Menulis Kisah Di Bumi

Menulis Kisah Di Bumi
BAB 19


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa tersenyum dulu, tersenyumlah karena senyuman mengindahkan wajah cantik dan tampan mu.


✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


Semakin malam semakin sunyi, tiada lagi tawa dan canda sosok lelaki yang mencari jati dirinya, tatapan dingin hinggap menusuk hati, hanya tinggal angin harapan kata yang tak lagi bersuara.


Kala malam menjelang pagi, mentari tak lagi indah, layaknya hari ini yang penuh ploblema dalam hidup. Rasa tak selalu sama, ploblema masih terus ada dan tetap sama, air mata mengalir sampai kedagu. menangis namanya.


Ah sial rasa ini semakin tak menentu, aku tidak tahu kenapa, hati dan tubuh ini tak berdaya, seraya angin menusuk jiwa dan kalbu seakan terasa hampa.


Kenapa aku ini..?


kenapa semua seperti ini..?


Aku tak mengerti, hanya diam tanpa kata, melangkah tanpa bicara..


Aku seakan menjadi orang yang bisu. Aku bingung dengan diriku sendiri, bingung dalam diamku yang tak berdaya. Tak mampu tertatih untuk tersenyum kembali. Pikiran ku menggerakan harapan yang telah mati, senyuman di wajahku seakan terhanyut dalam air mata penuh keputusan asaan. Akan kah semua kembali seperti dulu, kembali baik-baik saja.


Di sini aku akan berjuang untuk mencari arti yang sejati, sejati yang penuh makna dalam perjalanan yang ku jalani.

__ADS_1


Andai waktu dapat ku putar kembali, tidak akan ada sebuah ilusi yang mampu memanipulasi hidupku.


Aku dulu sempat bermimpi ingin menjadi sosok mentari untuk orang yang ku sayangi tapi mimpi itu menghilang seketika, ketika sang kuasa mengambil nafas orang-orang yang ku sayangi. Mungkin harapan dan kenyataan sungguh berbeda.


Tapi aku yakin sang pencipta punya caranya sendiri di balik itu semua, akan ada hikmahnya, karena apa yang di gariskan sang pencipta itu yang terbaik untuk diriku.


Terkadang rumit dan menjadi luka kesedihan, selalu terngiang di benak ku di tinggal orang yang di sayang. Tapi aku bisa apa?


Hanya bisa merelakan dan ikhlas atas kehendak sang pencipta. Mungkin ini sebuah ujian diri.


Lantas apa makna yang tersirat di dalam nya, mungkin berjuta arti tersirat di depan mata yang harus ku pahami. Walau raga tak pernah mengerti, karena hati belum ikhlas sepenuhnya..


Betapa hancurnya percaya diri yang ku miliki yang tak sesuai dengan karakter hidupku, aku selalu memakai topeng agar semua melihatku.


Ternyata aku salah dalam berpikir, harusnya aku jadi diri sendiri tanpa menjadi orang lain, meniru gaya orang lain boleh jika itu membuat diriku berkembang tapi aku harus tau, aku bukan dirinya dan tidak akan bisa menjadi dirinya. Karena aku punya versi terbaik dalam menggapai mimpi dan cita-cita ku.


Karena aku tahu, aku tidak ingin terhempas dan terbanting tak berdaya, mengingat engkau yang selalu berkorban, berkorban demi kebahagiaan anaknya. Maafkan aku yang belum bisa membuat mu terenyum di langit sana, membuatmu bangga dengan semua yang ku bisa.


Tapi aku selalu berdo'a yang terbaik untuk mu dalam sujudku setiap waktu, semoga engkau di tempatkan di surga yang paling indah yang penuh kebahagiaan, aku harap suatu hari nanti aku bisa membuatmu tersenyum bangga padaku, ketika aku mampu menjadi pelangi yang akan menghiasi bumi ini dengan warna terindahnya..

__ADS_1


Terkadang aku iri pada mentari, meski tertimpa malam yang kelam, mentari tidak pernah menyerah untuk tetap tersenyum.


Aku juga iri pada angin yang selalu mampu memberi rasa dingin, di setiap waktu. Waktu yang akan mengakhiri segalanya.


Karena waktu yang mempertemukan, maka waktu juga yang akan mengakhiri kisah di setiap kisah hidup manusia yang ada di bumi.


Saat ku melihat anak-anak belia yang masih kecil, aku iri pada mereka yang hidup tanpa beban dan tertawa lepas, mereka bebas beraktivitas tanpa memikirkan apa pun, aku ingin menjadi mereka yang bisa hidup tanpa beban dan tertawa lepas.


Tapi jalan cerita tak selalu sama, semua punya versi terbaik dan terburuknya dalam hidup, sosok manusia yang hidup di bumi yang mencari arti sejati.


Aku tidak ingin berpijak tanpa arah memang salah, Aku tidak ingin menyerah dikala lelah. Sakit rasanya ketika bersalah dan menyerah, seketika berhenti melangkah aku mengalah demi kebaikan, tapi aku tidak pernah berhenti melangkah untuk meraih yang sederhana menjadi indah.


Tak ada kata menyerah dalam kampusku selagi masih bisa bernafas, karena tuhan selalu ada dan selalu akan memberi jalan kepada hambanya.


Nama ku BUMI, BUMI tempat ternyaman yang pernah orang-orang tinggali yang selalu memberi sebuah kenangan. Kenangan yang akan selalu di ingat sampai kapan pun, karena sebuah kenangan akan abadi di hati semua orang yang selalu mengingat kisah-kisah tentang kita.


✍️Semoga terhibur teman-teman✍️


✍️Ambil sisi positifnya✍️

__ADS_1


✍️Buang sisi negatifnya✍️


__ADS_2