
setelah semua selesai morgan pun berpamitan untuk pulang
''kak yang sabar dan kuat,aku pasti akan membantumu sampai akhir tenang kan dirimu.''
marin pun menangis dan memeluk adik nya.
terimakasih morgan kamu memang adik terbaik ku!ucap marine.
''kak aku mengerti perasaan mu,yang sabar dan kakak harus kuat demi anak anak.larena mereka yang akan membuat kakak mampu melewati semua nya.''sial pun menguatkan marine.
makasih sila,aku akan selalu kuat demi anak ku.!
mereka pun pulang,karena hari sudah larut !
saat sampai di rumah,morgan bicara pada rey diruang kerja nya.
''rey hari sudah malam,besok pagi bawalah cika kemari !'' siap bos.
sila pun menghubungi bunda nya,dia heran kenapa bunda nya juga merahasiakan semua ini.
''halo bunda,kenapa bunda tidak cerita,,
kalau kak richard dan kak marine ada masalah?''sang bunda pun mencoba tenang dengan pertanyaan putri nya.
sila,maaf kan bunda nak..jujur bunda pun shock
saat mereka bertengkar.awal nya bunda berfikir kamu sudah tau.tapi mengingat tidak pembicaraan apapun dari mu bunda menyimpulkan kamu belum mengetahui nya.
bukan nya bunda tidak mau bercerita,tetapi bunda memikirkan kehamilan mu.dan keadaan di rumah pun masih kacau nak,richard sepertinya tidak menerima marine keluar dari rumah.
''kamu doakan saja kedua kakak mu semoga semuanya kembali seperti semula.''iya bun sila mengerti,pasti sila akan sellau berdoa untuk mereka berdua.
setelah menghubungi bunda nya...
sila melihat suaminya,duduk bersandar si sofa sambil bersandar dan memejamkan mata nya.
''pasti kak morgan sangat sedih,melihat keadaan kak marine.aku tidak pernah melihat dia seperti ini
walaupun banyak masalah dia tidka pernah murung seperti ini."
sila tidak saja,saat morgan kalang kabut ketika dia di culik dan pergi dari rumah.
kak mandi dan istirahat yuk,kamu pasti lelah.
__ADS_1
kamu harus kuat untuk kak marine,jangan berfikir terlalu keras..aku pasti akan selalu mendukung mu.
terimakasih sayang,,,aku hanya sedih melihat kak marine,dia tidak pernah sesedih itu kemarin aku melihat dia menangis saat melihat semua bukti itu.
tadi aku melihat matanya sangat sembab,pasti dia menangis sepanjang hari.
aku tau dia wanita kuat dan tangguh,aku tidak pernah melihat dia rapuh ini.
sila pun mencoba menenangkan suami nya,
dia selalu memberikan support dan motifasi agar suaminya bisa kembali tenang.
''aku menghargai kak richard karena dia adalah kakak mu,dan cika sahabat mu sayang,tapi ingat jika mereka dengan sengaja menyakiti kakak ku..
aku tidak akan mengampuni mereka.''
sila menelan ludah nya yang terasa kering,mendengarkan perkataan morgan.karena dia tau morgan tidak akan segan segan menyakiti mereka yang sudah bermain main dengan keluarganya.
dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan cika.
''lebih baik ku alihkan saja pikiran nya,serem kalua dia mikirin hukuman untuk cika.''
ya kak aku mengerti,sekarang kamu mandi lah..
kamu gak kasian apa sama baby kita..?
mendengar baby membuat morgan bangkit dari duduk nya.
maaf ya sayang,baby maafkan dady ya kamu pasti lelah ya menemani dady seharian.
sayang aku mandi dulu,kamu istirahat lah
nanti aku menyusul.
sila merasa lega bisa mengalihkan pikiran suami nya,tidak terfokus pada maslah marine saja.
pagi hari di kediaman morgan,rey sudah bersama vivi menunggu sang pemilik rumah keluar dari singgah sananya.
''mas sia kok gak belum keluar kamar sih,betah amat deh..?''vivi kebiasaan tidka sabar
''sabar vi tunggu saja..nanti juga muncul.''jawab rey.
30 menit kemudian barulah sila dan morgan keluar dari kamar nya untuk sarpan.
__ADS_1
vici dan rey pun bergabung,mereka membicarakan banyak hal terutama kasus cika.
setelah sarapan mereka menuju ruangan khusus di lantai 1 rumah itu,yang membuat sila dan vivi tercengang ada cika didalam ruangan itu.
bahkan sila pun tidak mengetahui ada cika didalam rumah nya.
''cika...''sila dan vivi pun terkejut melihat nya.
sila ingin menghampiri cika,karena banyak pertanyaan di benak nya.
tetapi morgan menahan lengan nya,agar sila tetap tenang di samping nya.
cika duduk seorang diri,dihadapan nya
ada 4 orang yang siap mengintrogasi dirinya.
dia sudah seperti terdakwa,,yang tengah menjalani persidangan.
''tidak pernah ku bayangkan,berhadapan dengan sila
dalam keadaan seperti ini,sila baru kali ini kita berada di dalam kubu yang berbeda.''cika menunduk kan kepalanya tanpa berani menatap sila.
''cika tegakkan kepalamu!''perintah rey.
setelah mengusap air matanya cika pun,menegakkan kepalanya dan menatap kedua sahabat nya terutama sila.
di ujung mata nya,,sila menahan buliran air mata
yang siap terjun bebas ke pipi nya.
ia tak sanggup melihat cika seperti ini.
''cika,kamu orang yang paling mengerti aku..
sudah banyak yang kamu lakukan untuk diriku,aku sedih melihat mu seperti ini,rasanya aku ingin memelukmu dan bertanya banyak hal padamu.
tangan mu itu yang dahulu selalu memeluk ku
saat aku terpuruk.''
keadaan yang sama pun dialami vivi..
''aku masih tidak percaya semua ini cika,aku ingin merangkul mu dan berkata,,cika semua ini bohong kan kamu tidka melakukan semua ini kan.''
__ADS_1
mereka berkutat pada pemikiran nya masing masing.