Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku

Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku
Menginap Di Villa


__ADS_3

"Mas gerimis ayok kita masuk!" Ucap kiara yang merasakan hujan mulai datang. kemudian reflek menarik tangan suaminya masuk ke villa.Dion dan Aldi pun ikut berlarian masuk ke villa.


"Kita langsung ke kamar ya ga..ra." Ucap Dion pada yoga dan Kiara dan kemudian menarik tangan Aldi untuk masuk ke kamar.


"lho..nggak ngobrol dulu? Ini masih belum terlalu malam lho." Ucap Kiara yang merasa takut suasana jadi sepi.


"Nggak kita udah ngantuk, besok kita juga harus bangun pagi buat liat sunset." Aldi yang menjawab yang kemudian mengikuti Dion masuk ke kamar.


Kini tinggallah Kiara dan Yoga berdua di ruang tengah.Di luar hujan terdengar semakin deras.


"Den yoga sama neng Kiara mau dibikinin minuman apa?" Ucap bibi tiba² muncul menawarkan minuman.


"Nggak usah bik! Bibik sama paman istirahat saja, nanti kalo saya butuh apa² biar Kiara yang bikinkan."Ucap Yoga merasa kasian sama bibik yang sudah tua.


"Ooh yasudah kalo gitu den, bibik permisi istirahat dulu.mari den mari neng!" Ucap bibik menyapa yoga dan Kiara, kemudian kembali ke kamarnya dibelakang.Kiara hanya tersenyum walaupun sebenarnya ia pengen ikut bibik tapi ia merasa tak enak takut menganggu.


"Bisa bikinin aku kopi?" Ucap Yoga pada Kiara.


"Tapi aku takut ke belakang sendiri, temenin ya!." pinta Kiara memohon.


Tanpa menjawab, Yoga langsung menarik tangan Kiara untuk ke belakang menuju dapur, Setelah Kiara selesai menyeduh secangkir kopi untuk suaminya, kemudian keduanya pergi menuju kamar disamping kamar yang ditempati Dion dan Aldi. Kiara meletakkan minuman kopi tadi diatas meja dekat TV.


"Mas, Dion sama Aldi tahu nggak kalo kita sekamar?" Tanya Kiara ingin tau


"Memangnya kenapa? mereka orangnya nggak suka kepo kayak kamu." Ucap yoga duduk di kursi sembari mengotak atik layar ponselnya.

__ADS_1


"Aku cuma nggak enak saja, kalo mereka tau kita sekamar.nanti mereka pikir aku perempuan apaan, mau-maunya tidur sama majikan." Ucap Kiara yang kemudian masuk ke kamar mandi untuk bersih².


Setelah Kiara selesai bersih² gantian yoga yang masuk ke dalam kamar mandi, Kiara merasa takut sendirian dikamar kemudian ia langsung naik ke atas ranjang menutup tubuhnya dengan selimut.Tiba-tiba lampu padam, membuat Kiara ketakutan dan berteriak histeris.Yoga yang kebetulan sudah selesai dengan aktifitasnya langsung mendekati Kiara, Beruntung saat dikamar mandi, yoga lagi membawa hp nya hingga ia bisa dengan mudah menyalakan senter di HPnya.


"Aku takut mas, kenapa lampunya mati?" Ucap Kiara memeluk erat suaminya.


"Namanya juga hujan badai, sudah biasa kan seperti ini.memangnya dikampung kamu nggak pernah seperti ini?". Ucap Yoga sedikit kesal.


"Iya aku tau tapi masalahnya aku kepikiran sama cerita bibik tadi." Ucap Kiara ikut kesal kemudian membaringkan tubuhnya miring membelakangi suaminya.


Tak lama kemudian terdengar pintu diketuk berkali kali di iringi suara Dion dan Aldi yang berteriak memanggil yoga dan Kiara.


Kiara langsung buru² membuka pintu.begitu pintu dibuka Dion dan Aldi langsung berebut naik ke ranjang tempat tidur, membuat yoga merasa kesal.


"Kita tidur disini aja ya bro, di sebelah takut serem banget ada suara-suara aneh dari kamar mandi." Ucap Dion yang kini sudah berbaring diatas ranjang bersama Dion.


"Betul bro, gila serem banget." sambung Dion.


"Iya nggakpapa kalian tidur disini saja biar rame kalo rame hantunya pasti nggak akan berani ganggu." Ucap Kiara senang karena ia juga merasa takut.


Yoga merasa tidak terima tapi dia juga bingung harus bagaimana menjelaskan pada Dion dan Aldi, akhirnya ia hanya bisa mengalah dan memilih duduk bersandar di sofa kemudian menarik tangan Kiara untuk ikut duduk dengannya.


"Kamu ngapain malah nyuruh mereka tidur disini?terus kita bagaimana?"Ucap yoga berbisik pada Kiara.


"Kita tidur disini nggakpapa lagian aku juga nggak bisa tidur kalo suasana gelap dan mencekam seperti ini." Ucap Kiara yang kini sudah dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Kemudian Yoga menciumi belakang telinga Kiara dan pipinya. "Mas jangan begini nanti dilihat Dion sama Aldi." bisik Kiara sembari menyelimuti tubuh keduanya.


"Mereka sudah tidur, lagian dari sana nggak akan keliatan kita lagi ngapain." Bisik Yoga yang kemudian tangannya mulai nakal menggerayangi tubuh Kiara.


Kiara hanya bisa diam, Mau komplain takut menimbulkan keributan dan malah mengganggu Dion dan Aldi yang sepertinya sudah mulai tertidur.


"aaah...." Kiara tak kuasa menahan lenguhan ketika kedua tangan suaminya sudah bermain di kedua puncak dadanya. "Udah mas jangan dilanjut." Ucap Kiara menyingkirkan tangan suaminya dan menurunkan bra nya untuk menutup dadanya.


"Kamu sangat enak Kiara, bikin aku ketagihan pengen selalu mengulang malam pertama kita waktu itu." Bisik Yoga pada Kiara.


"Memang dasarnya kamu mesum, sama Sherly juga begitu kan?" ucap Kiara yang kemudian memposisikan tidur miring mepet sandaran sofa dan memejamkan matanya.


Yoga merasa kesal lagi-lagi istrinya menuduhnya pernah berhubungan dengan wanita lain, seandainya tidak ada Dion dan Aldi dikamar itu pasti yoga sudah mengerjai Kiara habis-habisan.


Kini semuanya sudah tertidur, tinggallah Yoga seorang diri, berdiri menatap ke arah keluar jendela kamar.Hujan sudah mereda dan tak lama listrik juga sudah menyala.Yoga teringat malam itu, malam dimana ia tidak sengaja melihat Sherly bergandengan tangan mesra masuk ke hotel dengan seseorang yang sangat dikenalnya.


Dari awal sebenarnya Sherly sudah mengakui bahwa dirinya sudah tidak gadis lagi, Yoga pun menerimanya karna menurutnya itu kesalahan masalalu disaat belum menjalin hubungan dengan dirinya.Yoga memperingatkan Sherly untuk tidak mengulangi kesalahan itu kembali.Tapi ternyata diam-diam Sherly masih saja mengulangi kesalahan itu dibelakang yoga.


Yoga yang penuh rasa percaya diri meyakinkan Dion dan Aldi bahwa Sherly sudah berubah kini merasa malu karna ternyata merubah Sherly tidak semudah yang yoga bayangkan.Hingga pada suatu malam Yoga merasa frustasi, ditengah keputus asaannya Yoga tergoda untuk mencoba mencicipi gadis perawan yang kebetulan malam itu ada yang menawarkan Kiara saat ia berlibur di daerah Jawa tengah tidak jauh dari kampung Kiara.


Yoga tidak menyangka gadis yang dibelinya yang Ia pikir waktu itu memang sengaja menjual dirinya karna membutuhkan uang tapi ternyata kakak sepupunya Kiara yang sudah menjual Kiara tanpa seizin Kiara.Hal itu membuat yoga merasa bersalah karna sudah menodai Kiara tanpa konfirmasi terlebih dahulu.


Kini Yoga sudah merasa kecanduan oleh tubuh Kiara,Walaupun sudah berusaha keras untuk melupakan tapi tanpa di duga takdir malah mempertemukannya kembali.Yoga yang tadinya berencana ingin menceraikan Kiara Kini berubah pikiran.Menurutnya Kiara perempuan yang baik perempuan yang malang yang butuh perlindungan.Walaupun Yoga tidak janji bisa selalu menjaga dan melindungi Kiara tapi yoga akan berusaha untuk selalu berada di dekat kiara.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2