
Bunga-bunga terlihat bermekaran dengan indahnya di sepanjang jalanan kota Paris. Ya Musim semi tengah melanda kota romantis tersebut.
Paris sendiri juga menjadi salah satu kota yang banyak dikunjungi para penikmat dunia mode.
Itulah alasan Kein Adiwangsa berkunjung ke kota ini. Wangsa Company kini tengah menjalani proyek besar dengan menjadi sponsor pada ajang bergengsi Paris Fashion Week.
Selama di Paris Kein tinggal di hotel yang berdekatan dengan gedung yang akan menjadi tempat diberlangsungkannya acara Fashion Week.
Para bintang tamu dan designer ternama yang berasal dari berbagai negara juga menginap di tempat yang sama dengan Kein, karena hotel bintang lima tersebut sudah disewa khusus untuk mereka yang akan mengikuti Fashion Week tersebut.
Hari yang sudah ninantikan oleh para designer terkenal dan juga pencinta mode, akhirnya tiba.
Kein terlihat gagah dan tampan memakai setelan suit berwarna navy senada dengan celana dan juga dasinya.
Ia bergegas menuju ke tempat acara Fashion Week berlangsung. Laki-laki itu melangkahkan kakinya memasuki lift hotel yang akan membawanya turun ke lobby hotel.
Bersamaan saat pintu lift akan tertutup, seseorang nampak berusaha menghentikannya agar ia bisa memasuki ruangan pengankut tersebut.
Hingga pintu lift terbuka dengan sempurna. Seseorang yang awalnya ingin memasuki lift, malah terkejut melihat laki-laki yang berada di dalam lift tersebut.
Sedangkan Kein nampak tercengang dengan wanita yang sedang berdiri di ambang pintu lift itu. Wanita yang tubuhnya terbalutkan dengan Maxi dress berwarna merah yang tampak terbuka di bagian atasnya. Ditambah sepasang anting berlian melekat pada kedua telinga, nampak serasi dengan rambutnya yang tergerai. Wanita itu tampak cantik, elegan dan juga dewasa, bahkan mampu membuat seorang Kein Adiwangsa terpesona.
Beberapa saat mereka beradu pandang.
Wanita itu menundukkan pandangannya, kemudian ia memasuki lift tersebut dan berdiri di samping Kein.
Hening tak ada percakapan diantara mereka, namun Kein nampak memperhatikan wanita disampingnya lewat pantulan dinding lift di depannya.
Wanita itu adalah Fransiska Candra, seorang designer muda yang rancangnnya sudah dicap Go International. Designer yang membuat baju pertunangan Kein dan Valen. Nampaknya Candra juga ikut menghadiri acara mode tersebut.
Merasa diperhatikan oleh laki-laki disampingnya membuat jantung Candra berdebar dengan sangat kencang.
"Jangan sampai detak jantungku terdengar olehnya." Gumam Candra dalam hatinya.
Aroma harum yang menyerbak keluar dari tubuh wanita disampingnya, membuat pikiran Kein terbang melayang entah kemana seakan memabukkannya.
Dret drett
Getaran ponsel membuyarkan pikirannya. Tangannya bergerak mengambil benda pipih yang terselip di sakunya.
Siapa lagi kalau bukan calon tunangannya yang mengiriminya sebuah pesan.
Valen : Semoga hari ini berjalan dengan lancar. Semangat sayang dan cepatlah pulang aku sangat merindukanmu. 😘
__ADS_1
Kein tersenyum getir, "Aku hampir lupa kalau aku sudah memiliki kekasih," ucapnya dalam hati.
Jari-jemarinya mulai mengetikkan sesuatu di ponselnya, ia membalas pesan Valen.
Kein : aku juga merindukanmu.
Akhirnya lift yang mengangkut mereka sampai di lantai bawah. Kein dengan wajah datarnya, melanjutkan perjalannya ke acara Fashion Week tanpa bertegur sapa pada wanita yang satu lift dengannya.
----*****-----
Paris Fashion Week sedang berlangsung dengan meriah. Musim semi menjadi konsep peragaan busana bergengsi tersebut. Para model profesional nampak berlenggak-lenggok di atas catwalk, dengan anggunnya memamerkan karya-karya dari designer ternama. Lampu flash dari kamera penikmat mode dan juga wartawan, ditambah alunan musik elektronik mengiringi para model tersebut.
Semua pasang mata tertuju pada catwalk. Namun tidak dengan laki-laki yang satu ini. Ia malah asik menatap salah satu designer yang ikut tergabung dalam acara tersebut. Designer itu terlihat sangat antusias dan bersemangat hingga senyuman manis terpancar pada wajahnya yang tengah mengagumi rancangan busana dari sesama designer.
"Kenapa aku begitu tertarik dengan wanita itu?" ucap Kein dalam hati yang merujuk pada Candra.
Karena merasa ada pasang mata yang terus melihat kearahnya, Candra pun menoleh pada pria tersebut.
Pandangan mereka bertemu.
Deg
Dengan cepat Candra mengalihkan pandangannya. Wanita itu kemudian menyentuh dadanya yang berdebar.
"Ternyata benar dia sedang memandangku. Tapi, kenapa?" Batinnya mulai bertanya-tanya.
Candra berusaha menepis pikirannya yang sedang memikirkan hal yang aneh-aneh.
***
Setelah beberapa jam berlangsung, acara Paris Fashion Week akhirnya berakhir. Semua model, perancang, dan pengunjung terlihat meninggalkan gedung pertunjukan itu.
Kein beserta timnya sudah menyelesaikan proyeknya dengan baik dan mereka juga ikut meninggalkan gedung mewah tersebut.
Laki-laki itu pergi ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya. Namun matanya tertuju kepada seorang wanita sedang menggerutu kesal, sambil memaki-maki mobilnya.
Kein pun menghampiri wanita yang tak asing baginya itu.
"Ada apa dengan mobil anda, Nona?" Kein melihat kearah mobil mewah berwarna coklat yang terparkir di depannya.
"Umm ban mobil saya kempes, Tuan," balas Candra yang juga melihat ke arah mobilnya.
"Naiklah ke mobilku, aku akan mengantarmu," ucap Kein, lalu berjalan ke arah mobil sport miliknya.
__ADS_1
"Tidak perlu repot-repot, Tuan. Saya naik taksi saja," tolak Candra secara halus.
Kein memutar badannya menghadap Candra kemudian berucap, "kita menginap di Hotel yang sama bukan? Jadi jangan membantah!"
Mau tak mau Candra menyetujui ajakan Kein.
*Di mobil Kein
"Bagaimana dengan baju pertunanganku, apa sudah selesai?" tanya Kein memecah keheningan.
"Sudah, Tuan. Anda bisa mengambilnya kapan saja," jawab Candra dengan sopan.
Suasana di mobil sport milik Kein kembali hening, sampai akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.
***
Candra keluar dari mobil Kein, kemudian wanita itu mengucapkan terima kasih dan dibalas anggukan dari Kein.
Mereka memasuki lift bersama, menuju kamar mereka masing-masing.
"Besok ada jamuan makan malam untuk penutupan Fashion Week. Maukah kau menemaniku?" ucapnya kepada Candra saat keluar dari pintu lift.
Wanita itu menghentikan langkah kakinya, kemudian menoleh pada Kein, "apa maksud anda, Tuan?"
"Kau jangan salah paham, Nona. Anggap saja ini sebagai bonus dariku, karna kau telah menyelesaikan baju pertunanganku dengan cepat," ucap Kein.
Tanpa menunggu jawaban dari Candra, Kein dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sedangkan Candra, wanita itu masih mematung ditempatnya. Memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Apakah ia harus menerima ajakan dari laki-laki yang berhasil membuat jantungnya berdebar saat berada di dekatnya, walaupun itu adalah pertemuan pertama mereka?
Dia memang senang saat Kein mengajaknya, tapi hatinya terasa sakit mendengar alasan dari Kein.
Candra tidaklah seegois itu tentang perasaannya. Ia tau Kein sudah memiliki seorang kekasih bahkan mereka akan segera melangsungkan pertunangan.
Mana mungkin ia merusak hubungan kliennya.
"Apa yang bisa aku harapkan dari laki-laki yang sudah menjadi milik seseorang?"
-
-
-
bersambung...
__ADS_1
pict sc : google