Menulis Kisah Di Bumi

Menulis Kisah Di Bumi
BAB 4


__ADS_3

Aku hanya berusaha ketika Allah subhanahuataala memberi kesempatan kedua bagiku, selama aku yakin. Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini.


Selama aku berusaha menjadi yang lebih baik dan menjauhi “Lingkaran Setan” yang membuat hidupku hancur dan melupakan mimpi-mimpi yang inginku rengkuh.


Aku sadari “Lingkaran Setan” akan selalu menemani hari setiap manusia yang ada di muka bumi.


Putih dan gelap hidup ini, akan selalu menemani setiap waktu setiap detik dalam hidupku. Karena Allah subhanahuataala telah menciptakan segala sesuatu secara seimbang.


Baik dan buruk tidak bisa lepas dari diri manusia tergantung pengendalinya.


Allah subhanahuataala telah memberiku kesempatan kedua untuk meraih mimpi-mimpi yang ingin ku rengkuh.


Yang awalnya aku hanya lulusan SD, dan sejak kecil aku ingin terus sekolah tapi keadaan memaksa ku berhenti.


Tapi kini di saat Allah subhanahuataala sudah mengasih jalan kepadaku aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Akhirnya aku melanjutkan sekolahku ke paket B dan C selama tiga tahun lama.


Meski itu sekolah buat orang-orang yang ingin menjadi lebih baik dan mengubah hidup mereka, kearah yang lebih baik, sekolah itu di mulai dari jam dua siang sampai jam lima sore dalam seminggu hanya tiga hari. Selasa Rabu Kamis. namun di tempat itu telah menulis kisahku dan aku mendapat pelajaran yang paling berharga dalam hidupku.


Aku bertemu teman-teman baru di tempat itu dan sudah ku anggap rumah kedua bagiku, mereka semua sudah ku anggap keluarga bagiku, yang sama-sama berjuang mencari ilmu. Para pejuang yang akan mengukir kisah di bumi dengan semua keunikan yang mereka miliki.


Aku bertemu dengan teman-teman yang berlatar belakang berbeda- beda, sungguh mereka semua adalah teman tempat berbagi suka mau pun duka..


Teman-teman ku dari keluarga yang berlatar belakangnya berbeda-beda, ada yang miskin ada yang kaya yang dulu nya putus sekolah karena suatu kejadian yang membuat mimpi mereka hilang seketika..

__ADS_1


Teman-teman ku kebanyakan gangster kota santeri,


yang ingin merubah hidup kearah yang jauh lebih baik dan meninggalkan “Lingkaran Setan.”


Ada bayak juga anak santeri di tempat aku mencari ilmu selama tiga tahun lamanya, karena tasikmalaya adalah kota santeri.


Namun mereka sungguh menghargai tempat sekolah yang telah mereka anggap rumah kedua bagi mereka tempat berbagi suka duka dalam hidup yang mereka jalani..


Sungguh sangat kompak teman-teman ku, di saat ada yang sakit salaseorang teman kita atau di rawat di rumah sakit.


Kami semua selalu, menyisihkan uang yang kami punya untuk teman kita yang sedang sakit walau tak seberapa. uang yang kami kumpulkan tapi itu adalah bukti kami sangat peduli dan tau arti sebuah keluarga.


Yang tidak pernah meninggalkan temannya di saat kita kesusahan atau pun butuh bantuan, kami selalu saling mengisi suka mau pun duka.


Di tempat itu sudah kami anggap rumah kedua, di luar sana mereka di anggap Gengster yang nakal.


Kita selalu menghargai tempat kita mencari ilmu, namun setelah di luaran sekolah. Mereka berubah menjadi diri mereka sendiri.


Yang aku pun tak menyangka, mereka selalu terlihat sopan dan culun dalam bertingkah laku.


Tapi setelah di luar sekolah mereka menunjukan sifat asli mereka yang sebenarnya, tapi tetap mereka saling menghargai satu sama lain dan saling membatu..


Di tempat itu masa-masa indah yang tak pernah bisa aku lupakan sampai saat ini detik pun.


Jangan selalu menutupi kedua matamu dari semua yang terjadi dalam hidupmu.

__ADS_1


Bukalah kedua matamu dan lihat bumi ini begitu indah yang harus kita jaga dan nikmati keindahannya.


Agar hidupmu selalu bersemangat, kita bisa melihat semut kecil yang berbaris dari pohon pergi ke pohon lain, walau terik matahari. Hujan badai melanda.


Mereka tidak pernah mengeluh dan putus asa, meski jalan terjal yang siap merenggut nyawa mereka kapan saja.


Mereka terus berjalan tanpa henti sambil menggangkut makanan di punggungnya yang jauh lebih besar dari tubuhnya..


Jadikan semangatmu seperti semut kecil, untuk meraih cita-cita dan semua mimpi-mimpi yang ingin kau raih dan membuat kedua orang tuamu tersenyum bangga kepadamu.


Ketika kamu menjadi manusia yang sebenarnya dan kebahagiaan itu akan datang membawa kesuksesan.


Seperti kita menaiki tangga, tidak bisa dari satu tangga. Ketangga yang paling atas semua butuh proses dan perjuangan untuk sampai menuju tangga puncak.


Ya begitulah hidup, kita harus mulai dari nol bersabar berdo'a dan berusaha.


Profesi apa pun yang kita jalani,


menjadi seorang penulis, pedagang , berbisnis dan banyak hal yang lain-lain yang kalian semua jalani..


Jangan lupa juga selalu tetap bersyukur atas apa yang kau miliki saat ini, rasa syukur akan melembutkan hatimu.


...✍️Selamat membaca✍️...


...✍️Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar✍️...

__ADS_1


...✍️Ambil sisi positif ✍️...


...✍️Buang sisi negatif ✍️...


__ADS_2