Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku

Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku
Terpaksa Menjadi Pembantu


__ADS_3

Setelah selesai menjalani rawat inap di klinik, Kiara di ajak Bu RT pulang ke rumah Bu RT. Awalnya Kiara menolak tapi Bu RT memaksanya, Bu RT sudah tau kalo Kiara di usir dari rumah, Jadi ia merasa kasian sama Kiara.Bu RT berjanji setelah Kiara sembuh total Bu RT akan mencarikan Kiara pekerjaan.


Satu minggu berlalu, keadaan kiara sudah sehat seperti sebelumnya, Rio Kakak sepupu Kiara juga sudah sehat seperti sedia kala. Kiara pernah tak sengaja bertemu Rio di jalan, Ia mengancam akan menjualnya lagi jika Kiara tidak mau memberi uang pada Rio setiap minggunya.


Kiara berpikir akan lebih baik jika ia pergi merantau saja daripada disini terus saja di ganggu kakak sepupunya yang jahat itu.


"Kamu yakin mau merantau ke kota nak?" Tanya Bu RT pada Kiara yang sebelumnya sudah menceritakan keinginannya.


"Iya, Bu..Sekalian saya mau cari suami saya, takutnya dia ada musibah makanya sudah sebulan lebih dia nggak pernah kesini lagi." Kiara menjadikan suaminya sebagai alasan karna tidak mau Bu RT tau masalah yang sebenarnya.


"Ooh ya sudah kalo begitu, benar juga kata kamu, kamu harus cari suami kamu! siapa tau dia lagi ada masalah." Bu RT tidak mencurigai Yoga karna menurutnya Yoga terlihat seperti anak yang baik saat menginap dirumahnya waktu itu.


Sore harinya Bu RT dan Pak RT mengantarkan Kiara ke terminal, Untuk sementara Kiara akan bekerja menjadi asisten rumah tangga, tapi itu hanya akan menjadi batu loncatan saja karna impian Kiara yang sebenarnya adalah mempunyai usaha sendiri.


"Kamu yang hati-hati ya Kiara! ini ada sedikit rezeki buat kamu, selama kamu belum gajian kamu bisa gunakan ini untuk keperluan kamu!" Ucap Bu RT sembari menyerahkan beberapa lembar uang warna merah ke tangan Kiara.


"Nggak usah Bu, Saya sudah banyak merepotkan Ibu" kiara mencoba menolak uang pemberian Bu RT Karna merasa tidak enak.


"Sudah tidak papa Kiara! Anggap saja ini balasan untuk orang tua kamu dulu, Mereka dulu sangat baik sama kami." Ucap Bu RT memaksa Kiara menerima uang pemberiannya dan langsung ia masukan ke saku baju Kiara.


Kiara lalu memeluk BU RT menangis haru, Kiara mengucapkan banyak-banyak terimakasih dan kemudian pamit sama Bu RT dan Pak RT.


Setelah menempuh perjalanan selama semalam, Akhirnya Kiara sampai juga di kota jakarta. Kiara disambut pemandangan gedung-gedung menjulang tinggi menampilkan keindahan khas kota besar.


Bus berhenti di terminal daerah jakarta selatan, Kiara turun dan mencari orang yang akan menjemputnya dari yayasan.


"Mba Kiara ya?" Ucap perempuan berseragam yayasan yang sebelumnya sudah dikirimi foto Kiara dan Bus yang dinaiki Kiara oleh Bu RT.


"Iya mba" jawab Kiara tersenyum ramah.


Kemudian pegawai yayasan itu mengajak Kiara ke kantor yayasan dengan mengendarai motornya.Lokasinya tidak jauh dari Terminal.

__ADS_1


Sesampainya di kantor yayasan, Kiara disambut baik oleh pemilik yayasan. Pemilik yayasan tersebut adalah sahabat baik Bu RT dimasa muda tapi sampai sekarang masih menjalin komunikasi dengan baik lewat sosmed,Pemilik yayasan itu juga sering minta tolong Bu RT untuk mencarikan orang-orang yang membutuhkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga/Babysister.


"Kamu sudah siap berangkat ke tempat kerja hari ini juga? Soalnya besok kamu sudah mulai bekerja. Atau nunggu lowongan yang lain saja? Biar kamu bisa istirahat lebih lama disini?" Ucap pemilik yayasan dengan ramah.


"Sekarang saja Bu, Saya sudah nggak sabar pengen tau rasanya bekerja di kota" Jawab Kiara semangat dan tersenyum manis.


"Ooh ya sudah, Bagus kalo begitu! Tolong jangan kecewakan kami ya Kiara! Bekerja lah dengan baik disana.Bos kamu orang kaya raya, kamu bakalan sering dapet bonus seperti yang lainnya, kalo kamu rajin bekerja."


Pesan pemilik yayasan Pada Kiara, Kiara hanya mengangguk dan tersenyum.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan kini sampailah kiara di halaman rumah yang sangat besar nan megah.


Kepala asisten rumah tangga mengantar sang pemilik yayasan dan Kiara menemui sang nyonya besar pemilik rumah tersebut.


"Kamu sudah menikah?" Tanya calon majikan Kiara ketika sudah bertatap muka dengan sang calon majikan.


"Sudah nyonya tapi suami saya sudah meninggalkan saya tanpa kabar, Jadi insyaAllah tidak akan mengganggu pekerjaan saya nyah." Jawab Kiara takut kalo sang calon majikan tidak menerima perempuan bersuami dengan alasan takut suaminya mengganggu pekerjaannya.


Sang nyonya mengangguk kemudian nyonya besar itu menyuruh kepala asisten rumah tangga untuk membawa Kiara ke kamar pembantu dan menunjukan pekerjaan kiara yang akan dikerjakan mulai besok pagi.


"Rumah ini besar sekali, Pembantu disini ada berapa orang bik?" Tanya Kiara khawatir jika pembantunya hanya dia seorang.


"Ada banyak kok neng, 15 termasuk neng Kiara, Yang 10 berangkat pagi pulang sore. kalo yang 5 orang menginap disini. Itu belum termasuk satpam sama tukang kebunnya."


Kiara bernafas lega mendengar jawaban kepala asisten tersebut.


"Ini kamar kamu ya neng, nggak papa kan kamu tidurnya dibawah sendirian? Soalnya diatas sudah penuh, atau kamu mau tidur sekamar dengan bibi di atas?" Tawar kepala ART yang bernama bik Narti.


"Nggakpapa Bik, disini saja biar nggak ribet naik turun" ucap Kiara yang menyadari tugas kerjanya dominan di lantai satu.


"Ya sudah bibi tinggal dulu ya! Nanti kalo ada perlu apa-apa kamu panggil bibi di ruang pantry sana.dari sini lurus saja masuk! kemudian belok kiri" Bik Narti menjelaskan lokasi pantry sambil jarinya menuding ke arah dalam lorong disebelah kamar Kiara.

__ADS_1


Setelah bik Narti pergi, Kiara mulai membersihkan kamar barunya dan menata baju serta barang keperluannya.


Di tempat baru ini Kiara berharap bisa merubah hidupnya jadi lebih baik dan jauh dari orang-orang yang selalu menindasnya.


Esok harinya, Kiara sudah mulai bekerja.Tugas pertama yang harus ia kerjakan adalah membantu bik Nana membuat sarapan.


Kiara membantu meracik sayur dengan telaten sambil bertanya-tanya tentang penghuni rumah besar tempat ia bekerja.


"Bik yang tinggal di sini ada siapa saja bik selain para pekerja?." Tanya Kiara pada bik Nana sembari mengelupas kulit wortel.


"Di sini itu ada eyang ndoro putri tapi sudah sangat sepuh, jadi seringnya hanya di kamar ditemani sus Eni, Ada tuan besar dan nyonya besar, terus satu menantu laki-laki dan nyonya muda anak pertama di rumah ini. Ada juga tuan muda anak kedua dirumah ini, Dia masih lajang dan ada juga keponakannya nyonya besar baru sekitar 2 tahun tinggal disini dan satu lagi cucu nya nyonya besar yang baru berumur 2 tahun. Sudah cuma itu saja. Kamu jangan coba² untuk akrab sama tuan muda dan sepupunya, nanti nyonya besar bisa marah." Jawab bik Nana panjang lebar tanpa mengalihkan pandangan matanya ke wajan penggorengan.


Kiara hanya manggut-manggut saja, Kemudian teringat sama Yoga yang sudah pernah memberinya mahar 1M dihari pernikahannya, apa rumahnya juga sama seperti ini, pikir Kiara.


Setelah beberapa menit akhirnya masakan sudah masak semua dan kini waktunya Kiara dan bik Nana mempersiapkan menu sarapan di meja makan.


Dengan posisi bik nana berada di depan, Kiara berjalan mengikuti bik nana melangkah menuju ruang makan.


Di meja makan ternyata masih kosong belum ada satu pun penghuni rumah yang menduduki bangku meja makan tersebut. Kemudian Kiara dan bik Nana mengambil lagi masakan yang belum tersaji di meja makan.


Saat sudah kembali lagi membawa menu yang lain ternyata di meja makan sudah duduk laki-laki muda yang sudah terlihat rapi sedang menatap layar ponselnya.


Kiara sangat syok karna laki-laki tersebut sangat Kiara kenali, Kiara sama sekali tidak menyangka akan bertemu laki-laki itu ditempat barunya.


Sebelum laki-laki itu menatap kearahnya, Kiara buru-buru menaruh apa yang dibawanya dan kemudian langsung berbalik hendak berlari tapi ragu, takut kena marah kalo Ketahuan nyonya besar.


Baru melangkahkan kaki beberapa langkah, laki-laki muda tersebut sudah memanggilnya.


"Mbak..tolong bikinin saya kopi hitam ya mbak." Pinta laki-laki itu, melirik Kiara sebentar dan kemudian menatap layar HPnya tanpa mau tau siapa pembantu itu.


"I..iya mas." Ucap Kiara terbata dan kemudian langsung mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Sesampainya di dapur Kiara bernafas lega, Laki-laki muda tersebut tidak mengenalinya. Mungkin karna hanya melihat kiara dari belakang.Tapi Kemudian Kiara bingung bagaimana cara mengantar kopi tanpa ketahuan kalo dirinya adalah Kiara.


Bersambung..


__ADS_2