Menulis Kisah Di Bumi

Menulis Kisah Di Bumi
BAB 31


__ADS_3

Di balik tragedi selalu menciptakan kesedihan yang begitu mendalam di hati yang merasakan kehilangan seseorang yang sangat berarti di dalam hidupnya..


Yaaah nama kematian tidak ada yang tau, hanya Allah subhanahuataala yang tau kematian itu akan menghampiri seperti apa.


Entah kematian itu di saat sehat atau sakit, kematian akan datang menghampiri dengan cara Allah subhanahuataala.


Entah tua atau muda, kematian akan datang menghampiri.


Ada yang takut karena kematian itu.


Ada yang menginginkan kematian itu.


Aku tidak pernah takut dengan kematian, yang aku takutkan aku meninggalkan dunia ini penuh dosa.


Dosa yang akan menghancurkan tubuh ini sampai menjadi abu di akhirat nanti, yang kekal abadi. Yang akan terus mendapatkan siksaan atas segala dosa-dosa kita.


Sebuah perpisahan selalu menghadirkan tangis, yaaaaah itu yang aku rasakan..


Kehilangan seseorang karena ajal, selalu membuat sesal di dada..


sesal selalu datang belakangan setelah tiada, sedangkan saat masih ada kita tidak memperhatikan dan membahagiakannya..


Rasa rindu akan hadir setelah orang yang kita cintai dan sayangi telah tiada untuk selama-lamanya, meninggalkan bumi dan hanya meninggalkan kenangan di hati yang menyayanginya.


Aku tak tau rencana tuhan untukku.


mengapa begitu sulit untuk mengiklaskan yang sudah melekat di hati, bagaikan tanah dan pohon.


Tidak ada tanah tidak akan ada pohon.


Padahal aku udah dewasa bukan anak kecil lagi dan dulu kita sudah berkomitmen untuk terus bersama.

__ADS_1


Namun berjalannya waktu, waktu ke waktu. Hari demi hari, kamu mulai berubah egois. Tak pernah peduli lagi tentang ku.


Aaaaaah takdir ternyata tidak mengijinkan kita selalu bersama sampai maut yang jadi pemisah di antara kita.


Kesedihan dan air mata adalah sebagai saksi cinta kita, perpisahan di antara kita. Perpisahan yang begitu menyakitkan di dalam dada. Kini aku tidak akan bisa melihat wajah cantik mu.


Tapi percayalah di hatiku kau Takan terganti, kau tetap namber one di hati dan pikiranku.


Hilang sebuah impianku.


angan-angan yang ingin menua bersama mu, tapi aku akan tetap mencintaimu di dalam do'a.


Selamat tinggal cinta, semoga di keabadian kau tetap melihatku.


Kini kisah kita tinggal kenangan, kenangan yang akan selalu ku ingat sampai akhir nafasku.


Aku coba merelakan mu meski belum bisa merelakan engkau sepenuh hati.


Terimakasih atas semua rasa sayang cinta mu terhadap ku, kau adalah malaikat cinta yang mampu mencuri hati ini. Terimakasih kau selalu ada untuk ku.


Setidaknya kita pernah menikmati bahagia bersama, walau cuma sesaat.


Maut dan takdir jadi pemisah di antara kisah kita.


Aku akan mencintaimu tanpa batas, meski dirimu tinggal kenangan, yang harus di kenang oleh ku..


Tapi aku menyukai semua tentang mu, kadang aku berpikir mengapa maut memisahkan kita?


Aku suka segala tentang mu.


Tentang senyum mu.

__ADS_1


Tentang canda tawa mu.


Bicaramu yang selalu bergema di pikiranku..


Hal yang paling aku sukai, saat mendengar suara nyanyian mu..


Walau nyanyian mu seperti jangkrik malam ini yang membuat candu saat mendengarnya. .


Aaaaaah mulai sekarang..


Hanya kata rindu yang bisa ku sebut untuk mu dalam setiap Do'a-do'a ku.


Aku rindu di saat kita tertawa bersama....


Aku rindu di saat kita bernyanyi bersama...


Tapi tenang kisah cinta kita, telah ku abadikan dalam sebuah novel yang berjudul: menulis kisah di bumi..


Malam mulai dingin dan larut, waktunya istirahat.. Semoga hari esok penuh dengan rasa semangat yang berapi-api..


Merdeka Indonesia ku..


Cepat sehat kembali dan ppkm segera tiada. Begitu pun covid 19, cepatlah menghilang dari bumi ini..


Kau membuatku menderita. Sampai saat ini aku masih pengangguran karena mu covid 19.


Aku rindu bekerja lagi dan menghasilkan uang, untuk membahagiakan kedua orang tua dan melamar sang pujaan hati.


Ambil sisi positifnya😁


Buang jauh-jauh sisi negatifnya 😁

__ADS_1


__ADS_2