
Setelah berjalan sekitar 5 menit, akhirnya Kiara dan ketiga pemuda itu sampai juga di perkampungan, Lalu Kiara mengantar ketiga pemuda tadi ke rumah Pak RT.
Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam, Tak lama kemudian Pak RT keluar menemui mereka.
"Ooh Kiara toh? Ada apa dek? kok rame-rame? Siapa mereka?" ucap pak RT memberondong beberapa pertanyaan, sebab tak biasanya melihat kiara bersama teman laki-lakinya, apalagi mereka terlihat sangat asing.
Kemudian Kiara menceritakan maksud dan tujuannya, Setelah Pak RT menyarankan ketiganya untuk bermalam disini dan akan mengantarkan mereka ke terminal besok siang, Kiara langsung pamit pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, lagi-lagi budhe nya marah sama Kiara karena sudah larut malam Kiara baru pulang. Kiara merasa bodo amat karna badannya sudah terasa sangat lelah, tanpa menghiraukan ocehan budhenya, Kiara berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya yang terasa kotor dan lengket.
Esok harinya seperti biasa setelah membereskan pekerjaan rumah, Kiara pergi ke kebun sayur untuk mengurus kebun sayur milik orang tuanya yang sudah di manipulasi menjadi milik budhe nya.
Dalam perjalanan menuju kebun, ia tak sengaja bertemu lagi sama ketiga pemuda yang semalam diantar nya ke rumah pak RT.
"Lho..mbak ini yang semalam antar kita ke rumah pak RT kan?" Ucap Aldi pada Kiara yang kebetulan berpapasan di jalan.
"Iya, bener ini mbak yang semalam.ooh ya semalam kita lupa bilang, makasih ya mba sudah mau mengantar kita.kalo ga ada mba mungkin kita sudah dimakan harimau di hutan." Sambung Dion tak lupa mengucap terima kasih karna semalam lupa belum mengucapkan terimakasih.
"Iya mas nggakpapa kok" Ucap Kiara dengan senyum manisnya.
Sementara Yoga hanya diam saja memandangi wajah Kiara dan menelisik tubuhnya dari bawah sampai atas.
"Ternyata dugaanku tidak salah, perempuan ini adalah perempuan yang kemarin malam itu." Batin Yoga yang merasa sudah pernah bertemu Kiara sebelumnya.
Aldi dan Dion yang menyadari Yoga sedang menatap Kiara sampai tak berkedip langsung berdehem.
"ehm..ehm sepertinya ada yang lagi terpesona." Ucap Dion menyindir Yoga
"Judulnya jatuh cinta pada pandangan pertama? Apa bertemu jodoh dikampung orang nih?" Sambung Aldi ikut menyindir.
Yoga yang baru sadar dari lamunannya langsung menoyor kepala Aldi dan Dion, Yoga merasa tak terima dengan sindiran kedua temannya itu.Tapi Kedua temannya itu malah tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Saya permisi duluan ya mas!" Ucap Kiara langsung berlalu.
Kemudian Dion dan Aldi menghentikan tawanya dan meminta izin Kiara agar diperbolehkan ikut ke kebun, untuk melihat lihat dan menambah pengetahuan tentang perkebunan.
Sebenernya Yoga enggan untuk ikut tapi berhubung bingung mau ngapain jadinya terpaksa mengikuti mereka.
"Mbak ini sebenernya cantik lho, tapi kok mba mau sih kerja berkebun kayak gini? Kenapa nggak bekerja di kota aja mba?" Tanya Dion penasaran sembari membantu Kiara mencabuti rumput yang tumbuh disekitar pohon sayur.
"Nggak papa mas, seneng aja setiap hari bisa melihat sayuran yang seger-seger seperti ini, bikin pikiran juga ikut adem." Jawab Kiara setengah berbohong karna walaupun sebenernya ia suka merawat tanaman tapi sebenernya ia juga pengen kerja di kota tapi budhe nya tidak mengizinkan Kiara pergi.
keduanya hanya menjawab "ooh begitu".
Sementara Yoga, ia tidak mau ikut membantu kiara.Yoga nampak duduk disebuah batu besar sedang sibuk dengan HP nya, berusaha mengabadikan pemandangan-pemandangan gunung-gunung yang terlihat sangat indah dihari yang cerah.
"Ooh ya mas, panggil aku kiara saja ya jangan mba,berasa aneh aja kalo dipanggil mba." Ucap Tiara yang merasa nggak nyaman dipanggil mba.
"Oke,,tapi kamu juga jangan panggil aku mas ya! panggil aja Dion."ucap Dion
"kalo aku Aldi" sambung Aldi.
Kemudian Ketiganya bercanda dan tertawa bersama hingga tak terasa waktu sudah mulai sore.
Sehabis Maghrib Kiara bersiap-siap untuk datang ke acara syukuran Tania, Kalo bukan karna ingin menghargai undangan Tania sebenernya Kiara malas datang kesana.
Dengan menaiki ojek kiara sampai juga di rumah Tania, Rumahnya tampak sudah ramai oleh tamu yang datang.
"Hei Kiara akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu ga bisa datang." Ucap Tania menyambut kedatangan Kiara.
Kiara hanya tersenyum dan kemudian menjabat tangan Tania mengucapkan selamat sekali lagi dan mendoakan Tania sukses di jakarta.
Tak lama kemudian acara di mulai, semua tamu fokus mendengarkan pembawa acara menyambut para tamu undangan hingga acara inti di mulai semua khusu' dalam berdoa dan kini tiba waktunya menikmati sajian yang sudah tersedia.
__ADS_1
Selama mengobrol sama teman²nya, Tania tak hentinya membanggakan dirinya dan merendahkan Kiara yang hanya bekerja mengurusi kebun sayur. Kiara yang mendengar pembicaraan Tania hanya bisa mengelus dada mencoba sabar, hal yang sudah biasa Kiara dengar selama bertahun-tahun.
Sepulang dari acara tasyakuran, Kiara tidak menemukan tukang ojek.Jadi terpaksa pelan-pelan ia melangkah kan kakinya mencari jalan yang lebih cepat supaya segera sampai rumah.
Sesampainya di jalan tak jauh dari rumahnya tiba-tiba ada motor berhenti tepat disampingnya. "Kiara ayo ikut aku" Ucap pengendara motor itu yang ternyata Rio Kakak sepupunya.
"Nggak mau." ucap Kiara yang kemudian melangkahkan kakinya lagi dan berusaha melangkah lebih cepat.
"Kurang ajar, kamu sudah berani melawan aku?" Marah Rio merasa tak terima diabaikan
"Mas Rio tolong stop jangan ganggu aku! Aku udah nggak mau kenal lagi sama mas Rio.Bagiku mas Rio sekarang bukan kakak ku lagi." Ucap Kiara merasa masih sakit hati dengan perlakuan kakak sepupunya yang sudah tega menjualnya.
Dengan amarah yang meledak-ledak Rio menampar Kiara dan kemudian menariknya, memaksa Kiara untuk naik ke motornya.
Kiara yang merasa yakin, kakak sepupunya akan menjualnya lagi berusaha untuk berontak.
"Woy jangan jadi banci..! beraninya cuma sama cewek doang! sini lawan gue!" Ucap seorang pemuda yang tiba-tiba muncul dari arah pohon besar.
"Diam kamu!! ini nggak ada urusannya sama kamu, Dia ini adek ku jadi terserah aku mau ngapain dia." Ucap Rio pada laki-laki itu.
"Mas yoga,,Tolong aku mas! Orang gila ini mau jual aku ke laki-laki hidung belang,aku nggak mau mas tolong mas aku mohon!" Teriak Alanda memohon meminta pertolongan diiringi Isak tangis.
"Diam kamu Kiara! Orang itu sudah bayar aku mahal, setengahnya dari kemarin.Aku janji nanti kamu aku kasih bagian setengahnya, Yang penting kamu layani dulu dia sampai puas, siapa tau dapet bonus." Rio mencoba membujuk Kiara.
Rio menyeret paksa Kiara, Walaupun Kiara sudah menolak sampai menangis tapi Rio seolah tidak peduli.
Yoga yang melihatnya merasa geram kemudian ia memukuli Rio hingga Rio tampak tak berdaya.
Sebenernya Rio melakukan itu bukan karna ingin menolong Kiara, tapi karna entah kenapa ada perasaan tak rela jika ada orang lain yang menjamah tubuh Kiara.
Bersambung..
__ADS_1
APAKAH YOGA SAMA JAHATNYA DENGAN RIO?ATAU MALAH LEBIH JAHAT LAGI?
SIMAK DI BAB SELANJUTNYA!!