Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah

Menggantikan Sahabat Di Akad Nikah
Hahh..? Cucu...?


__ADS_3

Farhan yang duduk di meja makan pun terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya dan kedua orang tua angkat Najwa.


"Mama,papa?. Kenapa kalian tidak mengabari jika ingin kesini? "(Farhan)


"Kan biar surprise,iya kan jeng Hija? "(Tanya bu Nita pada bu Hija).


"Iya, memangnya kami tidak boleh datang kesini sebelum mengabari kalian? "(Bu Hija)


"Bukan begitu ma, ya kan kami tidak sempat menyiapkan makanan yang banyak"(Gumam Farhan).


"Tapi aku tadi masak lumayan banyak kok ma pa. Jadi mama sama papa bisa ikut sarapan bareng kita"(Ucap Najwa pada mama papa angkatnya dan mama papa mertuanya).


"Boleh juga, kapan lagi bisa makan masakan menantu"(Ucap pak Rudi).


"Iya, kami juga hanya beberapa kali mencoba masakan Najwa. Namun walaupun jarang tapi masakan nya sungguh berkesan "(Pak Rahman)


"Papa bisa saja"(Ucap Najwa dengan pipi yang memerah)


Najwa mengambilkan piring untuk keempat orang tuanya dan memberikan gelas juga.


Saat sendokan pertama masuk ke mulut pak Rudi dan bu Nita mereka sangat kaget dengan kemampuan memasak Najwa.


"Wow, ini enak sekali"(Bu Nita)


"Iya nak Najwa ini sangat nikmat"(Pak Rudi)


"Tentu, Najwa memang ahli dalam memasak pak Rudi, jeng Nita"(Ucap bu Hija membanggakan Najwa)


"Iya,Najwa memang sangat telaten dalam memasak"(Ucap Pak Rahman pada bu Nita dan pak Rudi)


"Ihh, mama papa terlalu berlebihan. Tapi makasih untuk pujiannya"(Ucap Najwa tersenyum)


"Sudah-sudah, pagi ini semua orang tampak memuji Najwa"(Ucap Farhan kesal)


"Kan yang kami puji istrimu sayang. Jadi kamu juga terbawa, karena anak mama sangat beruntung beristrikan perempuan seperti Najwa"(Bu Nita)

__ADS_1


"Iya-iya, makanan bikinan Najwa memang paling juara"(Farhan pun mulai memuji Najwa)


"Telat bilangnya,masa ya ma pa Farhan kemaren bilang masakan aku biasa-biasa saja. Jadi kenapa sekarang baru mengakui. Atau gengsi kali ya na pa"(Ledek Najwa pada Farhan)


Semuanya pun tertawa mendengar pembicaraan Najwa barusan.


"Oh iya kapan kalian mau ngasih kami cucu? "(Bu Hija)


"Haa?Cucu?"(Ucap Farhan dan Najwa bersamaan)


"Iya cucu, pokoknya kami tidak mau tau, kalian harus segera memberikan kami cucu. Kami ini sudah tua, jadi kami sudah sangat ingin menggendong cucu"(Sambung bu Nita)


"Kok segera sih ma? mana ada bisa dapat anak dengan cepat, kan semua ada di tangan sang pencipta"(Farhan)


"Betul ma"(Najwa membenarkan perkataan Farhan)


*Bagaimana mau ngasih cucu, tidur saja kami beda kamar*(Batin Farhan)


*Aduuhh.... kenapa keempat orang tuaku mendesak begini, apa aku harus menerima Farhan sebagai suamiku seutuhnya?*(Batin Najwa)


*Tapi kan aku dan Farhan menjalankan pernikahan hanya stahun, setelah itu kita akan bercerai*(Batin Najwa lagi)


"Iya kami berempat juga sudah menyepakati hal itu"(Pak Rahman)


"Tapi ma pa... "(Najwa)


"Tidak ada tapi-tapi"(Bu Hija)


"Farhan! bagaimana?.Kami ini sudah tua jika kau tidak mau, kau sama saja durhak pada ayahmu yang sudah renta ini"(Pak Rudi)


Farhan dan Najwa hanya diam.


"Kenapa kalian diam, apa kalian tidak sayang pada kami?. Jika kalian tidak menjawab kami akan pergi(ancam orang tuanya)


"Iya-iya ma pa. Kalian jangan pergi"(Farhan)

__ADS_1


*Haaa..? kenapa dia mengiyakannya tanpa persetujuanku*(Batin Najwa kesal)


"Najwa? bagaiman dengan mu? "(Bu Hija)


"I...i.. iya ma pa"(Ucap Najwa gaguk pada keempat orangtuanya)


"Baik, kami akan menunggu berita baik ini dari kalian. Kami sudah selesai sarapan dan membicarakan maksud kedatangan kami. Jadi kami akan pulang. Nikmati lah hari minggu ini dengan bahagia"(Bu Nita)


"Iya ma"(Ucap Najwa dan Farhan)


"Ya sudah kami pulang dulu"(Pak Rahman,bu Hija, pak Rudi dan bu Nita)


"Iya ma pa, hati-hati di jalan"(Najwa dan Farhan)


"Iya,Assalamualaikum"(Keempat orang tuanya mengucap salam sebelum pergi)


"Waalaikumsalam"(Najwa dan Farhan)


Masing-masing kedua orang tua dari Farhan dan Najwa pun pulang dengan mengendarai mobil nya masing-masing. Dan meninggalkan Najwa dan Farhan dengan senyuman yang mengembang di bibir keempat orang tuanya itu.


Najwa dan Farhan pun masuk kedalam rumahnya.


"Kenapa kau mengiyakan nya tadi!"(Ucap Najwa kesal)


"Memangnya aku harus jawab apa tadi. Haaa? kau tidak bisa menjawabnyakan, secara logika tidak mungkin aku menolaknya. Mereka orang tua kita!"(Gumam Farhan tegas pada Najwa)


Najwa pun terdiam dengan kata-kata Farhan barusan.


*Benar juga ucap Farhan, aku dan Farhan tidak mungkin menolak mereka. Tapi apa yang harus kulakukan. Ya Tuhan bantulah aku*(Batin Najwa)


*Bersambung*


Terima kasih buat yang sudah baca🥰.Jika suka dengan ceritanya jangan lupa tinggal kan jejak yaa:).Bisa like, koment, atau dengan memberikan vote agar author lebih semangat lagi up nya🤗.


Buat yang penasaran dengan ceritanya, jangan lupa mampir ke episode berikutnya yaa.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih:)


See you😃


__ADS_2