
"Aku tidak akan menceraikan kamu, makanya aku menunggu kamu selesai masa nifas, buat menarik kata-kata ku yang ingin menceraikan kamu waktu itu." Ucap Yoga santai.
Kiara tidak menyangka dengan ucapan Yoga yang tidak akan menceraikannya. Kemudian Yoga menjelaskan alasannya, Yaitu karna Yoga tidak suka Kiara dekat-dekat sama Andre apalagi kalo sampai menikah sama Andre. Yoga mengingatkan Kiara akan statusnya yang sudah bekas orang sedangkan Andre masih perjaka, Jadi Kiara tidak pantas untuk Andre.
Kiara mengernyit heran.
"Lalu kenapa mas Yoga mau sama aku? Bukankah mas yoga tau kalo aku pernah dijual oleh Kakak sepupuku?" Tanya Kiara menelisik wajah suaminya.
Pertanyaan Kiara berhasil membuat Yoga tergagap bingung akan menjawab.Belum sempat yoga menjawab Kiara sudah berbicara lagi.
"Ooh aku tau, apa karna mas yoga bekas orang lain juga ya?Mas yoga pernah begituan sama orang lain?Atau mungkin sering kali ya sama Sherly." Ucap Kiara antusias.
"Jangan sembarangan kalo bicara! Aku tidak seperti apa yang kamu katakan. Sudah! sebaiknya kamu pulang sana!" Ucap Yoga merasa marah tidak terima dikatakan pernah tidur sama perempuan lain, karna memang dirinya tidak seperti yang Kiara katakan. Apalagi mendengar Kiara menyebut nama Sherly membuat Yoga merasa semakin kesal.
"Yasudah kalo begitu, saya pulang duluan ya Tuan muda Yoga Pratama" Ucap Kiara dengan nada menyindir sambil melangkah keluar.
Baru membuka pintu ternyata di depan pintu sudah ada Sherly yang hendak mengetuk pintu.Kiara tersenyum ramah sama Sherly dan kemudian melangkah keluar dan pergi.Kiara tidak tau kalo perempuan itu adalah Sherly kekasih Yoga, karena memang kiara belum pernah melihat wajah Sherly,Jadi Kiara pikir dia salah satu karyawan yang bekerja di kantor Yoga.
Sherly merasa heran karena tadi sempat ingin langsung masuk ruang kerja yoga seperti biasanya, tapi pintunya terkunci. Padahal biasanya tidak pernah dikunci, Sherly bisa langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
Apalagi melihat ada perempuan keluar dari ruangan yoga membuat Sherly merasa curiga.
"Sayang.." Panggil sherly pada Yoga saat memasuki ruang kerja kekasihnya itu. Yoga hanya berdehem menanggapi kedatangan Sherly.
"Perempuan tadi siapa? Aku perhatikan kayaknya dia bukan karyawan sini deh, bajunya aja kampungan begitu.Terus kenapa dia bisa berduaan sama kamu dalam keadaan pintu terkunci? Kalian nggak ngapa-ngapain kan?" tanya Sherly merasa curiga sembari tangannya merangkul ke bahu yoga.
__ADS_1
"Dia pembantu baru dirumah, tadi kesini karena aku suruh dia bawain berkas penting yang tertinggal, Soal pintu terkunci mungkin pintunya eror." Jawab Yoga asal.
"Ooh kirain,,"Ucap Sherly sambil tersenyum dan kemudian membatin."Aduh Sherly jangan mikir macam² deh! Loe yang cantik seksi begini saja di anggurin sama yoga, masa iya yoga mau macem² sama cewek kampungan seperti tadi."
"Ngapain kesini? Memangnya nggak ada jadwal foto?" Tanya Yoga tanpa menatap Sherly karna fokus pada layar laptopnya.
"Memangnya nggak boleh ketemu kamu, aku kan kangen. Ada jadwal foto tapi masih nanti malam." Jawab Sherly dan kemudian memaksa duduk dipangkuan Yoga.
"Sherly, kamu nggak lihat aku lagi kerja? Kalo kamu duduk disini gimana aku bisa bekerja?" Ucap Yoga merasa kesal tapi masih bisa berusaha untuk sabar.
Terpaksa Sherly berdiri dan berpindah duduk di depan meja kerja Yoga.Kemudian Sherly menanyakan kapan ada waktu jalan berdua, sudah lama sekali tidak pernah keluar dan jalan-jalan berdua.Yoga tidak menjawab malah mengambil Hp dan mengetik sesuatu.
"Segini cukup kan?Maaf aku sibuk banyak kerjaan jadi nggak bisa nemenin kamu." Ucap Yoga sembari memperlihatkan layar hp nya yang menampilkan bukti transfer uang yang menurutnya cukup untuk kebutuhan shoping Sherly.
Sherly merasa kesal Karna sudah beberapa bulan terakhir yoga sudah tak pernah memanggil dirinya sayang dan selalu menolak halus setiap kali Sherly ingin menciumnya. Kemudian sherly izin pergi untuk jalan² bersama temannya. Yoga menghirup nafas dengan lega, karna Sebenarnya yoga sudah sangat muak dengan kehadiran Sherly tapi ia masih punya misi untuk mencari bukti tentang kecurigaannya, jadi ia terpaksa bertahan.
Di loby kantor.Kiara celingak-celinguk menelisik lokasi parkir, mencari keberadaan mobil yang dibawa pak Edwin untuk mengantarnya tadi.kiara tidak hapal sama plat mobilnya jadi ia bingung, apalagi keberadaan pak Edwin juga tidak nampak.
"Hei kamu kiara kan?" Ucap seseorang yang masih mengenali wajah Kiara.
"Kok kamu bisa disini?" sambung teman disampingnya.
Merasa terpanggil Kiara menoleh dan ternyata orang itu adalah Dion dan Aldi, sahabat Yoga yang waktu itu ikut tersesat bareng yoga saat dalam perjalanan menuju puncak gunung Merbabu.
"Hei kalian..iya soalnya aku kerja di jakarta sekarang tapi cuma jadi pembantu." ucap Kiara merasa senang bertemu Dion dan Aldi yang menurut Kiara orang baik tapi Kiara merasa malu karna hanya menjadi pembantu.
__ADS_1
"Ya nggakpapa jadi pembantu yang penting kan halal, ya nggak sob?" Ucap Aldi yang kemudian meminta persetujuan Dion.
"Yo'i bro" Jawab Dion antusias
Tak lama kemudian Sherly lewat, Ia merasa heran melihat kedua teman dekat yoga terlihat sangat akrab sama perempuan yang tadi keluar dari ruang kerja yoga yang katanya adalah pembantu baru dirumah yoga.
"Sejak kapan mereka bisa akrab sama pembantu di rumah yoga?"Batin Sherly bertanya-tanya.
Dion yang menyadari ada Sherly disitu langsung memberitahu Kiara, bahwa perempuan yang baru datang itu bernama Sherly kekasih Yoga.
Deg..
Seketika Kiara merasakan sesak mendapati perempuan yang berpapasan dengannya tadi adalah Sherly kekasih suaminya.
"Memangnya siapa dia?bukannya dia hanya pembantu dirumah yoga?" ucap Sherly merasa heran.
Belum sempat ada yang menjawab pertanyaan Sherly, tampak pak Edwin memanggil Kiara untuk segera pulang karna nyonya besar sudah berkali-kali menelfon menyuruhnya untuk segera pulang.
Kemudian Kiara pamit sama Dion dan Aldi,tak lupa kiara menyapa Sherly dengan senyum ramah walaupun sebenarnya hati kecilnya mendadak tidak suka.
Dalam perjalanan pulang, perasaan Kiara kacau. Pikirannya dipenuhi bayang-bayang sherly yang cantik modis dan seksi,Jelas berbeda jauh dengan dirinya yang biasa saja. Perbedaannya bagaikan langit dan bumi.
"Kenapa perasaanku jadi seperti ini?Apa ini artinya aku sedang cemburu,aah tidak. Aku tidak boleh cemburu aku nggak cinta sama mas yoga jadi harus biasa saja" Batin Kiara bertanya-tanya dan mencoba meyakinkan diri untuk tidak cemburu karna merasa tidak mencintai yoga.
Bersambung..
__ADS_1