami turut berduka cita"(Pak Rudi)


"Iya pak, hati-hati"(Pak Rahman)


"Iya pak"(Pak Rudi)


Kedua orang tua Farhan pun pulang ke rumahnya.


"Sekarang kalian ke kamarlah, kalian pasti lelah, mandi dan beristirahat lah. Ini kunci kamar mu Najwa"(Bu Hija memberikan kunci kamar yang masih kosong kepada Najwa, tepatnya di samping kamar Hanna, di lantai atas)


Kamar itu dulu di pakai oleh adik bu Hija. Setelah menikah adiknya tinggal di rumah suaminya.


"Baik ma, terima kasih"(Najwa)


"Sama-sama Naj"(Bu Hija)


"Kami ke kamar dulu ya"(Pak Rahman pergi menuju ke kamarnya dan di susul oleh bu Hija)


"Aku juga mau ke atas"(Najwa)

__ADS_1


Najwa langsung melangkahkan kakinya ke kamar atas, Farhan pun juga mengikuti Najwa dari belakang.


*Bersambung*


__ADS_2