MILHKA

MILHKA
Bab. 13. Hujan


__ADS_3

Musim hujan mulai datang...


"Nona mau sepayung dengan saya? ucap stella


Boleh ayo


"Nona bakalan pulang?"


"Tidak saya bakalan makan malam dengan paman dan sepupu saya"


Baiklah...


"Kalau kamu mau, ikutlah denganku sepertinya paman tidak keberatan"


"Tidak usah nona saya makan di rumah saja"


Milhka sampai di mobilnya


"Hati-hati nona"


"Iya kamu juga"


Sampai di restaurant yang dituju


"Milhka sini nak"


"Sini kak. ucap alex"


Tian juga baru sampai beberapa menit setelah milhka duduk.


Mereka makan bersama-sama setelah hujan reda mereka semua mulai pulang tinggal milhka sedang menunggu pesanan untuk di bawa pulang.


"Nak hati-hati yah nanti pulang"


"Iya paman"


"Bye kaka"


"Dadah..."


Milhka langsung ke mobilnya dan pergi meninggalkan restauran tersebut menuju ke rumah stella.


Sesampainya di rumah stella terlihat mobil stella tidak ada.


"Stella kemana kok mobilnya enggk ada" Keluar mobil


Tok... Tok...


"Nona ada apa kesini ? ada masalah di kantor sepertinya handphoneku lowbet jadi ku cass"


"Enggk kok stel, ini untukmu aku beli 2" Memberikan makan cepat saji"


"Makasih nona, mau masuk?"


Boleh


Milhka masuk ke rumah stella


"Mobil kamu dimana? Kukira kamu keluar tadi"


"Di bengkel nona"


"di servis"


"Iya kemarin enggk sengaja nabrak"


"Orang"


"Bukan, pembatas jalan"


"Kamu gpp kan ada luka? "


"Gpp cuman lecet di siku.... silahkan duduk nona"


"Okey, orang rumah kemana semua kok sepi"


"nona lupa kan saya yatim piatu!"


Maaf yah


"Santai aja kali nona hehe... Mau minum apa"


Milhka melihat sekeliling rumah stella "Enggk usah repot-repot stel, ini bentar lagi pulang"


Tiba-tiba hujan turun deras


Nona Milhka saya buatkan kopi (Americano sachet)


Makasih yah...


Stella dan milhka duduk di ruang dekat arah jendela, mereka sambil mengobrol dan minum.


Tiba-tiba menjadi sunyi karena hujan tambah deras.


Stella melihat keluar jendela "Kenapa saat turun hujan selalu membuat seseorang merasakan kehampaan"


Milhka mulai Meminum kopinya dan ikut melihat kearah jendela "mungkin karena seseorang itu sedang sendiri makanya larut dalam kesedihan


Mereka berdua ikut larut kedalam tenangnya suara hujan.


2017



Milhka umur 18 tahun memandang keluar jendela, dia tidak mau makan sejak kemarin saat orangtuanya di masukan di liang kubur.



"Nona milhka makan dulu yuk" Terdengar suara pembantunya menyuruh milhka makan.



Milhka tetap membisu sambil memandang ke arah jendela, 2 hari di kamar dan tidak mau makan sampai pamannya juga ikut menyuruh milhka keluar dan terpaksa harus mendobrak pintu kamarnya, Di dapatinya di kamar sudah tergeletak di lantai dalam keadaan pingsan.



Suara histeris para pembantunya melihat milhka pingsan dan di bawa kerumah sakit.



suara infus menetes dan milhka mulai sadarkan diri melihat sekeliling kamar dan terdapat pamannya yang sedang tidur di sofa dan pembantunya barusan datang.


"Non.. sudah sadar? "


"Bii mau pulang"


Pamannya mendengar suara milhka ikut kebangun


"Nak kamu sudah bangun syukurlah"


"Kamu enggk boleh banyak gerak yah, bib tolong ambilkan buah biar milhka makan"


"Nona saya sudah kupaskan apel"


"Bib kapan milhka boleh pulang " sambil melahap apel.

__ADS_1


"Kata dokter kamu harus sehat betul dulu baru pulang! Ucap pamannya


"Aku sudah membaik" sambil melihat ke arah pembantunya.


"sudah-sudah paman mau beli makan dulu, milhka istirahat banyak jangan mikir aneh-aneh" Membuka pintu


Setelah beberapa hari milhka cuti sekolah karena sakit akhirnya dia balik ke sekolah saat masuk ke kelas suasana kelas begitu suram apalagi hubungannya dengan chika kurang baik.


Milhka melihat keluar jendela keadaan sedang hujan "Cuaca hari ini mewakilkan kesedihanku"


Bel pulang bunyi


Milhka siap-siap pulang, terdengar suara shinta dan chika membuat milhka melirik mereka


"Oo Hai mil apa kabar" Ucap shinta


"Baik shin" Sambil tersenyum


"Ayo shin kita makan" ucap chika sambil menariknya


Milhka menuju koridor sampai di depan hujan masih saja turun dan mulai menaruh tangannya di antara hujan membuatnya tersenyum.


Di balik payung seorang laki-laki melirik milhka dari sebrang dan mengatakan "Baru kali ini lihat ada yang bahagia di depan hujan Turun" Sambil tersenyum


Mobil milhka sudah sampai di depan gerbang tapi sopirnya tidak membawa payung maupun jas hujan sampai anak laki-laki yang tadi melihat milhka dengan hujan datang menghampirinya.


"Ini untuk bapa"


Ehh kamu...


"Nak hei"


Laki-laki tersebut langsung pergi


"Non milhka maaf saya telat "


"Gpp pak"


"Payungnya bapa bagus"


"Bukan punya saya non" Sambil membukakan pintu mobil untuk milhka


"Saya kira punya pak agus"


"Tadi ada anak laki-laki yang kasih mungkin karena saya mau jemput non milhka atau mungkin temannya nona"


"Tapi aku engk dekat sama teman cowo di sekolah, siapa yah? "(dalam hatinya)


Sebentar lagi menuju ujian kelulusan milhka belajar giat agar bisa kuliah di Universitas impiannya, saat di kamar dia tidak pernah keluar kecuali makan karena 2 hari ini dia sangat berusaha belajar.


"Non milhka makan dulu"


"Iya bib sebentar lagi"


Keesokannya


H-1 ujian kelulusan


Pengawas memberi arahan dan mulai membagikan kertas ujian ke masing-masing siswa


Shinta memberikan semangat untuk chika dan melihat milhka shinta juga memberikan semangat kepadanya.


Fighting...


Sampai ke Hari ke 4 mereka selesai ujian kelulusan


Terdengar dari beberapa siswa mengeluh karena ujian terakhir ini sangat susah dan merasa lega sudah menyelesaikan sampai akhir walau tidak tau seperti apa nilai mereka.


"Akhirnya kita selesai juga hehe" ucap shinta


"Shin, chik"


Menoleh kebelakang


"Kalian mau jajan denganku aku yang traktir" Tersenyum


Shinta dan chika menerima ajakannya milhka


Milhka mentraktir dengan banyak cemilan dan minuman.


" ini untuk kalian" (menaruh di meja sekantong plastik isi cemilan)


"Banyak banget mil" ucap shinta


"Gpp lagi pula hari ini terakhir kita ketemu"


Chika kaget dan melirik


"Kamu bakalan langsung pergi" ucap shinta


"Iya bokapku sudah pesankan tiket untuk besok"


"Tapi nilainya kan belum keluar dan nanti kamu enggk ikut perpisahan dong"


"Iya aku enggk ikut"


Chika hanya diam saja dan menikmati cemilannya


Shinta melirik chika dan milhka


"Gess aku kebelet mau ke wc aku tinggal yah"


"Mau aku temanin" ucap chika


"Gpp kali kasihan milhka sendirian, bentar yah mil"


Mengangguk


2 menit


"Kamu bagaimana kabarnya chik?"


"Seperti yang kamu lihat aku baik-baik saja!! " dengan nada nyolot


"Aku bakalan kuliah di Amerika, dan ngambil seni karena aku ingin ngembangkan galeri milik ibuku"


"Oke itu bagus sukses untukmu" Langsung berdiri


"Kamu mau kemana"


Mengela napas "bilang sama shinta kalau balik, aku di kelas"


" Chik! Kamu kenapa enggk peduli sama aku, kenapa kamu cuekin aku terus emang aku punya salah apa sama kamu"


Chika berhenti beberapa detik dan mulai jalan lagi


Chika.... Chik (milhka hendak mengejarnya)


Chika berhenti dan berjalan ke arah milhka


"Kamu tau, aku sangat membencimu!! Karena kamu mendapatkan apa yang kamu miliki sedangkan aku tidak, sudahlah orang kaya enggk akan mengerti perasaan rakyat miskin kaya aku" Chika langsung pergi meninggalkan milhka


"Bagaimana aku mau mengertiin kamu, sedangkan kamu enggk pernah cerita" (Bicara pelan)


Hujan turun dan milhka sudah berada di dalam mobilnya, tidak sengaja melihat chika dan shinta di pinggir jalan memakai payung sambil menunggu angkot

__ADS_1


"Non itu temannya nona milhka mau tak naikin kah? "


"Enggk usah pak percuma chika nya pasti enggk mau"


Setelah sampai milhka langsung mandi dia melihat kearah luar jendela "Terkadang hujan datang di saat tepat mewakilkan perasaan kita yang sedang sedih"



2021



Milhka sedang berada di tepi dekat jendela rumah stella sedang menampung air hujan di tangannya.



"Nona milhka itu air hujannya kotor kenapa di pegang "



Stella mencairkan suasana akan omongannya hingga milhka menoleh tersenyum



"Kamu bikin lucu saja"



"Tapi emang bener loh kan air hujan dari uap,debu kotor ikut ke awan membentuk hujan turun lagi lewatin atap rumah tambah kotor ihh"



"Haha iya... Iya kamu yang paling benar..."



"Nona mau makan mie kuah enggk"



Ide bagus tuh



Oke



Mereka ke dapur untuk masak mie



"Emang cuaca seperti ini enaknya makan yang berkuah dan anget" ucap stella



(Suara makan mie kuah)



"Sepertinya hujannya awet sampai malam bakalan banjir dan macet kalau enggk pulang cepat"



"Iya juga yah nona apalagi rumahku dan rumah nona agak jauh"



"Stel aku balik dulu yah"



"Nona tunggu pakai jaket"



"Enggk usah stel"



"Enggk boleh nolak! nanti flu"



"Yah udah deh" Stella sambil memayungin milhka ke mobilnya



"Hati-hati nona milhka"



"Iya kamu masuk, dingin diluar"



Disepanjang jalan sudah keliatan banjir sudah naik dan membuat kendaraan macet



"Aduh macet lagi" suara klakson mobil



Di satu sisi ada mobil wiliam yang juga ikut kena macet



"Pak sepertinya kita bakalan telat pulang karena macet"



Sambil membaca berita di handphonenya "Yah udah kita tunggu aja"



Setelah beberapa menit terjebak macet akhirnya milhka sampai di rumah dan mulai bersih-bersih dan beristirahat.



Sedangkan wiliam baru sampai di kediamannya dan langsung segera mandi dan mulai melanjutkan pekerjaannya di meja kerjanya sambil melihat jam di handphonenya.



Hai\_Hai


Happy Reading🐣


.


.


Jangan lupa


Bantu like, coment, dan votenya kawan-kawan🌼🌻

__ADS_1


__ADS_2