
''Danil papa benar benar kecewa sama kamu,apa-apaan kamu ini bisa-bisa nya kamu melakukan perbuatan seperti itu. Kalau kamu suka sama dea,ngapain tunangan sama Sila.Kamu itu benar-benar tidak memikirkan perasaan Sila,sekarang kamu lihat semua sudah hancur berantakan seperti ini.Papa yakin sila tidak akan mau memaafkan kamu, memalukan..!''Mama Danil begitu marah.
''Sila itu kurang apa Nil dia itu baik pintar cantik pula,yang pasti dia yang berjuang dan menemani kamu dari titik nol,malah di selingkuhin.capek Mama sama kamu Danil,dimana pikiran kamu.''Danil hanya bisa menunduk mendengarkan orang tua nya marah-marah dengan nya.
''Sekarang Mama sama Papa gak bisa bantu apa-apa lagi,keluarga Sila pasti sangat marah. Mama malu Pa sama kelakuan anak ini.''Mam melemparkan bantal sofa ke arah Danil
''Sudah cukup Pa,Ma...iya Danil memang salah Danil akui,Aku juga sangat menyesal.Danil juga gak mau pisah sama Sila Ma.''Danil bersimpuh di kaki Mami nya mengharap belas kasih orang tua nya.
Di dalam kamar Ibu melihat Ayah Sila begitu berbeda dia terlihat pucat, padahal beliau dalam keadaan sehat.
''Ayah sakit ya kok panas,pucat lagi. ''Ibu segera memeriksa subuh panas Suami nya.
Ibu pun mengajak Ayah ke dokter, tetapi di tolak Ayah dengan alasan ingin istirahat.Tak berselang lama Ayah mengeluh kesakitan pada jagain dada nya.
''Aduh ....sakit Bu sakit.!''Ayah mengerang kesakitan.
''Yah ayah kenapa...'' Ibu pun panik dan memanggil Sila.
''Ayah kenapa bu.. ?''Sial terkejut melihat Ayah nya dan bergegas membawa nya ke rumah sakit.
Setiba nya di rumah sakit Ayah segera dirawat dengan intensif, Sila mengurus segala administrasi sementara Ibu yang menjaga Ayah.
''Bagaimana keadaan Ayah Bu?Sila sangat panik.
''Belom tau Sila,Ayah sedang ditangani dokter. ''jawab Ibu.
''Sila kita berdoa sama Allah semoga Ayah baik-baik saja ya nak,kamu harus kuat.''Melihat Sila gelisah Ibu pun mengajak Sila berdoa.
''Ayah kenapa tiba tiba sakit Bu,bukan nya tadi Ayah baik-baik aja ada apa sebenar nya. ?''Sila merasa aneh, sebab Ayah nya mendadak sakit.
''Tadi ibu liat wajah Ayah pucat dan ternyata badannya panas.''Ibu juga bingung tadi Ayah baik-baik saja,
Ayah cuma bilang dia kepikiran sama kamu,kasian sama kamu nak.Mungkin dia shock memikirkan semua ini.
Sebenernya sila juga gak mau kaya gini Bu,sila mencoba kuat didepan Ayah. Supaya Ayah tidak kepikiran,tapi justru keluarga danil ngajak ribut.
''Keluarga Pak Hadi..''Dokter memanggil.
Dokter yang bagaimana Ayah saya ?''Sila ingin tau keadaan Ayah nya.
''Begini Bu,Pak Hadi terkena serangan jantung.Sekarnag keadaan nya sangat menurun dan masih kritis.''Dokter menjelaskan.
''Ya Allah Ayah. ''Sila begitu shock.
Atas ijin Dokter Sila menemui Ayah nya, dia begitu khawatir dengan keadaan Ayah tercinta nya.
__ADS_1
''Ayah cepat sembuh ya,silla cuma punya Ayah.Sila janji yah sila akan kuat,sila gak mau sedih lagi. Sila akan selalu mengutamakan kebahagiaan Ayah.''Sila berbisik dan memeluk Ayah nya.
''Sila kamu harus kuat dan tegar ya, jauhi Danil,Ayah tidak suka kamu dekat lagi dengan nya.kamu harus bahagia jagain ibu mu ya dia orang baik.''Tiba-tiba mesin detak jantung berbunyi.
tit tit ...........
''Ayah Ayah bangun...!''Sial berteriak manggil su
Dokter dan suster datang untuk mengecek pasien, tempat apa daya mereka.Tuhan telah manggil bapak Hadi Ayah dari Sila.
''Maaf Bu pasien tidak bisa selamat, beliau sudah meninggal dunia. ''Kata Dokter.
''Tidak mungkin Ayah...Ayah.Ayah bangun yah bangun jangan tinggalin Silla yah,Ayah please bangun sekarang Ayah......!''Sila berteriak histeris.
Silla shock dan dia pingsan ibu yang mengurus kepulangan jenazah ayah nya,..
''Halo nak cika bisa ke rumah sakit nak,tolong temani sila ya...ibu mau urus jenazah ayah.''Ibu memberi kabar pada Cika.
''Inalilahi Ayah kenapa Bu ,?''Cika pun panik.
Cika pun segera pergi ke rumah sakit,Cika merasa terkejut sebab dia tidak tahu jika Ayah Sila sakit dan mendengar kabar sudah meninggal.
''Ya Allah sila kok gak kabarin kalau Ayah sakit, tiba tiba saja ada kabar begini.''Cika memeluk Sila yang terlihat begitu lemah.
''Silla kamu yang kuat ya kamu harus sabar Sila,aku tau ini tidak mudah. Menangis saja Sila, jangan ditahan supaya hati kamu lega. ''Cika terus saja mensupport Sila.
''Iya sabar ya,''doain Ayah semoga dilapangkan kubur nya dan dimudahkan kan semua jalannya.''
PEMAKAMAN AYAH
''Ayah kenapa secepat ini Ayah pergi,aku akan berusaha kuat dan ikhlas.Sila akan selalu ingat pesan terakhir Ayah.Ayah yang tenang ya di sana,Sila sangat sayang sama Ayah.''Sila menangis pilu di pusara sang Ayah.
''Sila aku,Mama dan Papa turut berduka cita ya. kamu yang sabar dan kuat,aku akan selalu ada Sil buat kamu.Kalau butuh apa pun bilang saja aku pasti akan selalu ada untuk kamu.''Danil datang bersama orang tua nya.
''Makasih, tidak perlu repot-repot aku bisa sendiri. ''jawab Sila.
Hanya itu yang sila ucapan dia tidak butuh sosok Danil lagi yang sudah menyakiti nya.
2 bulan berlalu
Sila sudah tidak bekerja,dia resign secara baik-baik setelah 7hari kepergian Ayah nya.Sekarang dia tinggal dengan Ibu tirinya.Ibu tiri Nila namanya ibu Rahma ,walaupun Ibu tiri tapi dia sayang sama Sila.
''Bu,Sila ingin ke ibu kota deh,''ingin kerja di sana dan cari suasana baru juga.Di sini Sila selalu ingat Ayah terus bu.Nanti Sila akan tetap mencukupi segala kebutuhan Ibu,usaha Ayah juga bisa Ibu kelola dengan baik.
''Ibu terserah dengan mu saja,kamu berhak kok tentukan masa depan mu. Ibu bisa kembali ke rumah keluarga saja,disini kan semua punya kamu nak
__ADS_1
Ibu sudah tidak ada hak lagi.''kata Ibu.
''Gak Bu,Ibu disini aja ini kan rumah Ibu juga Sila seneng kok Ibu disini,lagi pula Sila kan cuma punya ibu sekarang. Saudara Ayah jauh dan gak ad yang peduli kan.Apa Ibu sudah tidak mau jadi Ibu Sila.''
''Tidak perlu nak Ibu merasa sudah gak ada hak disini karena Ayah kan sudah tidak ada,Ibu tetep sayang kok sama kamu, kamu tetep anak Ibu walaupun tidak lahir dari rahim Ibu.Lima bekas tahun Ibu merawat kamu nak,Ibu akan selalu sayang sama kamu .''Ibu memeluk Sila.
Sila pun menghubungi teman nya, sebab dia lah yang akan mencarikan diri nya pekerjaan.Di rumah semua kebutuhan Ibu nya dia utamakan, segala sesuatu yang di tinggal kan oleh Ayah nya di kelola oleh Ibu nya.
''uwek uwek.. ''Dea mual.
''Aduh kenapa si akhir akhir ini aku cepat capek,badan lemas mual lagi.Sepertinya harus ke dokter. ''Dea pun memutuskan untuk ke dokter seorang diri,sebab Danil tidak akan mungkin mau menemani nya.
''Bagaimana dok saya sakit apa?''Dea bertanya.
''Ibu tidak sakit,tetapi ibu sedang hamil.''Dea begitu terkejut mendengar nya.
Dokter pun memberikan pemeriksaan lanjutan untuk dea, agar mengetahui kondisi janin dan usia kehamilan nya. Dea begitu terkejut saat mengetahui usia kehamilan nya sudah delapan minggu.
''Aku harus bilang Mas Danil kalau ini anak nya,dia gak boleh kabur gitu aja.''
''Mas aku mau ngomong penting.''Dea menemui Danil.
''Apalagi sih Dea kamu tau kan aku sibuk.''Danil menolak bicara dengan nya.
''Mas aku hamil,,hamil anak kamu.. !''Danil terpaku mendengar nya.
''Kamu yakin itu anak ku kita,sudah lama lho kita tidak berhubungan.''Danil berusaha menyangkal.
''Maksud kamu apa mas...?''kamu meragukan anak ini,kamu pikir ini anak siapa kita emang udah lama gak berhubungan,tapi dulu kita sering berhubungan dan kandungan ini sudah 8 minggu mas .
''Kamu yakin cuma sama aku,apa gak ada yang lain lagi.''Danil tidak mau mengakui nya.
''Jaga bicara mu,harus nya kamu tau dari dulu aku selalu sama kamu sampai kamu lupa kalau mempunyai kekasih yang lain.Pokok nya kamu harus nikahin aku dan kalo anak ini lahir kamu bisa tes DNA jika kamu masih tetap tidak percaya.''
''Aku akan bilang sama Mamah kamu kalo aku lagi hamil anak kamu. ''Dea pun mengancam.
''Ok aku akan tanggung jawab tapi aku akan bicara terlebih dahulu dengan orang tuaku.''kata Danil.
Danil pun menemui orang tua nya bersama Dea.
''Ma Dea hamil..''Danil bicara dengan Mama nya.
''Iya tante saya hamil anak Mas Danil ''Mama Dan terlihat jika dia tidak menyukai Dea.
''Oh hamil..yasudah mau di anggurin , apa mau nikah terserah saja waktu berhubungan sembunyi-sembunyi. Sekarang hamil kenapa laporan,terserah kalian mau nikah mau apa gak usah bawa bawa mama.''Mama Danil marah.
__ADS_1
''Mah,walau bagaimana pun Danil anak kita dan bayi itu cucu kita,sudah lah Mah gak perlu di perpanjang masalah ini, sekarang saat nya diperbaiki supaya keluarga kita tetap harmonis.''Papa Danil berusaha bijak menanggapi nya.