Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku

Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku
Cemburu


__ADS_3

Siang itu Kiara hampir selesai membersihkan daun-daun kering yang berjatuhan di area kolam renang.Kemudian bik Narti sang kepala ART mendatanginya.


"Kiara, nanti kalo sudah selesai, tolong kamu antar makanan ini ke tuan muda Andre ya! Kamu minta tolong supir Edwin untuk mengantar kamu kesana!" Ucap bik Narti sembari meletakan 1kotak makanan di meja tak jauh dari Kiara berdiri.


"Baik bik." Jawab Kiara diiringi senyum ramah, Padahal sebenarnya Kiara merasa keberatan tapi mau bagaimana lagi.


"Eh aneh banget ya? Perasaan selama tuan Andre disini belum pernah tuh denger dia minta dibawain makanan.kok sekarang tiba² minta dibawain, apalagi mintanya pembantu baru itu yang anterin, apa kalian tidak merasa curiga?."


Salah satu pembantu yang keberadaannya tidak jauh dari Kiara berbisik sama pekerja lain yang lagi bersamanya.Tapi Kiara masih bisa mendengarnya.


"Iya ya aneh." Jawab pekerja lainnya.


Kiara tak mau pusing mikirin ucapan mereka, tujuan ia berada disini hanya satu yaitu ingin mendapatkan uang untuk modal buka usaha.


Setelah dirasa kolam renangnya sudah bersih dari dedaunan, Kiara bersiap untuk pergi ke kantor tempat Andre bekerja untuk mengantar makanan pesanan Andre.Ia tak lupa menyapa teman² kerjanya yang tadi sempat bisik² ngomongin dirinya.Supaya tidak dikira sombong.


Dengan diantar Pak Edwin supir keluarga Pratama, Kini Kiara sudah sampai di loby kantor tujuan, setelah menempuh perjalanan beberapa menit.


Kiara menemui resepsionis untuk menanyakan lokasi ruang kerja Andre Wijaya sang manajer perusahaan.


Setelah mendapat arahan dari resepsionis, Kiara melangkah menuju lokasi yang sudah ditunjukan.Tak lupa ia menggunakan lift supaya lebih cepat sampai.


Saat Kiara sudah sampai di lantai yang ia tuju, Kiara melihat Tania yang lagi berjalan berdua bersama Yoga suaminya. Kiara langsung buru² bersembunyi supaya mereka tidak melihat Kiara. Dalam hati Kiara bertanya-tanya kenapa Tania bisa bersama yoga suaminya.


Mungkinkah Tania juga bekerja disini, batin Kiara menebak-nebak.


Saat Kiara mau mengintip untuk melihat keberadaan mereka tiba-tiba ada sepasang kaki berdiri berada tepat diwajahnya karna posisi Kiara lagi jongkok.


Saat Kiara mendongak untuk melihat siapa pemilik kaki tersebut, Kiara menyengir mendapati suaminya berdiri dengan posisi tangan satunya bertolak pinggang dan satunya bertumpu pada tembok sedang menatap dirinya.


"Ngapain kamu disini?" Ucap yoga dingin


Kiara langsung berdiri tidak menjawab pertanyaan suaminya ia malah celingak celinguk mencari keberadaan Tania yang ternyata sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam? Kamu cari siapa?" Tanya Yoga merasa heran.


"He he nggak mas aku cuma dapet tugas aja dari Andre eeh maksud aku Tuan Andre, Buat antar makanan ini." Jawab kiara kikuk sembari memperlihatkan kantong makanan yang dibawanya.


Tanpa kiara tau Yoga mengepalkan tangannya dan kemudian pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa membuat Kiara merasa heran.


Setelah menemukan ruang kerja Andre, Kiara mengetuk pintu kemudian terdengar suara Andre menyuruhnya masuk.


"Ndre kamu ngapain sih nyuruh-nyuruh aku bawain makanan?aku jadi nggak enak sama yang lain, mereka pikir aku ada apa-apanya sama kamu." Omel Kiara saat masuk dan meletakkan kantong makanan tersebut di meja Andre.


"Duh tuan putri ampun deh, masih bawel kayak dulu ya?" Andre malah menggoda Kiara yang sedang kesal.


"Tau ah" Ucap Kiara merasa kesal.


"Sorry ra, soalnya cuma dengan cara seperti ini aku bisa bebas ngobrol sama kamu." Andre menjelaskan maksudnya sembari membuka makanan yang dibawain Kiara.


"Ooh ya, tadi aku lihat Tania. Apa dia juga bekerja disini?" Tanya Kiara memastikan


"Iya ra, dia diterima sebagai sekertaris direktur utama disini." Ucap Andre sembari menyendokkan nasi ke mulutnya.


Kemudian Andre mencoba menyuapi Kiara, Kiara berusaha menolak tapi Andre memaksanya hingga akhirnya Kiara terpaksa menerima suapan dari Andre, tapi bersamaan itu Yoga masuk tanpa permisi untuk mengambil berkas penting yang tertinggal.


"Ada apa ga?" Tanya Andre merasa heran


Tanpa menjawab pertanyaan Andre, Yoga langsung mengambil berkas yang berada dimeja tepat dihadapan Kiara.Yoga menatap Kiara tajam hingga membuat Kiara merinding.


Kemudian Yoga hendak keluar lagi tapi baru 2langkah berjalan Yoga menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Andre dan Kiara."Jam istirahat sudah habis, jangan pacaran di kantor! Apa kamu lupa sama peraturan kantor? Dan kamu, tugas kamu di rumah bukan di kantor!" Ucap Yoga merasa kesal dan kemudian pergi dan menutup pintu dengan kencang.


"Busyet, Napa tu orang? lagi pms apa lagi ada masalah sama ceweknya?" Ucap Andre heran dengan sikap Yoga yang tak biasa.


"Apa dia punya pacar?" Kiara reflek bertanya.


Andre tertawa mendengar pertanyaan kiara yang menurutnya sangat polos.Bagaimana mungkin laki-laki setampan dan sekaya Yoga tidak mempunyai kekasih, Jelas banyak wanita yang berebut ingin jadi kekasihnya, hanya saja setahu Andre cuma Sherly perempuan satu-satunya yang Andre cintai selama 3 tahun terakhir.

__ADS_1


Entah kenapa Kiara merasa sedikit sesak mendengar ucapan Andre.Padahal ia merasa belum mencintai Yoga.


Saat Kiara berdiri didepan lift menunggu lift terbuka untuk kembali pulang, Kiara merasa sial karna saat lift terbuka ternyata di dalam lift ada Tania yang akan keluar dari lift.


"Lho Kiara, kamu ngapain disini? Sejak kapan kamu berada di jakarta." Ucap Tania merasa heran.


"Ee aku..aku..ee" Kiara bingung harus menjawab apa, Kiara takut Tania salah sangka soal ia mengantar makanan untuk Andre.


"Dia baru 2hari bekerja dirumah saya, dia kesini atas perintah saya." Ucap Yoga yang tiba-tiba nongol dari belakang Kiara.


"Iya, bener Tan kata mas yoga eh maksud aku Tuan yoga." Kiara asal mengikuti ucapan yoga daripada nanti Tania salah sangka.


Tania hanya menjawab oh dan kemudian pergi setelah mengucap permisi pada bos nya, Tapi sebenarnya hati Tania bertanya-tanya kenapa Kiara bisa bekerja ditempat yang ditinggali Andre.Kiara jadi merasa curiga.Apa mungkin Andre yang sudah mengajak kiara? Begitu pikir Tania.


Setelah Tania pergi, Yoga menyuruh Kiara untuk mengikutinya ke ruang kerjanya.


Setelah keduanya masuk, Yoga mengunci pintu dan langsung menciumi bibir dan leher Kiara dengan rakus.


"Mas udah lepas nanti kebablasan aku belum bisa melakukannya." Ucap Kiara berusaha melepas suaminya.


"Ada hubungan apa kamu sama Andre?" Tanya yoga ingin tau sembari melangkah menuju kursi kebesarannya dan mendudukkan bokongnya di kursi tersebut.


"Cuma temen biasa nggak lebih, kita dulu pernah satu sekolah, sama Tania juga." Jawab Kiara menjelaskan.


"Yakin cuma itu?" Tanya yoga lagi merasa tidak percaya.


"Buat apa aku berbohong? Kenyataannya memang seperti itu." jawab Kiara kesal.


"Lalu kapan kamu selesai masa nifas?" Tanya Yoga tiba-tiba mengalihkan topik pertanyaan, sampai membuat Kiara melotot merasa tidak menyangka Yoga akan bertanya seperti itu.


"Memangnya kenapa? Bukannya mas yoga mau menceraikan aku? masa nifasnya kelar nanti kalo akte cerai kita sudah keluar." Jawab Kiara kesal karna merasa hanya di jadikan budak nafsu saja oleh yoga. Apalagi mengingat tadi Andre bilang kalo Yoga sudah punya kekasih bernama Sherly.


Kiara benar-benar menyesal menyetujui pernikahannya, Ia pikir Yoga akan berbuat hal yang sama seperti di cerita-cerita novel yang sering ia baca, yang tidak akan menyentuh istrinya selama belum ada rasa cinta dari keduanya tapi ternyata dugaannya salah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2