Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku

Menjadi Pembantu Di Rumah Suamiku
Andre Menemui Kiara


__ADS_3

Di dalam kamar mandi Yoga termenung memikirkan ucapan Kiara, Walaupun Ia tak pernah berpikiran kiara akan hamil atau tidak tapi mendengar Kiara keguguran, Yoga merasa sedikit kecewa.


Bagaimanapun anak itu adalah darah dagingnya.Yoga merasa bersalah karna sebelumnya tidak memastikan Kiara hamil atau tidak.


Setelah merasa tenang Yoga kembali ke kamar lagi.


Kiara tampak merasa cemas didepan pintu kamar.


"Ayo kita pulang!" Ucap yoga dengan raut wajah datar tanpa ekspresi sambil membuka pintu kamar dan melangkah keluar, Kiara mengikuti langkah Yoga dengan perasaan lega.


"Kenapa kamu bisa keguguran?" Tanya yoga pada Kiara setelah keduanya sudah berada di dalam mobil.


Kemudian Kiara menceritakan semuanya yang sudah terjadi.Yoga merasa geram mendengarnya.


"Aku nggak akan tinggal diam, suatu saat nanti aku akan balas perbuatan mereka yang sudah membuat nyawa calon anak ku hilang sebelum aku sempat melihatnya." Ucap yoga pada Kiara.


Kiara mengernyit heran. "Bagaimana bisa kamu mengakui itu anak kamu mas? sedangkan 2 malam sebelumnya kakak ku sempat menjual ku pada laki² lain yang aku sendiri tidak tau wajahnya seperti apa, bagaimana kalo ternyata anak yang sempat aku kandung itu adalah anak b4j1Ng4n yang sudah merenggut kehormatanku malam itu?" Ucap Kiara emosi dan sedih mengingat kejadian waktu itu.


"Kiara jaga ucapan kamu! Jangan sembarang ngatain orang seperti itu!" Yoga reflek menegur Kiara karna tidak terima dikatain B4j1Ng4n.


"Kenapa kamu marah mas? Apa salah, aku membenci laki-laki yang sudah merenggut kehormatanku walaupun faktanya dia membeli ku tapi harusnya dia konfirmasi dulu ke aku, jangan malah memanfaatkan aku yang sedang tidak sadarkan diri." Ucap Kiara yang kemudian terisak dengan mengarahkan pandangannya ke arah kaca jendela samping.


"Gara-gara dia aku jadi harus terlibat sama pernikahan nggak jelas seperti ini" Sambung Kiara meratapi nasib pernikahannya.


Sebenarnya Yoga ingin menceritakan bahwa yang sudah membeli Kiara malam itu adalah dirinya, tapi melihat Kiara marah seperti itu membuat yoga takut kalo Kiara malah semakin membenci dirinya.


Setelah sampai di rumah yoga, Kiara langsung turun dan melangkah dengan cepat menuju kamarnya, Ia ingin sekali menangis untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya.


Di tempat baru ia berharap kebahagiaan datang untuknya, tapi baru hari pertama bekerja malah sudah ada dua orang yang mengusik hati dan pikirannya.

__ADS_1


Di dalam kamar mandi dengan menyalakan air kran, Kiara mencoba menangis sepuasnya.


Malam harinya setelah selesai urusan memasak, Kiara dan bik Nana menyajikan masakan yang sudah siap saji ke meja ruang makan untuk makan malam majikannya.


Tampak Yoga dan Andre sudah menunggu di ruang makan sambil mengobrol membicarakan urusan kantor, Sudah 2 hari yoga tidak masuk kantor karna ada urusan pekerjaan di luar kota dan baru pulang tadi siang.


Kiara merasa bingung harus tetap berjalan apa berbalik arah, kalo terus berjalan ia merasa malu kalo sampe Andre melihatnya jadi pembantu di rumah itu tapi kalo berbalik arah, dibelakang ada pembantu yang paling judes, Kiara takut kena marah sama pembantu judes tersebut.


Akhirnya dengan terpaksa kiara terus melangkah dengan menundukkan kepalanya supaya Andre tidak melihatnya.


Tapi sialnya Kiara malah menabrak nyonya besar nya, untung yang dibawanya adalah lauk goreng bukan sayuran berkuah, jadi aman.


"Kamu itu gimana sih?Kalo jalan yang bener dong!" omel mama yoga kesal


Andre dan yoga langsung berdiri melihat kejadian itu. "Kiara" ucap Andre pelan merasa tidak menyangka melihat Kiara dirumah tantenya.


Mendengar Andre menyebut nama Kiara, Yoga merasa biasa saja karna dipikirnya Kiara adalah pembantu dirumah ini jadi mungkin Andre baru mengenal Kiara kemarin atau tadi pagi, begitu pikir Yoga.


Andre sebenarnya ingin bertanya kenapa Kiara bisa berada disini tapi ia merasa tidak enak sama Tante dan sepupunya jadi ia tunda dulu, mungkin nanti setelah makan ia akan coba menemui Kiara di belakang.


Kiara merasa sedih dan malu karna sekarang dia hanya menjadi pembantu di rumah tantenya Andre.Rasanya Kiara enggan untuk bertatap muka dengan Andre.


"Aku perhatikan setiap kamu habis bertemu tuan muda kamu selalu melamun nggak jelas." Sindir Rani si pembantu paling judes, saat melihat Kiara yang menyabuni berkakas sampe 3x.


"Ma..ma..af mba, aku hanya belum terbiasa saja bekerja ditempat seperti ini." Ucap Kiara mencoba mencari alasan.


"Yang penting kamu harus ingat siapa kamu siapa mereka, kamu itu nggak level sama mereka jadi jangan sekali kali bermimpi buat mendapatkan salah satu dari mereka!" Ucap Rani memperingatkan Kiara.


"Tapi mba, Kalo ternyata mereka yang mengejar saya bagaimana mbak?" Ucap Kiara iseng ngerjain Rani.

__ADS_1


"ha..ha..ha mimpi kamu? Cepet bangun! tidur kamu terlalu miring!" Ejek Rani yang kemudian melangkah pergi ke belakang.


Setelah semua sudah kiara bersihkan termasuk bekas² piring untuk makan malam, Kiara membuang sampah ke tong sampah depan gerbang rumah.


"Mau buang sampah ya neng?" ucap pak satpam melihat Kiara membawa kantong sampah.


"Iya pak, tolong buka sebentar ya pak gerbangnya!" ucap Kiara dengan senyum ramah.


Setelah sampah sudah dibuang, Kiara mencuci tangannya di air kran sebelah gardu satpam, kemudian Kiara kembali ke kamarnya tapi tiba tiba Andre datang.


"Kiara tunggu!" Ucap Andre sembari menarik tangan Kiara yang hampir masuk ke kamarnya.


"Andre, ngapain kamu disini? Nanti ada yang lihat!." Ucap Kiara merasa khawatir.


"Memangnya kenapa kalo ada yang lihat? Aku cuma mau nanya kenapa kamu bekerja jadi pembantu disini?" Tanya Andre ingin tau.


"Aku terpaksa ndre, budhe mengusirku dari rumah. Menjadi pembantu disini adalah jalan satu-satu nya agar aku mendapat tempat tinggal dan bisa makan." ucap Kiara menjelaskan.


"Tapi Ra, kamu kan bisa melamar jadi karyawan pabrik atau toko, tidak harus menjadi pembantu seperti ini." Andre merasa Kiara tidak cocok jadi pembantu karna setau Andre kiara sangat cerdas.


"Memangnya kenapa dengan pembantu? Apa kamu merasa malu mempunyai teman pembantu seperti ku? Aku sadar kok ndre kita sudah beda level bahkan mungkin sejak dulu tapi aku nya yang baru sadar." Ucap Kiara yang kemudian hendak masuk kamar tapi dicegah lagi oleh Andre.


Kemudian Andre menjelaskan maksudnya supaya Kiara tidak salah paham, Andre hanya merasa Kiara tidak cocok jadi pembantu karna Kiara perempuan yang sangat cerdas, untuk lulusan SMA seperti Kiara ia lebih cocok menjadi karyawan kasir atau karyawan toko dan pabrik begitu maksud Andre.


Tapi ternyata Kiara tidak bisa melamar pekerjaan seperti itu karna ijazahnya sudah dibakar habis sama budhenya.


Andre merasa kasihan sama Kiara dan ingin berusaha membantu Kiara tapi Kiara menolak karna tidak mau berurusan sama Tania yang suka sekali membully dirinya.


Tanpa disadari ternyata ada yang menyaksikan obrolan keduanya dan orang itu merasa sangat marah.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2