Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku

Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku
Kiara Di Usir Dari Rumah


__ADS_3

"Maas...aaah" Ucap Kiara lirih saat terbangun dari tidurnya, ternyata suaminya sudah menindihnya dan bermain-main didadanya.


"Mas yoga,,apa yang sudah mas lakukan? Bukankah mas yoga sudah berjanji tidak akan menyentuhku?" Ucap kiara saat sudah sepenuhnya sadar sembari mendorong suaminya dan mencoba menutupi dadanya.


"Maaf Kiara tapi aku tidak sanggup lagi untuk menahannya." Jawab Yoga yang kemudian mencoba menyerang Kiara lagi.


Kiara mencoba untuk berontak tapi tenaganya kalah oleh suaminya, Ia juga tidak mungkin berteriak minta tolong, Apa kata orang nanti? Yang ada malah bikin malu Kiara sendiri. Hanya pasrah yang bisa ia lakukan saat ini.


Orang bilang malam pertama itu indah bagaikan di syurga, tapi tidak yang di rasakan Kiara malam ini, Hatinya merasakan perih yang bertubi-tubi, Apalagi Yoga melakukannya sampai berkali-kali, membuat Kiara merasakan sakit luar dalam.


Pagi harinya dengan badan lelah tak berdaya Kiara terpaksa mandi dan berganti pakaian untuk menghilangkan jejak semalam saat suaminya menyetubuhinya.


Beruntung pagi ini budhe nya tidak bawel menyuruh Kiara ini itu, malahan saat Kiara keluar kamar ia melihat banyak makanan yang sudah tersedia di meja makan.


Setelah selesai mandi dan sarapan, Yoga bersiap-siap untuk kembali pulang ke kota.


"3 bulan lagi aku akan urus surat perceraian kita. Kamu tinggal terima jadi saja! nggak usah ikut pusing mengurus di pengadilan." Ucap Yoga tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Bagaikan tersambar petir Kiara mendengar ucapan Yoga, Semudah itu dia bilang cerai setelah semalam ia mengerjainya habis-habisan.Ia anggap Kiara apa? Baru satu hari menyandang status sebagai istrinya, Kiara sudah mau diceraikan begitu saja.


"Kenapa? Bukankah ini rencana kita dari awal kan?" Ucap Yoga, ketika melihat raut wajah Kiara yang seolah tak terima dengan ucapannya.


Kiara tidak sanggup mengatakan apapun,ia hanya diam dan menyembunyikan air matanya yang sulit ia tahan agar tidak keluar.


"Rencana yang mana? Aku memang berpikiran kamu akan meninggalkan ku suatu saat nanti tapi tidak dengan cara seperti ini." Batin Kiara merasa tidak terima dengan perlakuan yoga, tapi ia bisa apa, Marah pun percuma.

__ADS_1


Kiara mencoba menghirup udara dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan untuk menguatkan hatinya. Ia tidak mau terlihat lemah di mata Yoga.


"Iya, bagus kalo begitu.Terimakasih!" Ucap Kiara mencoba untuk tegar dan tersenyum dipaksakan.


"Sebaiknya mas yoga cepetan pulang! Soalnya aku sibuk banyak kerjaan." Usir Kiara halus dengan alasan sibuk padahal sebenarnya ia ingin segera meluapkan emosi dan rasa sakit hatinya dengan menangis.


Kemudian tanpa mengucap satu kata pun Yoga melangkah keluar dan tak lama kemudian terdengar suara mobilnya melaju yang semakin jauh dan menghilang.


Kiara menangis histeris tapi tidak dengan bersuara takut ada yang mendengarnya.


"Kenapa hidupku selalu menderita seperti ini? Apa salah ku apa salah orang tuaku?" batin Kiara bertanya-tanya. Menurut Kiara dunia ini sangat kejam untuknya.


1 Bulan Kemudian.


Selama satu bulan, Yoga benar-benar tidak pernah menemui Kiara lagi.Tapi sekarang Kiara sudah ikhlas hanya saja gunjingan warga yang tidak suka sama Kiara selalu mengusik telinganya.Untung masih ada beberapa warga yang bersimpati dan selalu menguatkan Kiara.


Pada suatu hari, Rio sudah mulai bisa berbicara lagi, kemudian Ia menceritakan pada ibunya bahwa yang sudah membuatnya babak belur waktu itu adalah teman laki-laki Kiara dari kota.


Sebenarnya saat dipukuli yoga Ia pura-pura pingsan supaya Yoga berhenti memukulinya, Dan tak lama setelah yoga pergi Rio di datangi anak buah dari orang yang akan membeli Kiara, Karna uang sudah dibayar dan kiara nggak bisa ia bawa menemui tuan mereka, Jadinya mereka memukuli Rio tanpa ampun.


Tapi Yoga hanya menceritakan teman Kiara dari kota lah yang sudah memukulinya dengan alasan karna disuruh Kiara. Ia tidak mau menceritakan soal dia sudah menjual Kiara Karna takut ibunya marah.


Budhe kiara tersulut emosi, Ia langsung pergi ke kamar Kiara dan mengambil semua baju-baju nya memasukan semua baju dan barang keperluan kiara ke dalam tas dan kardus, Kemudian melemparnya ke halaman rumah.


Budhe Kiara mengambil satu set emas pemberian Yoga saat pernikahan waktu itu, Ia tidak peduli Kiara akan hidup seperti apa nantinya Ia sudah terlanjur muak menerima kenyataan anaknya sakit sampai berminggu-minggu dan ternyata itu ulah Kiara.

__ADS_1


Kiara yang baru pulang dari ladang, kaget melihat semua baju dan barangnya ada di halaman rumahnya.kemudian ia mengetuk pintu dan berteriak memanggil budhenya.


Tanpa aba-aba Budhe Kiara langsung menampar Kiara saat pintunya sudah dibuka. Budhe Kiara menampar Kiara sampai 2x, Tamparan ke dua sampai membuat Kiara terjengkang dan jatuh terduduk.


"Dasar kurang ajar kamu, Ternyata kamu yang sudah membuat anak saya sakit sampai berminggu-minggu. Beruntung anak saya baik, tidak akan menyeret kamu ke penjara.Sekarang pergi kamu dari sini dan mulai detik ini kamu bukan keponakan saya lagi!" Marah budhe pada Kiara.


Kiara menangis memohon ampun tapi budhe Kiara tidak peduli dan langsung menutup pintu.


Tiba-tiba Kiara merasakan sakit luar biasa di perutnya. "Aduh perut aku kenapa sakit sekali rasanya." Ucap Kiara lirih menahan sakit di perutnya.


Kiara berteriak minta tolong sama budhe nya tapi budhe nya tidak peduli sama sekali.Hingga kemudian ada Pak RT dan Bu RT yang tidak sengaja lewat didepan rumah tersebut.


Melihat Kiara terduduk dilantai depan rumahnya sambil berteriak meminta tolong, Pak RT dan Bu RT bergegas mendekati Kiara untuk melihat apa yang terjadi sama Kiara.


"Pak Bu to..lo..ngin Kia! Pe.rut Kia..saa...kit." Ucap Kiara lirih dan terbata-bata karna menahan rasa sakitnya.


"Ya Allah Kiara,Apa yang terjadi sama kamu nak?" Tanya Bu RT sembari mencoba membangunkan Kiara untuk berdiri.


"Sepertinya Kiara keguguran Bu, lihat ada darah!" Ucap pak RT menunjuk lantai bekas Kiara terduduk.


Bu RT dan Pak RT bergegas membawa Kiara pergi ke klinik terdekat, Tak lupa Bu RT mengambil beberapa baju dan barang Kiara yang tergeletak di halaman.


Sesampai di klinik Kiara langsung mendapat penanganan dari dokter dan ternyata Kiara harus menjalani kuret karna janin didalam kandungan Kiara sudah tidak dapat selamatkan lagi.


"Maafin ibu ya nak! Ibu tidak tau kalo ternyata kamu sudah ada di perut ibu.Seandainya ibu tau, ibu pasti akan berusaha menjagamu dengan baik.Tapi mungkin Allah lebih sayang sama kamu nak!" Batin kiara merasa sedih kehilangan calon bayi nya tapi Kiara mencoba ikhlas, Mungkin ini jalan yang terbaik daripada hidup anaknya nanti menderita sama sepertinya. Apalagi suaminya sudah meninggalkannya dan belum tentu juga ia hamil sama suaminya, bisa jadi sama orang yang sudah membelinya.Walaupun sama saja tapi Kiara tidak tau soal itu.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2