
"Dari kemarin aku cari kamu ternyata kamu disini, ada yang ingin aku katakan ke kamu ra." ucap Andre menyentuh tangan kiara.
"Apa?" ucap Kiara tapi berusaha melepas tangan Andre karna merasa tidak enak.
"Aku sebenarnya masih ada rasa sama kamu ra, kamu mau kan melanjutkan hubungan kita yang dulu sempat tertunda? Tolong jangan bilang mau fokus bekerja dulu ra! Cukup saat sekolah saja kamu bilang mau fokus belajar!" Ucap Andre menatap Kiara penuh harap.
"Kamu terlambat ndre!" ucap Kiara menunduk sedih karna sebenarnya Kiara masih ada sedikit rasa yang tersisa untuk Andre.
"Maksud kamu ra?" Tanya Andre merasa tak paham.
"kamu terlambat, aku sudah menikah." ucap Kiara memperlihatkan cincin pernikahan di jari manisnya.
Andre merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Bagaimana mungkin Kiara sudah menikah tapi Kiara malah bekerja menjadi pembantu dirumah tantenya.
"Terus suami kamu mana?kenapa suami kamu membiarkan kamu bekerja menjadi pembantu?" Tanya Andre menelisik wajah Kiara.
"Itu bukan urusan kamu ndre.yang pasti aku sudah menikah jadi berhentilah mengharapkan aku! Kenapa kamu tidak mencoba menikahi Tania saja.kalian kan sudah lama berpacaran mungkin sudah waktunya kalian menikah supaya hubungan kalian tidak terasa membosankan."
Andre hanya diam tidak menjawab ucapan Kiara, menurutnya menikahi Tania bukanlah keputusan yang terbaik.Sikap Tania masih suka labil dan manja, apalagi kemarin Tania sudah memutuskan hubungan dengannya. Andre menerima keputusan Tania, berharap bisa bebas dan bahagia menjalin hubungan dengan Kiara, wanita yang sudah lama dicintainya tapi ternyata kenyataan tidak semanis harapannya.
Tak lama kemudian Aldi, Dion dan yoga kembali."Hai bro ikut kesini juga?" Tanya Dion yang melihat Andre berada di ruang tengah sedang duduk bersama Kiara.Andre hanya tersenyum dan mengangguk,pikirannya kacau setelah mengetahui bahwa Kiara sudah menikah.
__ADS_1
"Kita balik sekarang aja yok!" ajak yoga karna merasa sudah nggak mood sejak kedatangan Andre di villa.
"Tega banget loe sama sepupu sendiri,dia baru dateng loe malah mau balik.nanti sorean aja lah biar Andre istirahat dulu, gue juga masih betah disini" Ucap Aldi merasa kasian sama Andre yang baru datang.
Dion menyetujui saran Aldi dan kemudian mengajak mereka main game.
Akhirnya mereka berempat asyik bermain game sementara Kiara hanya menjadi penonton saja. "Yang menang boleh kencan sama Kiara." teriak Aldi yang kemudian dipukul sama Yoga.Dion tertawa melihat kelakuan teman-temannya.Sementara Andre matanya fokus melihat layar monitor sambil sesekali melirik Kiara.
"Yess gue menang." teriak yoga yang berhasil memenangkan permainan tersebut."Oke lah kalo begitu Kiara boleh buat loe." Ucap Dion yang sudah tau Kiara istri yoga."Berisik loe.." ucap yoga menutupi rasa senangnya.Andre yang mendengar nama Kiara disebut dalam permainan tersebut tidak merasa curiga sama sekali karna menganggap itu hanya candaan anak² muda.
Setelah makan siang mereka merasakan kantuk dan kemudian tertidur di ruang televisi.Kiara yang berada dikamar sendirian juga merasa kantuk dan tertidur.Diam diam yoga meninggalkan teman-temannya dan pindah ke kamar, memeluk Kiara seperti guling dan kemudian ikut tertidur disamping kiara.
Sore harinya saat Kiara terbangun, hal pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih terlelap. Kiara merasakan jantungnya berdebar-debar mengingat ciumannya tadi siang.
"Sebenarnya aku yang sudah membeli Kamu malam itu?" Ucap yoga berusaha jujur sambil menatap ke atas dalam posisi terlentang. Kemudian Yoga menceritakan semuanya yang terjadi malam itu, Kiara merasa kecewa tapi ia juga tidak sepenuhnya menyalahkan yoga.Semuanya sudah terlanjur terjadi, marah pun percuma tidak akan mengembalikan keadaan.Setelah menceritakan alasannya menikahi Kiara, Yoga berharap Kiara tidak lagi menuduhnya pernah tidur dengan perempuan lain apalagi dengan Sherly.Sungguh hanya Kiara perempuan satu-satunya yang pernah ia tiduri.
"Terus bagaimana dengan kelanjutan hubungan kita?" Tanya Kiara ingin tahu.
"Ya kita jalani saja. Selama aku belum bisa sukses dengan usahaku sendiri aku ingin kamu tetap menjadi istri rahasiaku, aku nggak mau kalo sampe orang tua ku tau dan mereka menyakiti kamu karna sudah pasti mereka tidak akan merestui hubungan kita.kamu mengerti kan?" Ucap Yoga menyentuh pipi Kiara.
Kiara mengangguk paham dan kemudian turun dari ranjang melangkah menuju kamar mandi untuk bersih-bersih, karna sebentar lagi akan kembali ke rumah orang tua yoga.
__ADS_1
Saat keduanya selesai bersih² dan siap kembali ke kota, ternyata didepan pintu kamar sudah ada Andre berdiri menatap keduanya yang baru keluar dari kamar yang sama.
"Kalian satu kamar?" Tanya Andre memastikan apa yang dipikirannya tidak salah.
"Nggak lah ndre, aku tadi cuma bantu mas yoga beres-beres saja kok." ucap Kiara mencoba mengelak.
"Lagian apa salahnya kalo kita se kamar? Apa urusannya sama kamu? Suaminya bukan" ucap Yoga kesal.
"Walaupun aku bukan suami Kiara tapi aku temannya, aku juga berhak menjaga kiara.Ya sudah ayok kita pulang sekarang." ucap yoga yang kemudian menarik tangan Kiara.
Yoga merasa tak terima dan kemudian melepas tangan Andre dari tangan Kiara.
"Apaan sih ga?Kiara biar satu mobil sama aku, kita sudah lama berteman.percaya deh Kiara pasti aman sama aku." ucap Andre meyakinkan yoga.
Kiara merasa pusing melihat perdebatan suaminya dan sahabatnya.tanpa bicara apa-apa Kiara turun dan masuk ke mobil yang didalamnya sudah ada Aldi dan Dion.
"Udah jalan aja! Mas Yoga biar sama Andre." ucap Kiara menyuruh Dion segera melajukan mobilnya.
Setelah mobil yang dibawa Dion melaju, Yoga dan Andre baru sadar Kiara sudah tidak ada ditempat dan kemudian mereka saling menyalahkan satu sama lain.
Sesampainya di rumah keluarga Pratama, Kiara disambut banyak sindiran oleh para pekerja lainnya.salah satunya adalah Rani si pembantu paling judes."Enak ya yang habis liburan ke villa, pake pelet apa ya biar bisa diajak liburan ke villa sama bos ganteng."sindir Rani sembari menyenggol teman disampingnya. "Pake pelet jaran goyang atau kodok loncat kali." jawab pekerja satunya ikut menyindir. Kiara mencoba cuek dengan sindiran mereka, cukup berusaha mengerjakan tugasnya dengan baik tidak perlu menanggapi celotehan mereka.Kiara sudah terlalu sering disakiti dan disiksa oleh budhe dan kakak sepupunya jadi menurutnya sindiran teman kerjanya tidak ada apa-apanya.
__ADS_1
Bersambung..