Menolak Untuk Menikah

Menolak Untuk Menikah
BAB 7 : Berdebar


__ADS_3

Enam bulan tak terasa sudah dilewati Valen dan juga Anjelina di masa perkuliah mereka.


Selama enam bulan tersebut tentu banyak rintangan yang mereka hadapi. Mulai dari kelakuan Geng julid yang masih saja mengganggu keduanya dan juga si Nathan yang masih terus mengejar Valen.


Tibalah hari dimana Valen sudah lulus dari kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjana. Acara wisudanya berjalan dengan lancar, tentunya dihadiri oleh keluarganya dan keluarga dari calon tunangannya yaitu keluarga Wangsa.


Satu minggu setelahnya, Nyonya Wangsa mengajak Valen dan Kein ke butik langgannya untuk membuat baju pertunangan.


Valen dan Kein menuju ke butik tersebut dengan mengendarai mobil dan diselingi juga dengan obrolan yang ringan.


"Kak kita akan pesan baju di butik mana?" tanya Valen dengan manjanya.


"Kita akan ke SIS's Boutique sayang, mama sudah membuat janji dengan pemiliknya," ucap Kein dengan lembut seraya tersenyum menatap orang terkasihnya.


"Oo baiklah kalau itu butik pilihan tante pasti gaun disana bagus-bagus," balas Valen.


SIS's Boutique memang langganan mamanya Kein, karena memang butik tersebut standarnya sudah Go Internasional dan karya-karya dari butik ini memang sangat bagus dan tak diragukan lagi kualitasnya.


Setelah sampai di depan butik, Kein memarkirkan mobilnya lalu keluar dan memutari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Valen.


"Silahkan turun tuan putri ku," ucap Kein sambil mengulurkan tangannya.


Valen meraih tangan Kein dan keluar dari mobil, tak lupa dengan senyum manisnya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan dengan mesranya.


"Selamat siang Tuan dan Nona, perkenalkan saya Candra pemilik butik ini. Nyonya Wangsa sudah memberitahu kedatangan kalian, mari ikut saya keruangan saya," ucap Candra mempersilahkan tamunya.


Dengan antusias pemilik sekaligus designer butik tersebut memamerkan beberapa desain gaun yang indah. Mereka berbincang-bincang menanyakan beberapa hal tentang gaun tersebut.


"Kak bagaimana gaun ini, apa aku cantik mengenakannya?" tanya Valen dengan mata yang berbinar-binar.


"Kamu cantik mengenakan apapun sayang," ucap Kein sambil membelai lembut rambut Valen.


"Hehehe kakak bisa saja," balas Valen dengan tersipu malu.


"Wahh kalian memang pasangan yang serasi ya, kapan acara pertunangan kalian?" tanya Candra takjup pada sepasang kekasih di depannya.


"Tiga bulan lagi, seminggu sebelum acara kami akan datang mengambil gaunnya," ucap Kein.


"Baiklah Nona dan Tuan, bisa berdiri sebentar karna saya akan mengukur tubuh kalian," ucap Candra sambil mengambil meteran.


Valen bangkit dari duduknya, dan dengan lihay Candra mulai mengukur tubuh Valen. Setelah itu giliran Kein yang diukur tubuhnya. Saat dekat dengan tubuh Kein entah kenapa jantung Candra berdebar sangat kencang. Ia tak pernah seperti ini sebelumnya.


"Ada apa dengan ku," gumam Candra.

__ADS_1


Lalu dengan cepat ia mengukur tubuh pria di depannya. Lengan yang kekar, perutnya yang bidang, postur tubuh yang tinggi dan berisi, ditambah wajahnya yang sangat tampan bila dilihat secara dekat membuat Candra sport jantung pada saat itu.


"Tuan dan Nona saya sudah selesai mengukur, apa ada yg bisa saya bantu lagi?" tanya Candra dengan ramah.


"Tidak. Jika kau butuh sesuatu, katakan saja pada mamaku. Dia yang akan mengurus sisanya. Kalau sudah selesai kami akan pergi. Ayo sayang," ucap Kein sambil mengandeng tangan Valen.


"Terimakasi nona Candra, kami permisi dulu," ucap Valen ke Candra.


Wanita itu mengangguk sambil tersenyum dan mengantarkan dua sejoli itu sampai di depan pintu butik.


Setelah selesai dengan urusan gaun pertunangan, Kein dan Valen melanjutkan perjalanannya ke toko Perhiasan terkenal di kota ini.


Saat keduanya masuk ke dalam toko, dengan ramah para pelayan dan pemilik toko menyambut mereka.


"Selamat datang Tuan dan Nona. Nyonya Wangsa sudah memilih beberapa model cincin untuk kalian." Pemilik toko itu memamerkan beberapa pasang cincin dengan kilaun berlian dan juga perak. Dilihat dari bentuknya, sudah pasti harga sepasang benda mungil itu sangat fantastis.


( Jadi keinget kata-katanya si Spongebob , "semua kilauan itu bukanlah emas wkwk." )


"Silahkan dipilih Tuan," sambung pemilik toko tersebut.


"Pilihan tante bagus-bagus semua, aku binggung mau pilih yang mana kak. Lebih baik kak Kei saja yang pilih yaa," ucap Valen dengan mata yang masih menatap bingung pada beberapa pasang cincin di depannya.


Tangan Kein meraih sepasang cincin. Sepasang cincin yang terlihat sederhana namun campuran perak murni dan berlian membuat tampilan cincin itu begitu megah dan mewah.


"Sederhana tapi terlihat mewah. Pilihan kak Kei memang yang terbaik," ucap Valen dengan mata yang berbinar menatap sepasang cincin tersebut.


Laki-laki itu tersenyum, kemudian menyerahkan sepasang cincin tersebut kepada pemilik toko yang masih setia menemani mereka, "Saya pilih yang ini."


"Baik Tuan," ucap pemilik toko, kemudian mengukur jari manis Valen dan Kein, agar cincin yang mereka beli melekat dengan nyaman pada jari mereka.


Setelah itu Kein memutuskan untuk mengantarkan Valen pulang kerumahnya. Namun ternyata memilih desain baju dan cincin pertunangan, cukup membuat energi mereka terkuras habis.


"Kak aku lapar" ucap Valen dengan manja menatap Kein yang sedang fokus menyetir.


"Kamu mau makan apa?" tanya Kein melirik sekilas kekasihnya itu.


"Terserah kakak saja," balas Valen.


"Bagaimana kalau chinese food?"


"Tidak ah aku bosan, yang lain saja ya," balas Valen dengan wajah memelasnya.


"Lalu kamu mau makan apa?" tanya Kein lagi.

__ADS_1


"TERSERAH!" balas Valen.


"Dasar perempuan," gerutu Kein.


Mendengar sautan Kein, sontak mereka tertawa.


"Aku hanya bercanda sayangku, ayo kita ke Chinese food," ucap Valen manja.


Mendengar ucapan Valen membuat Kein semakin gemas dengan mulut cerewetnya. Ia tersenyum dan mengacak-acak rambut gadis di sebelahnya.


Hingga sampailah mereka di sebuah restaurant Chinese food. Dengan semangat mereka memesan makanan kesukaan mereka. Tak butuh waktu yang lama pesanan mereka pun mendarat dengan selamat di atas meja makan. Langsung saja keduanya melahap makanan tersebut dengan riang gembira.


"Kak Kei, besok lusa aku akan berlibur ke Bali bersama Jeli. Apa kakak mau ikut?" ucap Valen dengan mulut yang masih asik mengunyah makanan.


"Tidak, aku akan pergi ke Paris besok. Kau bersenang-senanglah disana dan jangan nakal!" Perintah Kein sambil memandang gadis di depannya yang sedang cemberut.


"Kalau begitu aku akan ikut juga ke Paris!" serunya pada Kein.


"Tidak boleh!" sahutnya dan mendapat tatapan tajam dari Valen.


"Hemm..., setelah kita menikah aku akan mengajak mu bulan madu disana. Berhentilah memandang ku seperti itu, seakan kau mau melahapku saja!" sambungnya lagi sambil menarik hidung mancung Valen.


"Baiklah, kakak juga jangan nakal disana! Awas saja kalau sampai aku tau kau berselingkuh, aku tidak akan mengampuni mu!" ancamnya dengan ketus.


Kein tersenyum geli mendengar ancaman gadis kecilnya, "iya sayang aku tidak akan berani."


Mereka kemudian menuju perjalanan pulang, dan Kein terlebih dahulu mengantarkan Valen ke kediamannya.


Akhirnya mereka tiba dengan selamat di Kediaman Bramasta. Saat Valen hendak turun dari mobil Kein, laki-laki itu menghentikannya, "apa aku tak mendapatkan pelukan hangat dan sebuah ciuman? Aku di Paris selama seminggu, apa kau tak akan merindukan aku nantinya?"


Valen mendekatkan tubuhnya dan memeluk Kein dengan erat, "aku akan sangat merindukanmu."


Laki-laki itu membalas pelukan Valen dengan erat, kemudian ia melonggarkan pelukannya. Tangannya merangkup kedua pipi Valen yang bersemu merah.


cup


Bibirnya mengecup bibir mungil Valen kemudian berpindah mengecup keningnya dengan lembut.


"Aku mencintaimu."


bersambung...


aww jiwa ngenes ku meronta-ronta 😭

__ADS_1


__ADS_2