
Setelah dua minggu mejalani perawatan,keadaan Richard mulai membaik.Dokter pun memberitahu kalau Richard sudah sadar.
''Mas'' Marine menggenggam tangan Richard.
Richard pun tersenyum,karena masih kesulitan untuk bicara.
Mas cepat sehat ya,James dan Clarisa mereka sangat senang mengetahui papa nya sudah sadar.Nanti mereka akan menjenguk kemari setelah pulang sekolah.Kamu tau mas kemarin saat libur sekolah mereka main sama Nathan,Clarisa rewel kangen sama adik Nathan katanya.Kamu pasti senang kan Clarisa sangat menyayangi Natan.
Richard tersenyum,mendengar perkataan marine.
Apalagi dia membicarakan Nathan.
Setelah Richard sadar,ternyata masih ada masalah lain.kaki kiri Richard mengalami kelumpuhan,itu membuat semua keluarga bersedih.Hal itu membuat tuan Mahesa membawa Richard berobat keluar negri,itu pun sesuai dengan persetujuan Richard.Malam itu Tuan Mahesa berkata pada Richard,keinginan nya membawa Richard berobat.
''Richard Papi berencana membawa mu berobat keluar Negeri.'' Richard menjawab,baik Pi.
''Kamu setuju kan.?'' Iya pi,tetapi rahasiakan ini dari Marine.
Baiklah papi akan atur semua nya.
Setelah kondisi Richard sudah stabil,Tuan Mahesa dan nyonya Kirana pergi keluar negeri membawa Richard.Semua hal telah di siapkan,Nathan pun di titipkan pada orang tua cika agar ada yang mengurus,selama Richard mejalani perawatan.
Saat Marine mengunjungi ruangan tempat Richard di rawat,dia begitu terkejut karena tidak ada siapapun di sana.Marine bertanya pada suster dia bilang,Richard dipindahkan perawatan nya ke luar Negeri.Marine begitu terkejut,padahal dia ingin memberitahu Richard kalau dirinya,sudah mencabut gugatan perceraian nya.
Marine mencaritahu ke kantor Richard tetapi tidak mendapatkan informasi apapun,dia mencari tahu pada sekertaris mertuanya pun,tidak menemukan hasil apapun.
Marine mendatangi Morgan untuk mencari tau keberadaan Richard
''Morgan bisa kan kamu mencari tahu kemana mas Richard menjalani perawatan saat ini.?'' Akan Morgan coba kak,tetapi ini tidak mudah karena Om Mahesa menutup semua akses bahkan ponsel nya mereka semua pun mati.Sila bilang Bunda nya juga tidak memberi kabar padanya.
Morgan Memerintahkan Rey, untuk mencaritahu keberadaan Richard.Sudah sebulan proses pencarian itu,tetapi belum menemukan hasil apapun.Tuan Mahesa adalah orang penting jadi, mudah untuk nya melakukan semua ini.Di pasti sudah menduga Morgan akan mencari tahu keberadaan nya.Hanya sekali bunda Sila memberi kabar kalau mereka semua baik,mereka akan kembali saat Richard sudah pulih seperti sedia kala.
Kak tunggu saja kepulangan mereka,Richard sengaja merahasiakan semua ini dari kita.jadi bersabar lah,mungkin dia memiliki alasan tersendiri
menyembunyikan semua ini.
Lima bulan berlalu.
Setelah lima bulan,Richard pun belum kembali.
Marine sudah bisa menerima kalau Richard, merahasiakan keberadaan nya.Hanya tinggal menunggu waktu saja,pasti mereka akan kembali.
kehamilan vivi semakin membesar,dua bulam lagi dia akan melahirkan.Rey dan Vivi sangat lah bahagia menanti kelahiran putri pertama mereka,hasil USG menunjukkan kalau bayi yang dikandung vivi berjenis kelamin perempuan.
__ADS_1
Di rumah pribadi Rey dan Vivi,sedang ada acara tujuh bulanan kehamilan Vivi.Sila dan Morgan pun pasti hadir di sana.
''Vi selamat ya,kamu berhasil melalui kehamilan ini sampai tujuh bulan.'' Vivi tersenyum bahagia.
Iya sila terimakasih,aku juga sangat bersyukur tujuh bulan telah terlewati dengan baik.Terkadang aku masih merasa menyesali,kalau teringat saat dahulu pernah keguguran.
Sudah lah Vi,jangan di ingat lagi memang sudah kehendak yang maha kuasa harus seperti itu.Kalau cika masih ada,pasti sekarang dia sedang menggendong Nathan bersama kita ya Vi.
Iya benar sila,Nathan pun pasti sudah besar dan lucu ya.Cikan kami tau kamu pasti sudah bahagia di sana.
Sila dan Vivi pun berpelukan mengenang masa kebersamaan mereka dan Cika.
Marine sedang menemani kedua anak nya bermain di sebuah pusat perbelanjaan,tanpa sengaja ia bertemu Gerry yang sedang menemani anak nya bermain dengan istrinya.
''Marine'' Gerry menyapa.
''Gerry apa kabar..?'' Baik pastinya jawab Gerry.
Mereka pun ngobrol bersama di sana,Gerry pun menceritakan obrolan terakhir nya dengan richard sebelum kecelakaan itu terjadi.
''Sakit gw bro,tetapi kalau itu menjadi kebahagiaan untuk Marine gw terima.''
Itulah kalimat terakhir yang Richard ucapkan Marine.Saya saksinya,bahwa dia sangat mencintai mu dia juga menyalahkan dirinya sendiri karena menyakitimu.Banyak yang sia ceritakan pada ku termasuk saat dia,mengurung mu bersama nya di hotel.dia sangat bahagia melewati hari-hari bersamamu lagi.Saya tahu Richard bersalah,saya pun pernah bilang kalau dia,harus membayar mahal semua yang terjadi dalam rumah tangga kalian.
''Tidak Gerry dia teman ku,dia bekerja di hotel milikku jadi tidka ada hubungan apapun.'' Marine menegaskan.
''tetapi itu yang ada di dalam pikiran Richard.''
Gerry,menyembuhkan luka yang sudah bernanah itu tidka lah mudah,mengetahui suamiku menikah lagi
dan sedang berbadan dua.Saat aku tahu Nathan berumur enam bulanan di kandungan,sakit rasanya.
Aku selalu terbayang, bagaimana mereka selalu bersama di belakangku,kemesraan mereka,pada saat itu aku sangat membencinya.
''Iya Marine,saya memahami perasaan mu.''ucap Gerry.
Di kamar nya Marine termenung,memikirkan Richard yang tak bisa ia jangkau.
Mas mengapa disaat aku ingin memberimu kesempatan,kamu justru pergi dariku.Apakah kamu sudah yakin melepaskan ku dengan yang lain.Mengapa kamu lemah sekali,baru berjuang segitu saja sudah menyerah.
Hari-hari marine di penuhi dengan Richard,dia merindukan sosok yang selalu mengejar nya ketika dia bersalah.
Siang itu waktunya james dan Clarisa pulang sekolah,Jony sudah menjemput nya tepat waktu, tetapi kedua anak kecil itu tak kunjung datang.Jony pun panik dan menghubungi Marine yang tengah bekerja.
__ADS_1
''halo Nona marine,James dan Clarisa tidak ada di sekolah.''Marine terkejut.
''Apa..!!sekarang coba kamu tanyakan pada pihak sekolah Jon..!' sudah Non tetapi pihak sekolah bilang mereka tidak masuk dari pagi.
''Apa katamu..?'' Marine pun marah.
Nona tadi saya sudah mengantar mereka seperti biasa,di gerbang masuk sekolah.
Marine pun panik,dia segera menghubungi Papa nya jika kedua anak nya hilang.Tuan Wijaya menghubungi Morgan,agar mencari keberadaan james dan Clarisa.
Marine menghubungi semua teman sekolah anak nya, mereka bilang tidak mengetahui keberadaan James dan Clarisa.
''Ma bagaimana kalau ad ayang menculik mereka ma?''Marin menangis sesenggukan.
Marine kalau mereka di culik,pasti mereka sudah menghubungi kita meminta tebusan.Tapi dari pagi tidak ada yang meminta tebusan dengan kita.
Ma Marine akan mencari mereka,Marine gak bisa kalau harus berdiam diri seperti ini,sementara mereka membutuh kan Marine ma.
Saat marin melangkah, terdengar suara canda tawa ria yang renyah.
Mama Mama...
''Sayang kalian pulang nak..?''Marine memeluk kedua anak nya.
''Kalian darimana sayang,siapa yang menculik kalian ?''Clarisa menggeleng.
''Mama tidak ada yang menculik kami..''kata james.
Kalian dari mana,siapa yang antar kalian pulang..?
''PAPA'' Jawab mereka.
Marin terkejut mendengar nya,seakan tidak percaya kalau Richard yang mengantar mereka pulang.
''Kalian bercanda kan sama Mama..?'' No Mama bukan nya setiap jam lima sore pasti Papa antar kami pulang kemari.
Mendengar ucapan anak nya,memang benar Richard akan mengantar mereka Jam lima sampai jam enam.
''Dimana Papa..?'' Marin bertanya.
''Di rumah kita Mama..'' Rumah kita itu,rumah tuan mahesa yang mereka tempati sebelum nya.
Sayang kalian bersih-bersih ya,Mama ingin ketemu Papa.
__ADS_1