
Teringat akan masa lalu yang tak dapat ku lupakan sampai detik ini, masih teringat jelas kekejaman seorang Dokter yang tak punya hati dan perasaan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku benci dengan seorang Dokter, aku benci dengan yang namanya rumah sakit, apa setiap Dokter di bumi ini tidak punya hati dan perasaan..
Tugas seorang Dokter menangani orang sakit bukan. Tapi mengapa, orang yang tak punya materi dan hanya mengandalkan BPJS selalu di abaikan..
Dokter hanya pokus kepada orang yang punya materi dan uang banyak saja, Aku benci rumah sakit, aku benci Dokter..
Berulang kali aku merasakan kehilangan seseorang yang aku sayangi dalam hidupku karena telat mendapat penanganan dari Dokter..
Mengapa Dokter selalu mengabaikan orang yang tidak punya materi atau hanya menggunakan BPJS, harusnya seorang Dokter mendahulukan pasiennya bukan malah di persulit minta surat-surat agar bisa di tangani..
Jika seorang Dokter yang punya hati dan perasaan, harusnya tangani pasien dahulu masalah surat-surat bisa belakangan.
Cuma salah tanggal lahir di BPJS sama di KTP berbeda satu angka saja di persulit dan tidak mau menangani orang yang membutuhkan pertolongan atas hidup mereka yang lagi menahan rasa sakit.
Orang yang tak bermateri selalu di abaikan dan di biarkan di luar tanpa di tangani masuk dan tidak di berikan tempat rawat cuma karena salah di tanggal lahir....
Aku sudah beberapa kali kehilangan orang yang aku sayang di rumah sakit karena telat mendapat penanganan dari seorang Dokter.
Memang benar hidup dan mati kehendak sang pencipta tapi apa tidak bisa seorang Dokter menangani pasien terlebih dahulu..
Sakit rasa melihat orang yang aku sayang kesakitan tanpa di tangani seorang Dokter hanya di biar begitu saja di luar.
Sampai aku berdebat sama seorang Dokter yang tak punya hati dan perasaan, karena aku sangat sayang kepada orang yang aku sayangi..
Namun apa yang ku dapat, terus-terusan di persulit karena surat-surat belum lengkap dan akhirnya orang yang ku sayang meninggalkan karena telat mendapat penanganan dari Dokter...
__ADS_1
Seumur hidupku aku tidak akan melupakan kekejaman seorang Dokter yang membuatku kehilangan orang yang ku sayang beberapa kali.
Saat aku punya kenalan seorang Dokter yang lebih tinggi pangkatnya dan memberitahu apa yang terjadi, seorang Dokter itu ketakutan karena takut di pecat.
Karena mengabaikan pasien yang membutuhkan pertolongan, namun naas yang aku dapatkan hanya kesedihan di balik emosi yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang di sayang.
Suatu teragedi beberapa kali terjadi dalam hidupku, kehilangan orang yang di sayang di depan mata karena telat penanganan dari Dokter..
Aku mempunyai keponakan yang aku sayang, yang masih kecil masih sekolah kelas empat SD..
Setiap hari aku mengantar keponakan ku sekolah karena sekolah itu lumayan jauh, aku mengantar sekolah tiap hari dari kelas satu SD sampai kelas empat SD..
Tapi suatu teragedi terjadi yang membuatku sangat sedih, aku tak bisa melihat senyum canda tawanya lagi.. Karena telat penanganan dari Dokter.
Keponakan ku meninggal di depan mataku sendiri yang membuatku benci kepada seorang Dokter dan rumah sakit..
Seandainya aku punya banyak uang mungkin keadaannya tidak akan seperti ini.
Namun yang lebih menyakitkan lagi, setelah beberapa bulan meninggalnya keponakanku, Kakek ku sakit dan aku membawanya kerumah sakit lagi dan hanya bermodalkan BPJS lagi..
Tapi apa yang terjadi, aku di persulit lagi dan lagi, hingga di sana emosiku terbakar dan berdebat dengan seorang Dokter karena terus di persulit..
Karena aku sangat sedih melihat Kakek ku masih di biarkan di luar, akhirnya aku teringat seseorang dia adalah seorang Dokter yang dulu pernah aku bantu saat Dokter itu mengalami musibah di perjalanan menuju rumahnya bersama anaknya. Dokter itu di todong dua penjahat dan ingin di rampas harta bendanya.
Aku yang melihat itu langsung bergegas membantu seorang Dokter itu yang sedang di todong dengan senjata tajam, aku menghajar penjahat itu hingga babak belur dan penjahat itu lari dengan keadaan babak belur dengan menggunakan sepeda motornya. Karena orang-orang berdatangan.
Dulu aku pernah belajar silat, jadi dengan mudah aku menghajar penjahat itu.
“Dokter itu memberiku kartu namanya dan mengucapkan terimakasih padaku,” ucap sang Dokter itu.
__ADS_1
“Aku menerima kartu nama itu.”
Dokter itu berkata lagi padaku “jika kamu butuh bantuan apa pun itu kamu bisa hubungi kartu nama itu.”
“Baik aku mengerti, terimakasih” ucap ku dengan sopan.
Setelah kami berbincang-bincang sebentar, akhirnya aku pamit kepada Dokter itu karena ada urusan yang harus aku urus..
Aku menelepon Dokter itu, karena harapan satu-satunya adalah Dokter itu yang lumayan punya pangkat yang lebih tinggi di kalangan Dokter dan sudah sangat terkenal.
Aku meminta pertolongan pada sang Dokter itu untuk kedua kalinya, yang pertama waktu keponakan ku yang kedua Kakekku.
Setelah aku berbicara kepada Dokter itu dan menjelaskan semuanya, Dokter itu menyuruh ku untuk menemui Dokter yang mempersulit diriku dan memperlihatkan kartu namanya kepada Dokter itu.
Setelah aku memperlihat kartu namanya kapada Dokter itu, aku pun tidak di persulit lagi..
Namun takdir berkata lain, Kakek ku telah mendapatkan perawatan tapi tidak beberapa lama Kakek ku meninggal yang membuat hatiku hancur dan sangat sedih untuk kedua kalinya. Karena telat di tangani Dokter.
Sejak saat itu aku benci rumah sakit, aku benci Dokter.
Meski hidup dan mati sudah di gariskan sang pencipta tapi aku sungguh kecewa dan emosi kepada Dokter yang tak punya hati dan perasaan.
Kisah nyata yang pernah ku alami, yang membuatku teringat kenangan pahit di dalam hidupku.
Aku beberapa kali merasakan hancurnya hati, duka, kepedihan yang begitu mendalam merasuki relung jiwaku.
Senyum canda tawamu akan selalu terukir selamanya di hatiku, semoga engkau di tempatkan di sisi Allah subhanahuataala yang paling indah.
Hanya do'a yang bisa ku panjatkan untukmu, semoga engkau bahagia di surganya.
__ADS_1
...🍃Amin🍃...