
Aku hanya berteman dengan sepi, berbicara dengan rasa, rasa yang selalu menggambarkan cerminan diri. Diri yang selalu berbicara dengan sepi, sepi yang mulai mengajariku sebuah mimpi. Mimpi yang ingin aku rengkuh dengan segenap hati.
Dalam diamku.
Dalam sepiku.
Ku lakukan apa saja yang membuatku bahagia dan menghilangkan rasa sepi itu, hingga kesepian tak lagi hadir mengisi hidupku.
Kamu sosok wanita yang mencintai dan menyayangiku?
Aku tak setampan Romeo.
Aku tak memiliki pesona yang memikat hati seorang bidadari. Aku penuh dengan kesederhanaan, lantas kenapa kau bisa mencintai dan menyayangi ku, harta tahta pun aku tak punya.
Aku hanya memiliki keikhlasan dan rasa kesungguhan yang menjadi setia. Setia pada satu nama yang kelak akan menjadi bagian seluruh hidupku.
Malam yang gelap dan dingin ini, aku sendiri dengan keheningan kegelapan malam. Malam mulai menunjukan pukul 02:30 , aku masih belum terpejam. Mata ku masih terjaga, Pikiranku masih semua tentangmu.
Tuhan aku tidak akan menyerah dan putus asa berdo'a padamu,, Tuhan aku tidak minta apa-apa lagi padamu. Aku hanya meminta sehatkanlah orang yang selalu ku langitkan namanya, di setiap pagi dan malamku.
Berikan dia kebahagian dan berikanlah dia kesabaran dan keikhlasan untuk melalui setiap ujian darimu.
Jangan biarkan rasa sakit hadir di dalam tubuh dan pikirannya, karena aku sungguh mencintainya dengan segenap jiwaku.
Aku tidak bisa menghilangkan rasa sakit dalam tubuhnya, aku hanya bisa membuatnya tersenyum saat mendengar suaraku, aku hanya bisa berdo'a untuk kesehatannya..
Tuhan jagalah orang yang mencintai dan menyayangiku, lindungilah dengan rahmatmu. Karena engkau adalah bukti nyata di hati manusia.
Engkaulah yang selalu ada dalam setiap diri manusia, engkaulah tuhan ku, engkaulah yang paling mulia, engkaulah maha segalanya. Segala pujian hanya milikmu.
Malam ini detik ini, aku akan menulis surat pada semesta tentang sebuah rasa yang ku miliki untuknya, untuk seorang wanita yang ku cinta dan ku sayang. Takan ku rasa jenuh dirinya di hatiku.
Ku tulis sebuah surat pada semesta dengan tinta yang penuh kerinduan.
Dengan sebuah kertas putih yang beralaskan setia.
Tahu kah engkau?
__ADS_1
Betapa sepi hari-hari yang ku lalui.
Malam demi malam kulalui.
Pagi demi pagi kulalui.
Saat malam tiba aku hanya bisa memandang langit malam yang begitu gelap dan penuh bintang-bintang di angksa, bulan sebagai saksi keindahan itu.
Begitu pun pagi, aku hanya bisa menatap langit yang begitu memikat mata, yang membuat hati terasa hangat. senja nan jinga yang menjadi saksi keindahan langit yang begitu hangat. Seperti semangat ku yang tak pernah padam oleh waktu.
Andai malam dan pagiku, kamu selalu ada di sampingku, semua keindahan itu akan terasa sempurna untukku, untukmu, untuk kita.
Walau jarak ini masih jadi pemisah di antara kita, tapi aku tidak pernah merasakan kehilangan cinta walau hanya sesaat.
Karena ku yakin.
Engkau akan memegang erat janji cinta kita, yang saling kita ucapankan. Di dunia yang nyata, langit dan bumi sebagai saksi cinta kita.
Wahai sang pemilik nyawaku.
Sesungguhnya aku hanya manusia lemah, ketika ujian cinta dan hidup datang silih berganti. Tapi aku menikmatinya dengan keikhlasan dan rasa sabarku yang akan membawa bahagia. Karena aku yakin, di balik ujian pasti ada hikmahnya yang akan aku dapatkan.
Aku sadari aku tak cukup berharga tanpamu, tak cukup kuat menahan beban darimu.
Betapa nikmatnya senyum dan tawa, betapa nikmatnya sehat dengan kedamaian hati, walau aku tak punya apa-apa untuk aku banggakan pada dunia, tapi aku tidak lupa bersyukur atas segala nikmat yang kau berikan padaku. Biarlah rasa sakit ini jadi penawar seluruh dosa-dosa ku.
Aku tidak pernah lupa, melaksanakan sebagai umat muslim, melakukan setiap kewajiban di lima waktuku. Aku selalu bersujud di siang dan malamku. Memohon pertolongan mu. Agar aku selalu kuat melalui setiap ujian hidup yang kau berikan padaku ya Allah.
Ya Allah
Ampuni aku yang belum bisa memperhatikan kesempurnaan sholatku .
Ya Allah
Ampuni aku.
Atas salah dan khilafku selama ini.
__ADS_1
Ya Allah
Ampuni aku
Atas ucapan ku yang di sengaja atau tidak di sengaja, yang membuat hati seseorang tersinggung atas ucapan ku.
Ampuni aku ya Allah.
Atas segala dosa-dosaku.
✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️
😍Untuk Ayah dan Ibu ku😍
Terimakasih Ayah Ibu. Senyum mu adalah insfirasi bagiku. Engkau tak pernah lelah dan mengeluh mendo'akanku. Dalam lima waktumu. Hanya di temani sabar dan ikhlas. Selalu mendo'akan ku kemana pun aku pergi.
Ayah ibu.
Senyum mu begitu tulus. Kasih sayang mu tak pernah terhingga di makan waktu. Kini aku telah beranjak dewasa. Mulai tau mana yang baik dan buruk. Terimakasih Ayah Ibu, engkau ajarkan aku banyak hal tentang hidup.
Ayah Ibu.
Aku sungguh menyayangimu.
Ayah Ibu. Sebenarnya aku ingin menangis. Melihat Ayah ibu, semakin menua hari Kehari, kulit semakin keriput. Punggung mulai membungkuk. Jalanmu mulai tertatih.
Namun engkau tak pernah putus asa selalu mendo'aku. Maaf aku Ayah Ibu, hingga detik ini aku belum bisa membuatmu bahagia di hari tuamu.
😍SEHAT SELALU AYAH IBU KU😍
✍️Jang lupa tetap tersenyum teman-tamanku😀
✍️Ambil sisi positifnya😁
✍️Buang sisi negatifnya😁
✍️Semoga tiap tulisan yang ku buat tersampaikan di hati semua orang yang membaca setiap tulisan-tulisan ku😁
__ADS_1
Amiinnn