Menulis Kisah Di Bumi

Menulis Kisah Di Bumi
BAB 22


__ADS_3

Perkenalkan namaku Langit, dia sosok lelaki yang bisa menjadi matahari untuk orang di sekitarnya, akan tetapi satu hal dia tidak mau jadi matahari untuk dirinya sendiri. dia lebih memilih untuk menjadi kegelapan untuk dirinya sendiri.


Dia bisa tersenyum dan jadi penghibur untuk orang di sekitarnya. Tapi kalian tidak tau kan tentang dirinya.


Dia selalu terlihat pendiam dan misterius tapi yang perlu kalian tau dia tidak pernah memperlihatkan kesedihan atau beban yang iya tanggung dalam dirinya, Dia selalu tampak tersenyum seperti tidak ada beban apa pun untuk orang yang melihatnya. Pasti mereka beranggapan hidupnya bahagia.


Sebenarnya hidup ini melelahkan untuk dirinya, andai bunuh diri tidak dosa dan masuk surga setelah mati.


Sudah sejak lama dia mengakhiri hidupnya, karena buat apa dia hidup jika hanya membuat orang di sekitarnya bersedih.


Berasa hidup di dunia ini tak berarti untuk sosok lelaki yang selalu jadi kegelapan untuk dirinya.


Ah sial persetan dengan semuanya. aku lelah tuhan.. Aku ingin berteriak sekeras mungkin hingga aku lupa kesedihan yang ku alami.


Apa aku terlahir hanya untuk jadi pecundang saja tuhan, tuhan aku selalu melaksanakan perintahmu, tapi mengapa cobaan dan cobaan selalu mewarnai hidupku.


Tidak bisakah aku mendapatkan kebahagiaan sedikit saja, Sampai saat ini hidupku terus kau permainkan berulang-ulang kali.


Tuhan apa mungkin kau tak mencintaiku, jika aku mendapatkan satu kesedihan yang mendalam lagi, mungkin aku akan menjadi sosok kegelapan yang sesungguhnya.


Jangan biarkan aku gelap mata dan lupa akan dirimu tuhan, aku mohon jangan terus permainkan hidupku seperti ini, seperti orang yang tidak berguna hidup di bumi ini.


Jangan biarkan setan merasuki hatiku lagi, hingga aku gelap mata dan menghancurkan bumi ini.


Apa aku boleh bersedih dan menangis, malam ini aku putus asa, tentang hati dan selalu melibatkan perasaan. Membuatku ingin berteriak sekeras mungkin.


Meluapkan semua perasaan yang ada di hati, menatap wajahku pun aku tak mampu, secengeng dan sepecundang ini kah diriku, berpikiran dangkal.


Aku bisa-bisanya menasehati orang lain dengan setiap tulisanku, padahal sebenarnya aku ingin menampar diriku, agar aku selalu ingat kembali di saat aku terpuruk dalam hidup..


Aku tidak ingin jadi manusia munafik di mata orang lain, aku bukan manusia suci yang tak punya dosa, bukan manusia suci yang pintar dalam agama.

__ADS_1


Aku juga bukan orang terpelajar, kenapa kalian welcome sama aku, kenapa kalian selalu mendukungku.


Karya ku tidak bagus tidak romantis. Karya remahan seperti ranginang gosong.


Aku hanya menulis ingin membuat hatiku tenang damai sentosa, Ah kenapa pikiran ku sedangkal ini..


Aku orangnya penyabar, rasa sabar ku tak ada batasnya, aku selalu berhati-hati dalam berbicara, karena aku tidak ingin membuat orang lain sakit hati dengan ucapan ku.


Aku gak bisa liat orang di sekitar ku sedih, aku selalu menghibur dengan segala kekonyolan ku agar orang di sekitar ku tersenyum kembali.


Kalian tidak tau kan, betapa perih dan pedihnya hidupku, betapa menderitanya aku.


Aku tidak mau orang lain mengasihani ku dan aku tidak ingin menunjukan kesedihan dan beban yang ku alami.


Dulu aku pernah sakit dan hampir mati, tapi tuhan masih berbaik hati padaku. Belum mengijinkan aku menghadapnya.


Kamu tau ga rasanya sakit, tubuh tinggal tulang tanpa daging, makanan yang masuk dalam tubuhku hanya air, bubur yang lembek pun sudah tidak masuk..


Aku di bawa kealam yang tidak pernah aku kenal, terombang abing dalam kegelapan.


Hanya satu yang bisa membuatku kembali, keyakinan ku ingin membahagiakan kedua orang tua, Seketika aku berdo'a kepada sang pencipta berserah atas hidupku.


Tiba-tiba empat sosok laki-laki menghampiriku dan membawa ku kembali, sosok laki-laki yang sama persis dengan wajahku.


Itu adalah kuasa Allah subhanahuataala.


Pada akhirnya aku kembali dan sembuh, sejak saat itu setiap kata selalu ku artikan dan ku pahami dan ku jadikan pesan dari tuhan untuk ku.


Tapi pikiran dangkal ini datang kembali membawa luka kesedihan.


Mati semua manusia pasti mati bila sudah waktunya tapi bisa kah kalian bersyukur atas nafas yang di berikan tuhan terhadap kita.

__ADS_1


Aaaaaah malam semakin gelap dan dingin, datang lagi membawa angin menusuk tubuhku, seakan memberikan suatu pesan dari tuhan.


Rasa dingin itu sungguh bermakna dan bisa kita rasakan dari apa pun.


Dari air yang selalu menenangkan jiwa dan menyejukkan hati.


Dari nasehat orang lain yang selalu mendinginkan hati dari emosi yang membuat Malapetaka.


Ujian dan ujian tapi tetap nilai ku nol, nol karena tidak pernah bersyukur mungkin atas segala nikmatnya.


Hawa nafsu susah ku tidurkan, ternyata keimananku masih tahap bimbang.


Teruslah berbuat baik dimana pun itu, semoga kebaikanmu, membawamu kesurga.


Jangan bilang kamu membencinya, jika kamu ternyata mencintainya.


Terputus apa pun boleh selagi masih di beri keimanan, jangan sampai terputus kepada Allah subhanahuataala, bila putus cepat sambungkan lagi sebelum mati dan gelap mata dan lupa akan tujuan hidup di bumi.


Engkau bagaikan matahari membawa kehangatan dan selalu menebar pesona dengan cahayamu, menggoda hati dan meluluhkan jiwa, berakhir dan menghilang di kegelapan malam, meninggalkan duka lara yang tidak berujung, kini aku sepi dalam kesendirian di bawah langit yang gelap, seperti gelapnya hati yang belum menemukan sinar ketenangan.


✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️✍️


Syukur Alhamdulillah, salam terindah untukmu yang menyayangi ku, jangan lupa jaga kesehatan.


Jaga diri.. jaga hati.. jaga keimanan.


Semoga hidup kita semua di rahmati Allah subhanahuataala dan di limpahkan kebahagian di jauhkan dari kegelapan hati, Di Dunia dan Akhirat.


BUMI DAN LANGIT DI CIPTAKAN SECARA SEMPURNA.


😁TETAP TERSENYUM WALAU HARI INI TERASA BERAT😁

__ADS_1


__ADS_2